
Courtesy of Forbes
Cara Tepat Terapis Menganalisis Chat AI Klien untuk Terapi Efektif
Menjelaskan cara terbaik bagi terapis untuk secara klinis menganalisis percakapan AI klien dalam konteks kesehatan mental, guna memperkuat proses terapi dan merespon kenyataan berkembangnya penggunaan AI dalam konsultasi kesehatan mental.
16 Jan 2026, 15.15 WIB
156 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Penggunaan AI dalam kesehatan mental semakin umum dan tidak dapat diabaikan oleh terapis.
- Terapis harus secara etis dan kritis menganalisis obrolan AI untuk memfasilitasi proses terapi.
- Pendekatan yang seimbang antara analisis obrolan AI dan interaksi langsung dengan klien sangat penting dalam terapi.
tidak disebutkan - Saat ini, semakin banyak klien terapi yang membawa percakapan mereka dengan AI generatif seperti ChatGPT dan GPT-5 untuk didiskusikan dalam sesi terapi. Hal ini muncul karena banyak orang menggunakan AI untuk mendapatkan saran kesehatan mental dengan mudah dan kapan saja. Namun, tidak semua terapis mau terlibat dalam pembahasan chat AI tersebut, yang bisa memperburuk komunikasi antara terapis dan klien.
Sebagian terapis melarang penggunaan AI dalam konteks kesehatan mental, tapi klien tetap menggunakan AI secara diam-diam. Oleh karena itu, terapis disarankan untuk menerima kenyataan bahwa AI sudah menjadi bagian dari proses kesehatan mental dan penting untuk memeriksa chat AI dengan izin klien secara tertulis agar hubungan terapetik tetap terbuka dan jujur.
Untuk menganalisis chat AI, terapis tidak disarankan melakukannya langsung saat sesi, melainkan mempelajari transkrip di luar sesi agar bisa fokus mengevaluasi isi secara mendalam. Pada sesi terapi, topik AI sebaiknya hanya digunakan sebagai tambahan, bukan fokus utama, agar interaksi antar pasien dan terapis tetap menjadi pusat perhatian.
Metode analisis disarankan dengan tiga lapis, yaitu melihat isi prompt klien untuk menilai emosi dan pola pikirnya, menilai respons AI untuk melihat batasan dan pesan yang disampaikan, serta menilai keseluruhan dialog sebagai satu kesatuan.co-konstruksi antara klien dan AI. Hal ini membantu terapis memahami dinamika penggunaan AI dan potensi risiko seperti pembentukan delusi bersama AI.
Selain itu, terapis perlu waspada bahwa chat AI bisa saja tidak asli atau telah diedit klien, dan memahami AI chat sebagai artefak perilaku yang bisa memiliki maksud tertentu. Penggunaan AI untuk menganalisis chat harus berhati-hati agar tidak merusak kepercayaan dan menjaga kerahasiaan klien. Terapis perlu menyiapkan checklist agar proses analisis berjalan sistematis dan komprehensif.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/lanceeliot/2026/01/16/the-right-way-for-therapists-to-clinically-analyze-ai-chats-of-their-clients-mental-health-thoughts/
[1] https://www.forbes.com/sites/lanceeliot/2026/01/16/the-right-way-for-therapists-to-clinically-analyze-ai-chats-of-their-clients-mental-health-thoughts/
Analisis Ahli
Dr. John Torous
"Menyatakan bahwa AI bisa menjadi alat bantu yang efektif dalam terapi jika digunakan dengan pengawasan klinis yang ketat."
Prof. Rosalind Picard
"Menekankan pentingnya pengembangan AI khusus kesehatan mental yang beretika dan transparan dalam interaksi dengan pengguna."
Analisis Kami
"Pengabaian peran AI oleh terapis justru menghambat efektivitas terapi di masa depan karena klien sudah merangkul AI dalam keseharian mereka. Terapis yang adaptif dan proaktif dalam mengintegrasikan analisis chat AI akan mampu membangun hubungan terapeutik yang lebih kuat dan relevan."
Prediksi Kami
Terapi akan bertransformasi menjadi kolaborasi tiga arah antara terapis, klien, dan AI, di mana AI menjadi elemen permanen yang tidak bisa dihindari dalam proses kesehatan mental.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa peran AI dalam kesehatan mental menurut artikel ini?A
AI berperan sebagai penasihat kesehatan mental yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja, dengan banyak orang menggunakannya untuk mendapatkan saran.Q
Mengapa beberapa terapis menolak untuk mengevaluasi obrolan AI?A
Beberapa terapis menolak untuk mengevaluasi obrolan AI karena mereka percaya bahwa itu berada di luar lingkup praktik mereka dan dapat mengganggu hubungan terapeutik.Q
Bagaimana cara yang disarankan untuk menganalisis transkrip obrolan AI?A
Disarankan untuk menggunakan pendekatan tiga lapis dalam menganalisis transkrip obrolan AI, dengan fokus pada pertanyaan klien, tanggapan AI, dan keseluruhan dialog.Q
Apa saja risiko yang terkait dengan penggunaan AI untuk kesehatan mental?A
Risiko termasuk saran yang tidak sesuai dari AI, potensi membingungkan klien tentang otoritas terapis, dan masalah privasi.Q
Mengapa penting bagi terapis untuk memahami penggunaan AI oleh klien?A
Penting bagi terapis untuk memahami penggunaan AI agar dapat beradaptasi dengan realitas klien dan menjaga hubungan terapeutik yang sehat.




