
Courtesy of TheJakartaPost
Otomatisasi Hybrid di Pabrik Cina: Menyeimbangkan Teknologi dan Tenaga Manusia
Artikel ini bertujuan menjelaskan bagaimana menghadapi tantangan implementasi otomatisasi di pabrik-pabrik Cina yang berbeda skala, khususnya mengenai keseimbangan antara teknologi dan peran manusia, serta dampaknya terhadap tenaga kerja dan bisnis.
14 Des 2025, 18.23 WIB
217 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Automasi dan robotika semakin diterapkan di pabrik-pabrik di China, tetapi keterlibatan manusia tetap penting.
- Perusahaan kecil menghadapi tantangan dalam mengadopsi teknologi canggih akibat keterbatasan finansial.
- Pemerintah China harus menyeimbangkan pengembangan teknologi dengan kebutuhan untuk mempertahankan lapangan pekerjaan.
Shanghai , China - China telah menjadi pasar terbesar untuk robot industri di dunia dan pemerintahnya tengah menginvestasikan miliaran dolar untuk mengembangkan teknologi robotika dan kecerdasan buatan. Meskipun begitu, banyak pabrik di China, terutama yang berskala kecil dan menengah, mengadopsi otomatisasi secara bertahap, dengan mesin dan manusia bekerja bersama-sama.
Di pabrik kendaraan otonom bernama Neolix, manusia masih berperan penting dalam proses produksi, terutama dalam pengambilan keputusan yang membutuhkan keahlian khusus, sementara robot menjalankan tugas-tugas yang membantu mengurangi beban kerja manusia. Teknologi ini memungkinkan kendaraan driverless diuji coba di lintasan yang disimulasikan dengan berbagai rintangan.
Sebaliknya, perusahaan kecil seperti Far East Precision Printing Company masih bergantung pada pekerja manusia karena keterbatasan dana dan teknis untuk mengadopsi otomatisasi penuh. Mereka baru mulai menggunakan software yang membantu memudahkan komunikasi dan monitoring kerja dalam pabrik, sebagai langkah awal menuju modernisasi.
Meskipun otomatisasi bisa memicu pengurangan tenaga kerja, pemerintah Cina harus menyeimbangkan dorongan untuk inovasi teknologi dengan kebutuhan sosial menjaga tingkat pekerjaan. Hal ini menjadi tantangan besar di tengah tekanan ekonomi dan kebutuhan bisnis yang terus berubah.
Para ahli dan pelaku industri sepakat bahwa masa depan pabrik akan menggunakan model hibrida di mana teknologi robotik dan tenaga manusia berkolaborasi untuk meningkatkan efisiensi produksi, memenuhi kebutuhan pelanggan, dan menjaga keberlanjutan bisnis secara seimbang.
Referensi:
[1] https://www.thejakartapost.com/business/2025/12/14/chinas-smaller-manufacturers-look-to-catch-the-automation-wave.html?utm_source=(direct)&utm_medium=channel_tech
[1] https://www.thejakartapost.com/business/2025/12/14/chinas-smaller-manufacturers-look-to-catch-the-automation-wave.html?utm_source=(direct)&utm_medium=channel_tech
Analisis Ahli
Ni Jun
"Teknologi dan otomatisasi penuh sudah memungkinkan, terutama untuk perusahaan besar, namun ada jurang digital yang besar antara perusahaan skala besar dan kecil."
Jacob Gunter
"Tekanan pemerintah akan meningkat untuk menjaga tingkat pekerjaan meskipun perusahaan lebih memilih mengurangi pekerja melalui otomatisasi."
Analisis Kami
"Transformasi industri di Cina menunjukkan bahwa meskipun teknologi maju, peran manusia masih sangat penting untuk keputusan yang memerlukan penilaian dan keterampilan khusus. Pengabaian aspek sosial dan bisnis dalam penerapan otomatisasi bisa berisiko menimbulkan masalah pengangguran dan ketimpangan digital yang lebih besar."
Prediksi Kami
Ke depan, penggunaan robot dan otomatisasi di Cina akan terus meningkat secara signifikan, namun sistem produksi hybrid yang menggabungkan manusia dan mesin akan tetap menjadi model dominan terutama di perusahaan kecil dan menengah.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang sedang dilakukan oleh perusahaan Neolix?A
Neolix memproduksi kendaraan otonom kecil untuk mengangkut paket di kota-kota di China.Q
Bagaimana pendekatan hybrid dalam automasi di pabrik?A
Pendekatan hybrid menggabungkan penggunaan teknologi otomatisasi dengan kehadiran manusia untuk keputusan yang memerlukan penilaian manusia.Q
Apa tantangan yang dihadapi oleh perusahaan kecil dalam mengadopsi teknologi?A
Perusahaan kecil sering menghadapi kendala finansial dan kesulitan dalam berinvestasi pada teknologi otomatisasi.Q
Apa dampak automasi terhadap pekerjaan di China?A
Automasi dapat menyebabkan pengurangan jumlah pekerjaan, yang menjadi tantangan bagi pemerintah untuk mempertahankan tingkat pengangguran.Q
Siapa yang mengamati dampak automasi terhadap industri di China?A
Jacob Gunter dari Mercator Institute for China Studies mengamati dampak automasi terhadap industri di China.


