Bill Gates Ungkap Solusi Inovatif Kurangi Emisi Lemak Hewan dan Minyak Sawit
Courtesy of CNBCIndonesia

Bill Gates Ungkap Solusi Inovatif Kurangi Emisi Lemak Hewan dan Minyak Sawit

Menginformasikan upaya mengurangi emisi gas rumah kaca dari produksi lemak hewan dan minyak sawit dengan teknologi alternatif yang ramah lingkungan, serta menyoroti kontribusi Indonesia terhadap perubahan iklim.

04 Jan 2026, 14.45 WIB
139 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Bill Gates menyoroti pentingnya mengurangi emisi gas rumah kaca untuk memerangi perubahan iklim.
  • Inovasi dalam produksi lemak alternatif dapat membantu mengurangi ketergantungan pada lemak hewan dan minyak sawit.
  • Produksi minyak sawit memiliki dampak lingkungan yang besar, dan perlu ada solusi yang lebih berkelanjutan.
Jakarta, Indonesia - Bill Gates memaparkan tanda-tanda kiamat akibat perubahan iklim yang disebabkan aktivitas manusia, termasuk produksi lemak hewan dan minyak sawit yang berkontribusi besar terhadap gas rumah kaca. Setiap tahun, 51 miliar ton gas rumah kaca dilepaskan, dan 7% berasal dari produksi lemak dari hewan dan tumbuhan.
Indonesia menjadi salah satu kontributor utama emisi ini karena penggundulan hutan untuk perkebunan minyak sawit, yang merusak keragaman hayati dan memperburuk pemanasan global. Pada 2018, emisi dari kehancuran hutan di Malaysia dan Indonesia mencapai 1,4% emisi global, setara dengan industri penerbangan dunia.
Gates menjelaskan bahwa konsumsi lemak hewan sulit dihilangkan karena penting bagi nutrisi manusia, tapi ada cara baru yang dikembangkan oleh startup Savor. Mereka memproduksi lemak dari karbon dioksida dan hidrogen tanpa emisi dan tanpa menyiksa hewan, dengan komposisi molekul serupa lemak hewan dan nabati.
Selain itu, produksi minyak sawit tradisional juga memicu kerusakan hutan dan emisi besar. Minyak sawit banyak digunakan di makanan dan produk sehari-hari karena murah dan serbaguna, tapi proses produksinya menimbulkan masalah lingkungan serius.
Sebuah startup lain, C16 Biosciences, mengembangkan alternatif minyak sawit dari mikroba ragi menggunakan fermentasi yang bebas emisi. Minyak ini secara kimiawi dan fungsional mirip minyak sawit konvensional, dan produksi dilakukan di laboratorium tanpa perlu lahan pertanian.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260104112915-37-699465/bill-gates-bawa-bawa-indonesia-beberkan-tanda-kiamat-bumi

Analisis Ahli

Greta Thunberg
"Solusi inovatif seperti yang dikembangkan oleh Savor dan C16 sangat penting, namun harus didukung oleh regulasi yang ketat untuk pengurangan emisi dan perlindungan hutan tropis."
Al Gore
"Inovasi di bidang bioengineering dan fermentasi mikroba bisa menjadi kunci utama untuk menyelesaikan krisis iklim, apalagi jika industri besar mau beralih ke teknologi yang berkelanjutan ini."

Analisis Kami

"Teknologi produksi lemak dan minyak dari sumber non-pertanian seperti Savor dan C16 merupakan solusi revolusioner yang dapat mengurangi dampak negatif industri pangan dan barang konsumen sehari-hari. Namun, tantangan utama adalah memastikan teknologi ini dapat diproduksi secara massal dengan biaya yang kompetitif agar dapat menggantikan industri minyak sawit dan lemak hewan yang sudah mapan."

Prediksi Kami

Dengan perkembangan teknologi produksi lemak dan minyak alternatif bebas emisi, di masa depan konsumsi lemak hewan dan minyak sawit konvensional bisa berkurang drastis, sehingga membantu mengurangi dampak perubahan iklim dan kerusakan lingkungan global.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dikemukakan Bill Gates mengenai gas rumah kaca?
A
Bill Gates menyebutkan bahwa aktivitas di Bumi menghasilkan 51 miliar ton gas rumah kaca setiap tahun, di mana 7% berasal dari produksi lemak dan minyak.
Q
Apa solusi yang ditawarkan Savor untuk mengurangi emisi dalam produksi lemak?
A
Savor menciptakan lemak tanpa emisi dengan menggunakan karbondioksida dan hidrogen dari air dalam prosesnya.
Q
Mengapa minyak sawit dikritik oleh Bill Gates?
A
Minyak sawit dikritik karena proses produksinya yang menyebabkan deforestasi dan emisi yang signifikan, berdampak buruk pada lingkungan.
Q
Apa yang dilakukan C16 Biosciences dalam konteks minyak sawit?
A
C16 Biosciences mengembangkan alternatif minyak sawit menggunakan mikroba ragi yang tidak menghasilkan emisi.
Q
Apa dampak dari pembakaran hutan terhadap perubahan iklim?
A
Pembakaran hutan menghasilkan emisi yang besar dan meningkatkan suhu, berkontribusi pada perubahan iklim yang merusak.