
Courtesy of CNBCIndonesia
Nvidia Akuisisi Groq Senilai US$ 20 Miliar, Strategi Kuasai Pasar Chip AI
Menginformasikan strategi Nvidia dalam mengakuisisi startup Groq untuk menjaga dominasi dan memperkuat posisinya di pasar chip AI yang kompetitif, serta menyoroti potensi risiko anti-persaingan dalam transaksi tersebut.
30 Des 2025, 20.30 WIB
131 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Nvidia melakukan akuisisi Groq untuk mengamankan posisi di pasar chip canggih.
- Kesepakatan ini bisa menjadi strategi untuk menghindari tuduhan anti-persaingan usaha.
- Nvidia terus memperkuat timnya dengan merekrut talenta dari startup lain untuk mendukung pengembangan teknologi AI.
Jakarta, Indonesia - Nvidia baru saja mengumumkan rencana mengakuisisi Groq, sebuah startup pengembang chip AI canggih yang bisa menjadi pesaing serius bagi produk Nvidia sendiri. Strategi ini dilakukan lewat kesepakatan lisensi non-eksklusif yang memungkinkan Groq tetap beroperasi secara independen sekaligus memberikan akses teknologi kepada Nvidia.
Deal akuisisi ini senilai US$ 20 miliar, nilai terbesar yang pernah dilakukan Nvidia sejak membeli Mellanox pada 2019 seharga US$ 7 miliar. Pendiri dan beberapa pejabat kunci Groq akan bergabung ke Nvidia untuk mengembangkan teknologi dengan lisensi yang dijual, namun Groq tetap berdiri sebagai perusahaan terpisah.
Analis menganggap langkah Nvidia adalah taktik bisnis untuk mengamankan posisi dominan dan mengurangi risiko kompetitor baru. Nvidia tengah mendapatkan banyak uang dari penjualan chip AI yang laku keras dan memiliki kas sebesar US$ 60,6 miliar pada akhir Oktober, sehingga mampu melakukan investasi besar seperti ini.
Meskipun kesepakatan ini dilabeli sebagai lisensi non-eksklusif, ada kekhawatiran dari para ahli mengenai potensi praktik bisnis anti-persaingan yang tersembunyi di balik strategi tersebut. Ini serupa dengan taktik perusahaan teknologi besar lain dalam mengakuisisi startup untuk menangkal kompetisi.
Keahlian Groq yang fokus pada kemampuan AI dalam pengambilan keputusan inference melengkapi kemampuan Nvidia yang lebih fokus pada pelatihan AI. Kombinasi ini diprediksi akan membuat Nvidia semakin menguasai pasar chip AI dan memperlebar jarak dengan pesaing di masa depan.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251230123513-37-698328/akal-bulus-manusia-rp-2700-triliun-biar-tak-punya-saingan
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251230123513-37-698328/akal-bulus-manusia-rp-2700-triliun-biar-tak-punya-saingan
Analisis Ahli
Stacy Rasgon
"Risiko utama dari akuisisi ini adalah potensi anti-persaingan, walaupun klaim lisensi non-eksklusif tampak memungkinkan kompetisi tetap ada."
Analisis Kami
"Mengakuisisi Groq adalah langkah cerdik Nvidia untuk tidak hanya menghilangkan ancaman potensial, tapi juga mendapatkan talenta dan teknologi unggul dalam inference AI. Namun, strategi ini bisa membatasi inovasi kompetitif di pasar chip AI jika tidak diawasi dengan ketat oleh regulator persaingan usaha."
Prediksi Kami
Nvidia kemungkinan akan semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar chip AI, sementara persaingan di industri chip kecerdasan buatan akan semakin ketat dan menunjukkan tren konsolidasi melalui akuisisi strategis perusahaan startup.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang diumumkan oleh Nvidia terkait akuisisi Groq?A
Nvidia mengumumkan pengucuran modal US$ 20 miliar untuk mencaplok Groq, sebuah startup pengembang chip canggih.Q
Mengapa Nvidia melakukan akuisisi Groq?A
Nvidia melakukan akuisisi Groq untuk mengamankan calon kompetitor dan memperkuat posisi dominasi di pasar AI.Q
Siapa yang akan bergabung dengan Nvidia setelah akuisisi?A
Pendiri dan CEO Groq, Johathan Ross, dan pejabat kunci lainnya akan bergabung dengan Nvidia.Q
Apa risiko yang disebutkan oleh analis terkait dengan akuisisi ini?A
Risiko yang disebutkan adalah terkait dengan anti-persaingan usaha meskipun kesepakatan ini bersifat non-eksklusif.Q
Apa keahlian utama Groq dalam pengembangan chip?A
Keahlian utama Groq adalah dalam inference, yaitu kemampuan AI untuk mengambil keputusan berdasarkan informasi baru.




