Waspada Penipuan LinkedIn: Hati-hati Link Palsu dan Pencurian Akun
Courtesy of Forbes

Waspada Penipuan LinkedIn: Hati-hati Link Palsu dan Pencurian Akun

Memberikan peringatan kepada pengguna LinkedIn agar mewaspadai serangan penipuan yang menyamar sebagai peringatan pelanggaran kebijakan, untuk melindungi akun mereka dari pencurian data dan akses tidak sah.

16 Jan 2026, 22.42 WIB
113 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Pengguna LinkedIn harus waspada terhadap serangan penipuan yang menggunakan pemalsuan merek.
  • Penting untuk memeriksa tautan sebelum mengkliknya, terutama yang menggunakan URL pendek.
  • LinkedIn berusaha mengambil tindakan terhadap perilaku mencurigakan yang dilaporkan oleh pengguna.
tidak disebutkan, tidak diketahui - Dalam beberapa pekan terakhir, pengguna media sosial menghadapi gelombang serangan siber yang menargetkan berbagai platform. Instagram dan Facebook sudah mengalami berbagai upaya pembobolan akun dengan metode canggih. Kini, pengguna LinkedIn yang berjumlah sekitar 1,2 miliar juga menjadi target serangan yang berbahaya.
Serangan ini menggunakan pesan balasan yang tampak resmi dari LinkedIn, yang memperingatkan pelanggaran kebijakan. Namun, sebenarnya pesan ini hanya metode untuk mengelabui pengguna agar mengklik tautan yang membawa mereka ke situs palsu untuk mencuri kata sandi akun mereka.
Pelaku serangan memanfaatkan URL singkat resmi LinkedIn, lnkd.in, yang membuat tautan phishing tersebut sulit dikenali sebagai berbahaya. Taktik ini sangat licik karena pengguna merasa tautan yang diikuti benar-benar berasal dari LinkedIn, sehingga lebih mudah tertipu.
Menurut seorang analis keamanan dari Huntress, Michael Tigges, sangat penting untuk selalu waspada terutama terhadap pesan yang mengandung tautan pendek dan mengklaim ada pelanggaran atau tindakan penting terhadap akun. Komunikasi resmi biasanya lewat email terverifikasi atau melalui panel kontrol akun.
LinkedIn menyadari ancaman ini dan sedang mengupayakan tindakan untuk mengatasi masalahnya. Mereka juga mendorong pengguna untuk melaporkan segala aktivitas mencurigakan agar dapat segera diperiksa dan dicegah lebih lanjut.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/daveywinder/2026/01/16/12-billion-linkedin-users-put-on-alert-after-policy-violation-attacks/

Analisis Ahli

Michael Tigges
"Menurut saya, sangat penting bagi pengguna untuk selalu waspada terhadap komunikasi yang meminta tindakan segera melalui tautan, terutama yang menggunakan URL singkat yang dapat menyesatkan pengguna dan menyembunyikan alamat sebenarnya."

Analisis Kami

"Serangan ini merupakan contoh klasik bagaimana pelaku kejahatan siber memanfaatkan kepercayaan pengguna pada platform profesional untuk mencapai tujuannya. Pengguna harus dilatih lebih baik untuk mengenali tanda-tanda phishing meski tautan terlihat resmi, karena risiko kehilangan data pribadi dan profesional sangat besar."

Prediksi Kami

Serangan serupa dengan metode yang semakin canggih kemungkinan akan terus muncul dan menyasar platform media sosial profesional seperti LinkedIn, mengingat nilai data yang tinggi di dalamnya.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang terjadi dengan pengguna LinkedIn baru-baru ini?
A
Pengguna LinkedIn menerima komentar palsu yang memperingatkan tentang pelanggaran kebijakan dan meminta mereka mengunjungi tautan eksternal.
Q
Mengapa LinkedIn menjadi target yang menarik bagi penjahat siber?
A
LinkedIn memiliki data berharga tentang jaringan profesional, yang membuatnya menarik bagi penjahat siber meskipun jumlah penggunanya lebih sedikit dibandingkan Facebook.
Q
Apa yang dilakukan penjahat siber untuk menipu pengguna LinkedIn?
A
Penjahat siber menggunakan pemalsuan merek dan tautan pendek untuk mengarahkan pengguna ke situs login palsu.
Q
Siapa yang melaporkan tentang serangan ini dan di mana?
A
Ax Sharma melaporkan tentang serangan ini di Bleeping Computer setelah menerima banyak kontak dari pembaca.
Q
Apa yang harus dilakukan pengguna jika mereka menerima peringatan mencurigakan?
A
Pengguna disarankan untuk melaporkan perilaku mencurigakan dan tidak mengklik tautan yang tampak mencurigakan.