
Courtesy of SCMP
CATL Bersiap Restart Tambang Lithium Yichun untuk Turunkan Biaya Baterai EV
Menginformasikan tentang rencana restart tambang lithium Yichun oleh CATL yang berpotensi menurunkan harga bahan baku baterai kendaraan listrik dan mendukung penurunan biaya produksi EV sehingga memperkuat posisi CATL dalam industri baterai EV global.
25 Des 2025, 15.04 WIB
92 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Operasi kembali tambang Yichun dapat menurunkan biaya lithium dan baterai EV.
- CATL merupakan pemain kunci dalam industri baterai kendaraan listrik dan mempengaruhi pasokan global.
- Harga lithium yang meningkat dapat berdampak negatif pada biaya mobil listrik di pasar.
Yichun, Tiongkok - CATL, produsen baterai terbesar dunia untuk kendaraan listrik, berencana untuk mengaktifkan kembali tambang lithium Yichun yang terletak di provinsi Jiangxi, Tiongkok. Tambang ini sudah berhenti beroperasi sejak bulan Agustus karena lisensi kegiatan operasinya habis. Dengan restart ini, CATL hendak memperkuat kapasitas produksinya di tengah tekanan penurunan biaya dari produsen mobil listrik.
Lithium adalah bahan utama dalam pembuatan baterai lithium iron phosphate (LFP), yang sangat populer untuk kendaraan listrik pasar massal. Dengan pasokan lithium yang kembali normal, harga bahan baku lithium diharapkan turun dari kenaikan tajam yang sempat terjadi sejak beberapa bulan lalu.
Menurut analis dan lembaga riset seperti UBS, tambang Yichun mampu memberikan kontribusi hingga 8 persen dari total produksi lithium nasional Tiongkok. Situasi ini menjadi pusat perhatian karena harga lithium telah melonjak lebih dari 20 persen sejak Agustus 2023, mencapai sekitar 110.000 yuan per ton.
CATL hingga kini belum memberikan komentar resmi terkait rencana restart tambang tersebut. Namun, langkah ini dinilai sangat penting untuk menstabilkan pasar bahan baku baterai dan menurunkan harga yang akan berdampak positif bagi industri kendaraan listrik secara luas.
Harga saham CATL mengalami penurunan kecil menjelang kabar ini, refleksi dari dinamika pasar yang menantikan dampak lanjutan dari restart tambang tersebut. Jika restart tambang berjalan lancar, ini bisa membuat baterai kendaraan listrik menjadi lebih terjangkau bagi konsumen.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/business/china-evs/article/3337701/catl-poised-bring-yichun-lithium-output-back-online-after-licence-lapse?module=china_future_tech&pgtype=section
[1] https://www.scmp.com/business/china-evs/article/3337701/catl-poised-bring-yichun-lithium-output-back-online-after-licence-lapse?module=china_future_tech&pgtype=section
Analisis Ahli
Chen Jinzhu
"Penambahan output lithium dari Yichun akan secara langsung menekan harga bahan baku, sehingga memberikan keuntungan besar bagi produsen baterai dan produsen kendaraan listrik."
Analisis Kami
"Restart tambang Yichun oleh CATL adalah langkah strategis yang sangat penting untuk mengurangi ketergantungan pada impor lithium dan menstabilkan harga bahan baku baterai. Ini bisa menjadi pengaruh besar bagi industri EV global dengan menekan biaya produksi dan mendorong pertumbuhan pasar kendaraan listrik."
Prediksi Kami
Dengan diizinkannya restart tambang Yichun, pasokan lithium di pasar dapat meningkat, yang akan menurunkan harga lithium dan secara signifikan mengurangi biaya produksi baterai EV dalam beberapa bulan mendatang.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang sedang dilakukan CATL terkait tambang lithium?A
CATL berencana untuk memulai kembali operasi tambang lithium di Yichun, Tiongkok.Q
Mengapa tambang Yichun penting bagi industri EV?A
Tambang Yichun penting karena dapat memenuhi sekitar 8 persen dari total produksi lithium di Tiongkok.Q
Apa dampak dari kenaikan harga lithium?A
Kenaikan harga lithium dapat mempengaruhi biaya pembuatan baterai dan harga mobil listrik.Q
Kapan CATL diharapkan mendapatkan persetujuan regulasi untuk tambang Yichun?A
CATL diharapkan mendapatkan persetujuan regulasi sebelum atau setelah liburan Tahun Baru Imlek yang dimulai pada 15 Februari.Q
Apa saja reaksi pasar terhadap berita ini?A
Saham CATL di Hong Kong dan Shenzhen mengalami penurunan setelah berita ini muncul.


