2026: Konten yang Berantakan dan Otentik Jadi Raja Baru Media Sosial
Courtesy of Forbes

2026: Konten yang Berantakan dan Otentik Jadi Raja Baru Media Sosial

Menjelaskan bahwa pada tahun 2026, keaslian dan ketidaksempurnaan dalam konten akan menjadi kunci keberhasilan karena AI membuat konten ‘sempurna’ menjadi biasa dan tidak menarik.

16 Jan 2026, 02.30 WIB
78 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Kualitas produksi konten menjadi kurang penting dibandingkan dengan keaslian dan kemanusiaan.
  • Kreator yang menunjukkan ketidaksempurnaan dalam kontennya dapat menarik lebih banyak perhatian dan membangun kepercayaan dengan audiens.
  • Strategi pemasaran yang tidak konvensional dapat menghasilkan hasil yang mengejutkan dan menarik di media sosial.
global - Selama lima tahun terakhir, tren konten video pendek sangat menekankan pada editing yang sempurna untuk menarik perhatian penonton. Kreator berusaha keras untuk menghilangkan jeda, mengedit dengan ritme tepat, dan memasukkan berbagai efek agar konten mereka begitu menarik. Namun, kemajuan AI sekarang membuat semua orang bisa membuat konten dengan kualitas produksi tinggi secara gampang dan cepat.
Dengan kemampuan AI mengedit secara otomatis dan sempurna, feed media sosial dipenuhi konten yang sangat mirip satu sama lain. Produksi yang tadinya jadi keunggulan kreator kini malah jadi kebisingan. Semua konten terlihat seperti film produksi besar, sehingga penonton mulai merasa bosan dan kehilangan minat.
Fenomena ini membuka ruang bagi konten yang lebih manusiawi dan otentik. Kreator seperti Jordan Howlett dan Sam Sulek yang menampilkan video dengan editing ringan, atau kesalahan kecil, justru menarik perhatian besar karena terasa nyata dan relatable. Kesalahan, jeda, atau gangguan menjadi bukti bahwa konten itu asli dan bukan hasil manipulasi sempurna.
Bahkan perusahaan besar seperti Duolingo mulai mengadopsi gaya konten yang lebih liar dan tidak sempurna. Mereka memberikan kebebasan kepada tim sosial media muda untuk membuat konten yang kocak dan tidak biasa, sehingga bisa menarik jutaan pengikut. Ini menandai perubahan pendekatan marketing di dunia digital yang kini mengedepankan otentisitas.
Ke depan, tren konten akan semakin menekankan keaslian dan ketidaksempurnaan sebagai keunggulan kompetitif. AI membuat konten sempurna jadi melimpah dan kurang bernilai, sehingga kreator dan brand akan bersaing dengan memperlihatkan sisi manusianya yang apa adanya demi membangun kepercayaan dan keterikatan dengan audiens.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/taylorreilly/2026/01/15/why-the-most-viral-creators-are-making-their-content-worse/

Analisis Ahli

Adam Mosseri
"Dalam dunia yang penuh konten dan ketidakpastian, kreator yang bisa menjaga kepercayaan dengan kejujuran dan konsistensi akan unggul."

Analisis Kami

"Transformasi ini menandai fase baru di dunia konten digital di mana keaslian manusia lebih dihargai daripada produksi mewah. Kreator yang mampu berani menampilkan sisi nyata dan kasar mereka akan memimpin pasar karena penonton kini jenuh dengan kesempurnaan artifisial."

Prediksi Kami

Ke depannya, tren konten sosial media akan bergeser ke arah konten yang lebih manusiawi dan autentik, dengan ketidaksempurnaan sebagai nilai jual utama, sementara konten yang terlalu sempurna dan mulus akan ditinggalkan oleh penonton.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dimaksud dengan konten yang 'buruk' di tahun 2026?
A
Konten yang 'buruk' di tahun 2026 merujuk pada konten yang tidak sempurna dan lebih otentik, yang menunjukkan kemanusiaan di balik pembuatan konten.
Q
Mengapa produksi konten yang sempurna menjadi membosankan?
A
Produksi konten yang sempurna menjadi membosankan karena semua orang dapat membuat konten berkualitas tinggi, sehingga menghasilkan kebisingan seragam di media sosial.
Q
Siapa saja kreator yang disebutkan dalam artikel ini dan apa yang membuat mereka unik?
A
Kreator yang disebutkan adalah Tom Sharpe, Sam Sulek, dan Jordan Howlett. Mereka unik karena konten mereka menonjolkan keaslian dan ketidaksempurnaan, yang lebih relatable bagi audiens.
Q
Apa yang dilakukan Duolingo untuk menarik perhatian di media sosial?
A
Duolingo menarik perhatian di media sosial dengan menyerahkan kendali akun TikTok kepada seorang anak muda yang membuat konten yang lucu dan tidak biasa, menjadikan merek mereka lebih manusiawi.
Q
Apa prediksi Adam Mosseri tentang masa depan konten di media sosial?
A
Adam Mosseri memprediksi bahwa konten yang otentik dan transparan akan lebih menonjol di dunia yang penuh dengan keraguan dan konten yang berlebihan.