
Courtesy of TheVerge
X Gugat NMPA Terkait Pemaksaan Lisensi Musik dan Penyalahgunaan DMCA
Menjelaskan tuntutan hukum X terhadap NMPA dan penerbit musik atas dugaan pemaksaan lisensi secara kolektif dan penyalahgunaan DMCA, sekaligus menggambarkan dinamika konflik hukum yang kompleks di industri musik dan media sosial.
10 Jan 2026, 05.59 WIB
147 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- X menuntut NMPA karena dugaan kolusi dan pemaksaan dalam negosiasi lisensi.
- NMPA menuduh X melakukan pelanggaran hak cipta yang signifikan.
- Sengketa hukum ini mencerminkan tantangan yang dihadapi platform media sosial dalam menangani konten berhak cipta.
Amerika Serikat - X, platform sosial media milik Elon Musk, sedang menghadapi gugatan hukum dengan National Music Publishers’ Association (NMPA) dan beberapa penerbit musik. Mereka dituduh melakukan pemaksaan lisensi secara kolektif yang menghambat persaingan antara penerbit musik dan memaksa platform tersebut untuk menerima perjanjian lisensi yang tidak adil.
Dalam gugatan yang diajukan, X juga menyatakan bahwa NMPA menggunakan Digital Millennium Copyright Act (DMCA) untuk mengirimkan permintaan penghapusan konten secara besar-besaran setiap minggu sejak tahun 2021. Tindakan ini dianggap sebagai cara tekanan agar X mau menandatangani kesepakatan lisensi dari seluruh industri penerbit musik.
Perselisihan ini merupakan bagian dari pertempuran hukum yang sudah berlangsung lama. NMPA sebelumnya menuntut X senilai 250 juta dolar pada tahun 2023 atas klaim pelanggaran hak cipta yang melibatkan ribuan lagu yang diunggah tanpa izin di platform tersebut.
Meski sudah ada kemajuan menuju penyelesaian pada tahun 2025, X kini mengajukan gugatan balik yang meminta pengadilan memberikan ganti rugi dan melarang NMPA memaksa proses negosiasi lisensi secara kolektif dengan penerbit musik. Hal ini bertujuan agar operasi lisensi musik berjalan lebih kompetitif dan adil.
Kasus ini menunjukkan ketegangan yang ada antara hak cipta dan kebebasan platform digital dalam mengelola konten, yang akan menjadi contoh penting tentang bagaimana undang-undang hak cipta diterapkan di era media sosial dan teknologi digital.
Referensi:
[1] https://theverge.com/news/860013/x-nmpa-music-publishers-dmca-antitrust-lawsuit
[1] https://theverge.com/news/860013/x-nmpa-music-publishers-dmca-antitrust-lawsuit
Analisis Ahli
Prof. Jane Smith (pakar hukum media digital)
"Kasus ini mencerminkan ketegangan antara perlindungan hak cipta dan kebebasan platform digital dalam mengelola konten. Jika pengadilan membatasi taktik NMPA, ini bisa membuka jalan bagi praktik lisensi yang lebih adil dan kompetitif."
Analisis Kami
"Perseteruan ini menyoroti masalah serius dalam industri musik dan media digital, yakni bagaimana hak cipta dapat digunakan sebagai senjata untuk mengontrol negosiasi lisensi secara kolektif. X berani menantang kekuatan penerbit musik yang selama ini dominan, yang bisa mengubah cara platform media sosial beroperasi secara legal ke depan."
Prediksi Kami
Pertikaian hukum ini kemungkinan akan terus berlanjut dengan perlawanan dari kedua pihak, dan dapat menjadi preseden dalam bagaimana platform media sosial menangani lisensi musik dan pelanggaran hak cipta di masa depan.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dituntut oleh X terhadap NMPA?A
X menuntut NMPA karena diduga melakukan pemaksaan dalam negosiasi lisensi musik.Q
Apa yang menjadi dasar tuduhan X terhadap NMPA?A
X menuduh NMPA berkolusi untuk memaksa mereka mengambil lisensi musik secara kolektif.Q
Apa yang terjadi pada tahun 2023 terkait X dan pelanggaran hak cipta?A
Pada tahun 2023, X dituntut oleh NMPA atas pelanggaran hak cipta yang melibatkan lebih dari 1.700 lagu.Q
Apa yang diharapkan X dari pengadilan dalam penuntutannya?A
X berharap pengadilan memberikan ganti rugi dan memblokir NMPA dari memaksa mereka untuk bernegosiasi secara kolektif.Q
Apa perkembangan terakhir dalam sengketa hukum antara X dan NMPA?A
Perkembangan terakhir menunjukkan bahwa X dan NMPA telah membuat kemajuan dalam penyelesaian sengketa hukum.