Courtesy of TheVerge
Menghidupkan Kembali Burning Man di Dunia Virtual Lewat BurnerSphere
Menyediakan pengalaman Burning Man secara virtual dalam platform VR mandiri yang bebas dari tekanan komersial dan dapat menjadi rumah digital permanen bagi komunitas penggemar Burning Man di seluruh dunia.
21 Agt 2025, 22.30 WIB
16 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- BRCvr bertransformasi menjadi platform VR permanen untuk komunitas Burning Man setelah penutupan Altspace.
- BurnerSphere menawarkan pengalaman sosial dan seni yang unik tanpa tekanan komersial.
- Tim BRCvr berkomitmen untuk menciptakan ruang digital yang mencerminkan nilai-nilai Burning Man.
Black Rock Desert, Amerika Serikat - Saat Burning Man 2020 dibatalkan karena pandemi, komunitas festival ini membuat versi virtualnya di platform VR bernama Altspace yang menarik lebih dari 13.000 pengunjung dan mendapatkan penghargaan. Ini menunjukkan bagaimana teknologi bisa menjadi jembatan untuk menjaga semangat dan pengalaman komunitas tetap hidup meskipun tak bisa bertemu langsung.
Namun, penutupan Altspace oleh Microsoft pada 2023 membuat pengalaman ini terhenti. Tim pengembang BRCvr yang bertanggung jawab pada versi virtual Burning Man mencoba mencari pengganti tapi akhirnya menyadari tidak ada platform VR yang memenuhi kebutuhan mereka, sehingga mereka memilih membangun aplikasi mereka sendiri yang dinamai BurnerSphere.
BurnerSphere bukan sekadar versi digital festival, tapi bertujuan untuk menciptakan ruang komunitas digital permanen bagi para penggemar Burning Man di seluruh dunia. Mereka ingin menjaga nilai-nilai festival seperti larangan aktivitas komersial dan budaya 'hadiah', sekaligus menanggung biaya lewat iuran anggota tahunan.
Di dalam aplikasi BurningSphere, pengguna bisa menjelajahi replika area festival, menikmati karya seni, video immersive, dan bertemu orang-orang secara virtual di berbagai ruang sosial. Meskipun kualitas grafisnya belum setara video game modern, pengalaman ini terasa autentik terutama karena menggabungkan video 360 derajat dengan objek digital.
Langkah mereka membangun platform sendiri menunjukkan betapa sulitnya mencari solusi VR yang tepat di tengah industri yang sering berubah, serta pentingnya kemandirian dalam membangun ruang digital berbudaya. BurnerSphere masih dalam tahap awal dan ke depannya diharapkan bisa berkembang menjadi rumah digital yang sesungguhnya bagi komunitas Burning Man.
Referensi:
[1] https://theverge.com/lowpass-newsletter/762887/burning-man-vr-microsoft-rebuilt
[1] https://theverge.com/lowpass-newsletter/762887/burning-man-vr-microsoft-rebuilt
Analisis Kami
"Mengembangkan platform VR mandiri adalah keputusan berani yang menunjukkan sikap kritis terhadap ketergantungan pada perusahaan besar yang rentan mengubah kebijakan atau bahkan menutup layanan. Namun, tantangan biaya dan keterbatasan sumber daya dapat membatasi pertumbuhan dan kualitas pengalaman pengguna jangka panjang."
Analisis Ahli
Prediksi Kami
BurnerSphere kemungkinan akan menjadi platform VR komunitas Burning Man yang berkelanjutan dan bisa menjadi contoh bagi komunitas lain yang ingin membangun ruang virtual independen tanpa dominasi korporasi besar.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang menjadi latar belakang pembuatan BRCvr?A
BRCvr dibuat sebagai respons terhadap pembatalan festival Burning Man akibat covid-19 pada tahun 2020.Q
Mengapa Altspace ditutup?A
Altspace ditutup oleh Microsoft sebagai bagian dari pergeseran dari VR konsumen di awal 2023.Q
Apa tujuan dari aplikasi BurnerSphere?A
Tujuan dari BurnerSphere adalah untuk menciptakan rumah digital permanen bagi para peserta Burning Man dan orang yang ingin tahu tentang festival.Q
Apa yang membedakan BRCvr dari platform VR lainnya?A
BRCvr berusaha untuk mempertahankan semangat Burning Man yang non-komersial, yang tidak dapat dijamin di platform lain.Q
Bagaimana cara pengguna berinteraksi dalam BurnerSphere?A
Pengguna dapat berinteraksi melalui avatar dan menjelajahi seni serta konten yang berkaitan dengan Burning Man dalam lingkungan VR.