
Courtesy of Forbes
Tencent dan Yao Shunyu: Strategi Baru AI Agen yang Lebih Dari Sekadar Model Besar
Menjelaskan bagaimana Tencent mengubah pendekatan AI mereka dengan menempatkan fokus pada pengembangan agen cerdas yang mampu beroperasi dalam lingkungan sosial dan ekosistem produk sehari-hari, serta menyoroti makna strategis dari pengangkatan Yao Shunyu sebagai bagian dari persaingan AI di China yang memasuki fase baru.
19 Jan 2026, 16.47 WIB
136 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Yao Shunyu diangkat oleh Tencent sebagai ilmuwan utama AI, menandakan perubahan strategi dalam perusahaan.
- Tencent berfokus pada pengembangan agen yang dapat beroperasi di lingkungan dunia nyata daripada hanya mengejar model besar.
- Kecerdasan buatan di Tencent akan diarahkan pada integrasi yang lebih dalam dengan produk sosial dan hiburan untuk meningkatkan nilai jangka panjang.
Beijing, Republik Rakyat Tiongkok - Pada tahun 2026, Tencent mengangkat Yao Shunyu, mantan peneliti OpenAI yang berusia 27 tahun, sebagai chief scientist AI, sebuah langkah yang menyita perhatian karena usianya yang muda dan latar belakang luar negeri. Pendekatan ini berbeda dari pola umum di China, yang biasanya mengutamakan veteran berusia 40-50 tahun di bidang AI. Langkah ini menunjukkan perubahan strategi Tencent dalam menghadapi persaingan AI di China.
Tencent memilih fokus pada sistem agen AI yang tidak hanya bisa merespons, tapi juga bisa bertindak, merencanakan, dan memperbaiki kesalahan dalam lingkungan nyata. Ini berbeda dengan perusahaan seperti Baidu dan Alibaba, yang lebih fokus pada pengembangan model besar dan solusi cloud atau pencarian. Tencent mengutamakan AI yang terintegrasi dalam produk sosial dan hiburan dimana interaksi pengguna dan transaksi sehari-hari menjadi kunci.
Yao Shunyu menyebut fase pertama pengembangan AI didominasi oleh pelatihan model besar dan perbaikan arsitektur, sementara fase kedua yang baru dimulai akan fokus pada definisi tugas nyata, desain lingkungan kerja AI, hingga evaluasi berbasis hasil. Metafora yang digunakan Yao menyebut model besar seperti senjata universal yang membutuhkan sasaran konkret agar bisa memberi manfaat nyata, menunjukkan pendekatan pragmatis Tencent dalam implementasi AI.
Tencent menguasai ekosistem sosial dan layanan pembayaran yang padat interaksi, sehingga menjadi laboratorium ideal bagi pengembangan AI agen yang harus mampu menghadapi berbagai risiko seperti keamanan, verifikasi identitas, dan pencegahan penipuan. Perbedaan ini membuat Tencent tidak hanya berlomba soal model AI tetapi soal bagaimana AI tersebut dapat memberikan nilai nyata dan aman dalam kehidupan sehari-hari pengguna.
Penunjukan Yao Shunyu bukan sekadar cerita bakat muda, melainkan sinyal strategis Tencent yang ingin memimpin gelombang baru AI berorientasi hasil dan sistem yang beroperasi di dunia nyata. Jika pendekatan Yao berhasil, terobosan AI berikutnya di China mungkin bukan model besar yang meledak-ledak, tapi agen AI yang efektif dan dapat dipercaya dalam ekosistem sosial digital.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/viviantoh/2026/01/19/the-giant-face-in-the-room-tencents-bet-on-a-27-year-old-researcher/
[1] https://www.forbes.com/sites/viviantoh/2026/01/19/the-giant-face-in-the-room-tencents-bet-on-a-27-year-old-researcher/
Analisis Ahli
Andrew Ng
"Pendekatan Tencent yang fokus pada AI sebagai agen bertugas operasional jelas lebih mempersiapkan industri untuk aplikasi nyata dibandingkan hanya mengejar model besar tanpa arah jelas."
Fei-Fei Li
"Integrasi AI dalam ekosistem sosial dan pembayaran menunjukkan pemahaman yang mendalam akan nilai pengalaman pengguna dan risiko keamanan digital yang sering diabaikan dalam pengembangan AI."
Yoshua Bengio
"Menekankan pentingnya sistem yang dapat belajar dan beradaptasi dengan hasil nyata adalah langkah kritis untuk membuat AI benar-benar berguna dan berkelanjutan."
Analisis Kami
"Tencent mengambil langkah berani dengan menempatkan kepercayaan pada talenta muda yang mengedepankan sistem AI operasional daripada hanya memproduksi model besar, ini menandai perubahan paradigma di industri AI China. Pendekatan pragmatis mereka akan memberi tekanan pada pesaing untuk lebih memperhatikan integrasi AI yang nyata dalam produk sehari-hari dan bukan sekadar pencapaian teknis di laboratorium."
Prediksi Kami
Tencent kemungkinan akan menjadi pelopor dalam penerapan AI berbasis agen yang dapat bekerja secara stabil dan aman di lingkungan sosial dan ekosistem pembayaran digital, memimpin revolusi AI yang lebih pragmatis dan hasil-berorientasi di China.
Pertanyaan Terkait
Q
Siapa Yao Shunyu dan mengapa dia penting dalam konteks artikel ini?A
Yao Shunyu adalah ilmuwan utama baru di Tencent, penting karena dia membawa perspektif baru dalam penelitian AI.Q
Apa yang membedakan Tencent dari pesaingnya dalam pengembangan AI?A
Tencent berbeda karena fokusnya pada platform sosial dan hiburan, bukan hanya pada model AI besar.Q
Apa pandangan Yao Shunyu tentang agen berbasis bahasa?A
Yao berpendapat bahwa agen berbasis bahasa lebih berharga dalam jangka panjang dibandingkan dengan skor benchmark yang abstrak.Q
Mengapa Tencent menganggap penting untuk mengintegrasikan kecerdasan ke dalam produk sehari-hari?A
Tencent menganggap penting untuk mengintegrasikan kecerdasan untuk meningkatkan pengalaman pengguna dalam interaksi sehari-hari.Q
Apa yang dimaksud dengan 'philosophy' yang dipegang Yao dalam pengembangan AI?A
Yao menekankan pentingnya tujuan berbasis hasil dalam mengembangkan sistem AI, bukan hanya mengejar metrik model.


