
Courtesy of TechCrunch
Italia Larang Meta Blokir Chatbot AI Pihak Ketiga di WhatsApp
Menyampaikan bahwa Italia memerintahkan Meta untuk menghentikan kebijakan yang melarang penggunaan chatbot AI pihak ketiga di WhatsApp agar tidak merugikan persaingan dan konsumen dalam pasar layanan chatbot AI.
24 Des 2025, 21.40 WIB
256 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Meta diminta oleh Otoritas Persaingan Italia untuk menghentikan kebijakan yang membatasi penggunaan chatbot AI di WhatsApp.
- Investigasi baru oleh Komisi Eropa menunjukkan adanya kekhawatiran tentang persaingan di pasar chatbot AI.
- Kebijakan baru Meta dapat berdampak pada penyedia chatbot AI pihak ketiga di Eropa, termasuk OpenAI.
Italia, Italia - Meta baru-baru ini mengubah kebijakan API bisnis WhatsApp yang melarang perusahaan lain menawarkan chatbot AI umum di aplikasi tersebut. Kebijakan ini mulai berlaku pada Januari dan berdampak pada chatbot dari perusahaan seperti OpenAI dan Perplexity yang ingin hadir lewat WhatsApp.
Italia melalui Otoritas Persaingan mereka (AGCM) menyelidiki tindakan Meta, menilai bahwa kebijakan tersebut bisa menjadi penyalahgunaan posisi dominan perusahaan. Hal ini berpotensi mengurangi akses pasar bagi chatbot AI lain, merugikan konsumen dan menghambat perkembangan teknologi.
AGCM pun memerintahkan Meta agar menghentikan kebijakan larangan tersebut sementara proses penyelidikan masih berjalan. Mereka menilai larangan ini bisa menyebabkan kerugian serius dan tak dapat diperbaiki bagi persaingan di pasar chatbot AI.
Meta berargumen bahwa API WhatsApp tidak didesain untuk distribusi chatbot dan pengguna bisa mencari chatbot AI dari sumber lain di luar WhatsApp. Namun, Komisi Eropa juga ikut menyelidiki kebijakan ini karena berpotensi menghalangi penyedia AI pihak ketiga di wilayah Ekonomi Eropa.
Penting dicatat bahwa larangan ini tidak mempengaruhi chatbot AI yang digunakan bisnis untuk melayani pelanggan melalui WhatsApp, hanya chatbot AI umum seperti ChatGPT dan Claude yang dilarang. Regulasi ini menjadi contoh bagaimana pengawasan terhadap teknologi AI semakin ketat di Eropa.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2025/12/24/italy-tells-meta-to-suspend-its-policy-that-bans-rival-ai-chatbots-from-whatsapp/
[1] https://techcrunch.com/2025/12/24/italy-tells-meta-to-suspend-its-policy-that-bans-rival-ai-chatbots-from-whatsapp/
Analisis Ahli
Andrew Ng
"Regulasi seperti ini penting untuk memastikan bahwa perusahaan teknologi besar tidak memonopoli inovasi AI dan memberikan kesempatan bagi inovator lain untuk berkontribusi di pasar."
Margrethe Vestager
"Pengawasan ketat terhadap platform dominan adalah kunci untuk menjaga persaingan sehat dan melindungi konsumen dari potensi penyalahgunaan kekuatan pasar."
Analisis Kami
"Langkah Italia ini merupakan sinyal kuat bahwa regulator mulai mengambil sikap tegas terhadap dominasi platform besar yang dapat menghambat inovasi teknologi di ranah AI. Meta harus belajar menyeimbangkan kontrol platform dengan memberikan ruang yang adil untuk pesaing agar ekosistem chatbot AI berkembang sehat."
Prediksi Kami
Meta kemungkinan harus merevisi kebijakan API-nya agar lebih terbuka bagi chatbot AI pihak ketiga, menghindari denda dan pembatasan lebih lanjut di pasar Eropa.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang diminta oleh Otoritas Persaingan Italia kepada Meta?A
Otoritas Persaingan Italia meminta Meta untuk menghentikan kebijakannya yang melarang penggunaan alat bisnis WhatsApp untuk chatbot AI.Q
Mengapa Otoritas Persaingan Italia melakukan investigasi terhadap Meta?A
Investigasi dilakukan karena Otoritas Persaingan Italia menemukan indikasi bahwa Meta mungkin menyalahgunakan posisi dominannya di pasar.Q
Apa yang akan terjadi pada kebijakan baru Meta mengenai chatbot AI?A
Kebijakan baru Meta akan melarang penyebaran chatbot AI umum melalui API di WhatsApp, yang akan berlaku mulai Januari.Q
Siapa saja pihak ketiga yang akan terpengaruh oleh kebijakan baru ini?A
Pihak ketiga yang terpengaruh termasuk penyedia chatbot AI seperti OpenAI, Perplexity, dan Poke.Q
Apa reaksi Meta terhadap kebijakan dan investigasi ini?A
Meta berargumen bahwa API mereka tidak dirancang sebagai platform distribusi chatbot dan pengguna masih memiliki opsi lain untuk menggunakan bot AI.



