BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi Awal Januari 2026
Courtesy of CNBCIndonesia

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi Awal Januari 2026

Memberikan informasi dan peringatan dini cuaca ekstrem agar masyarakat dan pemerintah daerah dapat mengambil langkah antisipasi guna mengurangi risiko bencana akibat cuaca buruk.

05 Jan 2026, 13.00 WIB
210 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • BMKG memperingatkan peningkatan curah hujan yang signifikan di Indonesia hingga awal Januari 2026.
  • Siklon Tropis IGGY berpotensi mempengaruhi cuaca di wilayah Banten, Jakarta, dan Jawa.
  • Wilayah dengan risiko hujan lebat dan gelombang tinggi termasuk Aceh, NTT, dan Kalimantan Utara.
Jakarta, Indonesia - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan laporan mengenai potensi peningkatan cuaca ekstrem di beberapa wilayah Indonesia selama periode 2-8 Januari 2026. Fenomena atmosfer seperti siklon tropis IGGY dan sirkulasi siklonik diperkirakan memengaruhi curah hujan dan kondisi laut di banyak daerah.
Siklon Tropis IGGY yang berada di Samudra Hindia selatan Jawa diperkirakan akan membawa dampak tidak langsung berupa peningkatan curah hujan di wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta. Selain itu, gelombang laut dengan tinggi 2,5 sampai 4 meter diprediksi terjadi di beberapa perairan barat dan selatan Indonesia.
Sirkulasi siklonik di Kalimantan Utara juga menjadi faktor yang memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi angin, khususnya dari Sulawesi Tengah hingga Kalimantan Utara. Kondisi ini sangat mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut serta beberapa daerah lain seperti Aceh dan Bengkulu.
Suhu muka laut yang relatif hangat juga menambah pasokan uap air ke atmosfer, khususnya di beberapa perairan strategis di Indonesia. Hal ini dapat menyebabkan pembentukan awan hujan konvektif dengan intensitas lebih tinggi, meningkatkan potensi hujan deras di wilayah pesisir dan sekitarnya.
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk tiga hari ke depan mulai 5 Januari 2026. Beberapa wilayah harus waspada terhadap hujan sedang hingga lebat dan angin kencang, sementara beberapa daerah lainnya berada dalam status siaga untuk hujan sangat lebat yang berpotensi menyebabkan banjir dan kerusakan.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260105114535-37-699675/waspada-hujan-lebat-angin-kencang-hantam-ri-cek-peringatan-bmkg

Analisis Ahli

Ahmad Ridwan (Ahli Meteorologi)
"Pergerakan siklon IGGY dan sirkulasi siklonik di Kalimantan Utara merupakan kombinasi faktor alami yang secara signifikan memengaruhi pola cuaca di Indonesia pada awal tahun. Penanganan dini sangat penting untuk mengurangi risiko kerusakan akibat kondisi cuaca ekstrem ini."

Analisis Kami

"Fenomena siklon dan pola angin yang sedang aktif menunjukkan dinamika atmosfer yang kompleks dan rentan memicu bencana hidrometeorologi. Masyarakat dan pemerintah daerah perlu mempersiapkan mitigasi dan respon cepat untuk mengurangi dampak yang mungkin terjadi, terutama di daerah rawan banjir dan tanah longsor."

Prediksi Kami

Potensi cuaca buruk berupa hujan lebat dan angin kencang kemungkinan besar akan meningkat di sejumlah wilayah Indonesia, berisiko menyebabkan banjir dan kerusakan infrastruktur selama awal Januari 2026.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang diingatkan oleh BMKG mengenai cuaca di Indonesia?
A
BMKG mengingatkan potensi peningkatan cuaca signifikan di sejumlah wilayah Indonesia hingga 8 Januari 2026.
Q
Siklon Tropis IGGY berada di mana dan apa dampaknya?
A
Siklon Tropis IGGY terpantau berada di Samudra Hindia selatan Jawa dan diprediksi dapat menyebabkan peningkatan curah hujan di beberapa wilayah.
Q
Wilayah mana saja yang diprediksi mengalami hujan lebat?
A
Wilayah yang diprediksi mengalami hujan lebat antara lain Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta.
Q
Apa yang dimaksud dengan sirkulasi siklonik yang diamati di Kalimantan Utara?
A
Sirkulasi siklonik di Kalimantan Utara diperkirakan akan memicu terbentuknya daerah perlambatan angin dan pertemuan angin.
Q
Apa saja faktor yang mempengaruhi peningkatan curah hujan?
A
Faktor yang mempengaruhi peningkatan curah hujan termasuk dinamika atmosfer, suhu muka laut yang hangat, dan keberadaan sirkulasi siklonik.