Bluspark Global Terancam Setelah Celah Keamanan Besar Terbuka Selama Berbulan-bulan
Courtesy of TechCrunch

Bluspark Global Terancam Setelah Celah Keamanan Besar Terbuka Selama Berbulan-bulan

Membuka kesadaran tentang kerentanan keamanan besar di platform pengiriman penting yang dapat dieksploitasi untuk pencurian dan manipulasi pengiriman, serta menyoroti pentingnya kebijakan pelaporan bug yang jelas untuk pelaku industri guna melindungi data dan logistik pelanggan.

14 Jan 2026, 22.40 WIB
313 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Perusahaan teknologi pengiriman perlu mengutamakan keamanan siber untuk melindungi data pelanggan.
  • Komunikasi yang jelas antara peneliti keamanan dan perusahaan sangat penting untuk mengatasi kerentanan.
  • Penggunaan praktik keamanan yang baik, seperti tidak menggunakan kata sandi dalam teks biasa, dapat mencegah akses tidak sah.
New York, Amerika Serikat - Dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan teknologi pengiriman Bluspark Global menghadapi masalah besar ketika peneliti keamanan menemukan celah yang memungkinkan akses tidak terbatas ke data pelanggan yang secara global melacak jutaan pengiriman. Celah ini sangat serius, karena memaparkan informasi sejak lebih dari satu dekade lalu tanpa adanya enkripsi kata sandi yang memadai.
Peneliti bernama Eaton Zveare menemukan celah tersebut setelah mengamati bahwa API (antarmuka pemrograman aplikasi) yang digunakan perusahaan tidak memerlukan autentikasi untuk mengakses data penting. Bahkan, dengan API ini, siapa pun dapat membuat akun dengan akses administrator, membuka potensi pengambilalihan penuh sistem logistik.
Upaya Zveare untuk memberi tahu Bluspark mengenai masalah ini mengalami hambatan akibat tidak adanya kontak resmi yang mudah dijangkau di perusahaan. Setelah berulang kali mencoba menghubungi tanpa tanggapan, ia akhirnya melibatkan media TechCrunch agar masalah ini dapat segera diperbaiki sebelum disalahgunakan.
Setelah mendapat tekanan dari media, Bluspark merespons melalui kuasa hukum dan mengakui adanya celah tersebut serta telah memperbaiki lima kerentanan utama. Perusahaan juga berniat menggandeng pihak ketiga untuk melakukan audit keamanan dan merencanakan program pelaporan bug resmi di masa depan.
Situasi ini menyoroti pentingnya perlindungan data dan sistem dalam industri logistik yang sangat bergantung pada teknologi digital. Kegagalan Bluspark menunjukkan bahwa banyak perusahaan perlu meningkatkan kesadaran dan sistem keamanan mereka untuk mencegah dampak buruk yang lebih besar di masa depan.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2026/01/14/us-cargo-tech-company-publicly-exposed-its-shipping-systems-and-customer-data-to-the-web/

Analisis Ahli

Bruce Schneier
"Kisah ini adalah contoh klasik bagaimana perusahaan yang mendukung sistem kritikal sering mengabaikan prinsip dasar keamanan, seperti enkripsi kata sandi dan autentikasi API, yang dapat diatasi dengan langkah-langkah sederhana namun efektif."
Katie Moussouris
"Ketiadaan jalur komunikasi bagi peneliti keamanan menunjukkan perusahaan belum menghargai komunitas yang sangat penting dalam mengidentifikasi dan mencegah kerentanan keamanan."
Mikko Hypponen
"Perusahaan-perusahaan teknologi transportasi harus memahami bahwa keamanan adalah aspek fundamental yang harus diintegrasikan sejak awal, bukan perbaikan setelah masalah ditemukan."

Analisis Kami

"Kejadian ini mengungkapkan betapa rentannya infrastruktur digital dalam sektor logistik yang krusial bagi rantai pasokan global. Bluspark seharusnya sudah punya mekanisme respons keamanan yang solid; kegagalannya menunjukkan kurangnya kesadaran atas risiko besar yang bisa mengakibatkan kerugian finansial dan reputasi parah."

Prediksi Kami

Jika perusahaan teknologi pengiriman dan logistik tidak segera mengadopsi protokol keamanan yang ketat serta jalur komunikasi terbuka bagi peneliti keamanan, serangan siber yang merugikan dan pencurian logistik akan semakin meningkat dan merusak kepercayaan di industri global.