
Courtesy of CNBCIndonesia
Lubang Raksasa Muncul di Sawah Sumbar, BPBD Minta Masyarakat Waspada
Memberikan informasi terkini tentang fenomena sinkhole yang muncul di Nagari Situjuah Batua dan memberikan himbauan keselamatan kepada masyarakat agar menjauh dari lokasi berbahaya guna mencegah kecelakaan.
08 Jan 2026, 08.20 WIB
77 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Fenomena sinkhole di Nagari Situjua Batua merupakan kejadian yang sering terjadi di daerah batu kapur.
- BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area yang berbahaya dan menjaga keselamatan.
- Pentingnya penanganan segera untuk mencegah kecelakaan akibat sinkhole yang muncul.
Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Indonesia - Fenomena lubang tanah besar atau sinkhole kembali muncul di Nagari Situjuah Batua, Sumatera Barat, tepatnya di lahan persawahan milik warga. Lubang ini pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang mendengar suara gemuruh seperti ledakan. Ukuran lubang sangat besar dengan panjang sekitar 10 meter, lebar 7 meter, dan kedalaman mencapai 5,7 meter bahkan sampai 20 meter di bagian airnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota sudah turun tangan dengan memasang garis polisi di sekitar lubang untuk membatasi akses masyarakat agar tidak mendekat dan terhindar dari bahaya. BPBD juga terus mengimbau warga agar mematuhi himbauan tersebut demi keselamatan bersama.
Menurut Ahli Geologi, Ade Edward, fenomena ini bukan hal baru di wilayah Situjuah Batua yang berbatu kapur. Batu kapur sangat mudah larut jika terkena air hujan. Hal ini membuat batuan mengalami retakan dan akhirnya membentuk lubang besar seperti yang terjadi saat ini. Warga setempat mengenal kejadian ini sebagai fenomena 'Sawah Luluih'.
Ade Edward menyarankan pemerintah dan masyarakat untuk segera menutup lubang tersebut dengan material tanah, pasir, batu, atau pengecoran agar tidak membahayakan warga dan mencegah kemunculan lubang serupa. Dengan cara ini, potensi kecelakaan akibat lubang yang mendalam dapat dihindari.
Kejadian ini menghebohkan warga Jorong Tepi dan sekitarnya, karena lubang muncul di tengah lahan sawah yang dikelola seorang petani bernama Adrolmios. Sejak muncul, diameter lubang semakin membesar, dan keberadaan air dalam lubang mencapai kedalaman sekitar 20 meter menambah kekhawatiran masyarakat tentang risiko yang ditimbulkan.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260108081345-37-700520/tanah-dekat-sinkhole-sumbar-terus-bergerak-bpbd-pesan-ke-warga
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260108081345-37-700520/tanah-dekat-sinkhole-sumbar-terus-bergerak-bpbd-pesan-ke-warga
Analisis Ahli
Ade Edward
"Sinkhole ini adalah fenomena yang biasa terjadi di daerah batu kapur karena sifat batuannya yang mudah larut, dan sudah lama dikenal oleh penduduk setempat dengan istilah Sawah Luluih. Penanganan segera sangat perlu untuk menghindari kecelakaan serius."
Analisis Kami
"Fenomena ini merupakan akibat alami dari kondisi geologis kawasan batu kapur yang memang rentan terhadap pelarutan dan pembentukan lubang tanah. Penanganan segera dengan penutupan lubang dan evaluasi risiko di sekitar wilayah ini sangat penting agar tidak menimbulkan korban atau kerugian materi yang lebih besar."
Prediksi Kami
Jika tidak dilakukan penanganan sigap seperti penutupan lubang dan edukasi kepada masyarakat, kemungkinan sinkhole akan semakin meluas dan berpotensi menyebabkan kecelakaan serta kerusakan lahan pertanian lebih jauh.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang terjadi di Nagari Situjua Batua?A
Di Nagari Situjua Batua, terjadi fenomena sinkhole yang menyebabkan lubang besar muncul di lahan persawahan.Q
Siapa yang memberikan imbauan kepada masyarakat terkait sinkhole?A
Imbauan kepada masyarakat terkait sinkhole diberikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota.Q
Apa penyebab terjadinya sinkhole di daerah tersebut?A
Sinkhole terjadi karena sifat batuan kapur yang mudah larut saat terkena air hujan, menciptakan retakan dan lubang besar.Q
Apa ukuran dari sinkhole yang muncul di sawah Adrolmios?A
Ukuran sinkhole tersebut mencapai panjang 10 meter, lebar 7 meter, dan kedalaman 5,7 meter.Q
Siapa yang pertama kali mengetahui terjadinya fenomena ini?A
Mak Etek Uwid adalah orang pertama yang mengetahui terjadinya fenomena ini saat bekerja di sekitar lokasi.


