Peretasan Betterment: Data Pelanggan Bocor, Waspada Penipuan Crypto
Courtesy of TechCrunch

Peretasan Betterment: Data Pelanggan Bocor, Waspada Penipuan Crypto

Memberikan informasi mengenai serangan peretasan yang terjadi pada Betterment, jenis data yang terekspos, tindakan yang diambil oleh perusahaan, serta peringatan kepada pelanggan agar waspada terhadap pesan penipuan yang dikirim oleh pelaku.

13 Jan 2026, 01.14 WIB
290 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Betterment mengalami pelanggaran keamanan yang mengakibatkan akses ke informasi pribadi pelanggan.
  • Peretas menggunakan metode sosial engineering untuk melakukan serangan.
  • Betterment berkomitmen untuk menyelidiki insiden dan telah memberi tahu pelanggan yang terkena dampak.
tidak disebutkan, Amerika Serikat - Betterment, platform investasi otomatis, mengalami serangan hacker pada 9 Januari yang mengakibatkan beberapa data pribadi pelanggan bocor. Hacker menggunakan metode rekayasa sosial dengan memanfaatkan platform pihak ketiga yang dipakai oleh perusahaan untuk pemasaran dan operasional.
Data pelanggan yang berhasil diakses meliputi nama, alamat email, alamat pos, nomor telepon, dan tanggal lahir. Data ini cukup sensitif dan berpotensi disalahgunakan untuk kejahatan dunia maya, termasuk penipuan dan pencurian identitas.
Hacker kemudian mengirim pesan palsu kepada beberapa pengguna Betterment yang menjanjikan tiga kali lipat nilai investasi crypto mereka jika mengirimkan uang sebesar Rp 167.00 juta ($10,000 k) e dompet digital yang dikendalikan pelaku. Pesan ini merupakan upaya penipuan yang berbahaya bagi para pelanggan.
Betterment segera mendeteksi serangan itu dan langsung mencabut akses tidak sah. Perusahaan juga melibatkan perusahaan keamanan siber untuk melakukan investigasi lebih dalam dan menghubungi pelanggan yang menjadi sasaran untuk memperingatkan agar mengabaikan pesan tersebut.
Menurut Betterment, tidak ada akun pelanggan yang berhasil diakses dan password atau data login lainnya tidak tercuri. Namun, mereka menjaga kerahasiaan jumlah pelanggan yang terdampak dan situs resmi mereka untuk insiden ini sengaja dibuat tidak mudah ditemukan melalui mesin pencari.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2026/01/12/fintech-firm-betterment-confirms-data-breach-after-hackers-send-fake-crypto-scam-notification-to-users/

Analisis Ahli

Brian Krebs (Analis Keamanan Siber)
"Serangan rekayasa sosial semakin menjadi titik lemah utama dalam keamanan siber perusahaan modern, dan kasus Betterment ini menunjukkan pentingnya edukasi karyawan serta pengawasan platform pihak ketiga yang digunakan."

Analisis Kami

"Insiden ini menegaskan bahwa celah keamanan tidak selalu berasal dari akses langsung ke sistem utama, tapi bisa juga melalui integrasi dengan platform pihak ketiga yang kurang terlindungi. Betterment harus segera memperbaiki sistem verifikasi dan komunikasi internalnya untuk mencegah terulangnya serangan rekayasa sosial yang berbahaya bagi kepercayaan pelanggan."

Prediksi Kami

Serangan serupa kemungkinan akan meningkat dengan metode rekayasa sosial yang semakin canggih, sehingga perusahaan investasi online wajib meningkatkan protokol keamanan dan transparansi informasi kepada pelanggan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang terjadi pada Betterment?
A
Betterment mengalami peretasan yang mengakibatkan akses ke informasi pribadi pelanggan.
Q
Bagaimana peretas berhasil mengakses sistem Betterment?
A
Peretas berhasil mengakses sistem melalui serangan sosial engineering yang melibatkan platform pihak ketiga.
Q
Apa informasi pribadi yang berhasil diambil oleh peretas?
A
Informasi yang diambil termasuk nama, alamat email, alamat pos, nomor telepon, dan tanggal lahir.
Q
Apa yang dilakukan Betterment setelah mendeteksi serangan?
A
Setelah mendeteksi serangan, Betterment segera mencabut akses tidak sah dan meluncurkan penyelidikan menyeluruh.
Q
Apakah ada akun pelanggan yang diakses oleh peretas?
A
Tidak, Betterment menyatakan bahwa tidak ada akun pelanggan yang diakses dan tidak ada kredensial login yang terkompromikan.