Bahaya Tersembunyi Google Fast Pair: Perangkat Audio Bisa Diretas Dalam Hitungan Detik
Courtesy of Forbes

Bahaya Tersembunyi Google Fast Pair: Perangkat Audio Bisa Diretas Dalam Hitungan Detik

Memberi informasi kepada pengguna tentang risiko keamanan pada perangkat audio dengan Google Fast Pair sekaligus mengingatkan pentingnya rutin melakukan pembaruan perangkat lunak untuk menghindari eksploitasi oleh pihak tidak bertanggung jawab.

20 Jan 2026, 00.00 WIB
222 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Perangkat audio yang menggunakan Google Fast Pair memiliki kerentanan yang perlu diwaspadai.
  • Penting untuk selalu memperbarui perangkat audio untuk menjaga keamanan.
  • Pengguna iPhone juga dapat terpengaruh oleh masalah ini meskipun mereka tidak menggunakan produk Google.
Brussels, Belgia - Google Fast Pair adalah fitur yang memudahkan penghubungan perangkat Bluetooth seperti earbud dan headphone hanya dengan menyentuhkan ponsel ke perangkat tersebut. Namun, sebuah studi terbaru dari universitas di Belgia mengungkap masalah keamanan serius yang dapat dimanfaatkan oleh peretas untuk mengambil alih perangkat audio pengguna.
Penelitian ini menunjukkan bahwa celah keamanan tersebut berlaku pada berbagai merek populer seperti Sony, JBL, dan Google sendiri, serta perangkat lain dari Xiaomi, OnePlus, dan beberapa merek terkemuka lainnya. Kerentanan ini memungkinkan siapapun dalam jangkauan Bluetooth untuk menyambungkan perangkat korban tanpa perlu izin resmi.
Bahaya lebih lanjut ditemukan pada beberapa produk yang mendukung fitur pelacakan perangkat bernama Find Hub. Fitur ini bisa disalahgunakan untuk melacak pergerakan pengguna secara diam-diam, bahkan jika perangkat belum pernah dihubungkan ke akun Google manapun. Ini membuat risiko privasi dan keamanan menjadi semakin besar.
Untungnya, sejauh ini belum ada laporan serangan nyata memanfaatkan kelemahan ini. Namun, dengan banyaknya perangkat yang terdampak, para ahli sangat menganjurkan pengguna untuk rutin memperbaharui aplikasi dan firmware perangkat audio mereka agar mendapatkan perlindungan terbaru.
Kesimpulannya, meski Google Fast Pair memberikan kemudahan dalam menggunakan perangkat, pengguna harus tetap waspada terhadap risiko keamanannya dan aktif melakukan pembaruan agar data pribadi dan perangkat mereka tetap aman dari potensi ancaman peretasan.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/davidphelan/2026/01/19/android-and-iphone-users-warned-to-update-now-over-critical-google-flaw/

Analisis Ahli

Bruce Schneier
"Kerentanan seperti ini menegaskan pentingnya desain keamanan sejak awal dalam teknologi perangkat Bluetooth; tanpa itu, risiko pengambilalihan perangkat menjadi sangat tinggi."
Eva Galperin
"Masalah seperti ini harus menjadi peringatan bagi produsen agar tidak mengorbankan keamanan demi kemudahan pengguna, terutama dalam perangkat yang sensitif secara privasi."

Analisis Kami

"Masalah ini menunjukkan betapa kompleks dan rentannya keamanan perangkat IoT yang mengandalkan koneksi nirkabel, terutama dalam ekosistem yang besar dan beragam seperti Google Fast Pair. Pengguna harus lebih proaktif mengelola keamanan perangkat mereka, karena sistem yang mudah digunakan bisa jadi pintu masuk celah serius."

Prediksi Kami

Ke depannya, produsen akan merilis pembaruan keamanan lebih sering dan pengguna akan semakin sadar pentingnya update perangkat untuk melindungi privasi serta keamanan data pribadi mereka.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa itu Google Fast Pair?
A
Google Fast Pair adalah sistem untuk menyambungkan perangkat Bluetooth dengan mudah hanya dengan mendekatkan ponsel.
Q
Apa masalah yang ditemukan dalam studi ini?
A
Masalah yang ditemukan adalah kerentanan yang memungkinkan orang lain menghubungkan perangkat audio tanpa izin.
Q
Siapa saja merek yang terpengaruh oleh kerentanan ini?
A
Merek yang terpengaruh termasuk Sony, JBL, Xiaomi, dan beberapa lainnya.
Q
Apa yang bisa dilakukan pengguna untuk melindungi perangkat mereka?
A
Pengguna harus memastikan aplikasi perangkat audio mereka selalu diperbarui untuk mengurangi risiko.
Q
Apakah ada bukti bahwa kerentanan ini telah dieksploitasi?
A
Saat ini, tidak ada bukti bahwa kerentanan ini telah dieksploitasi di dunia nyata.