
Courtesy of SCMP
Tantangan Berat Pengambilan Sampel Air di Bulan oleh Misi Chang’e-7
Untuk mengumpulkan dan mengukur air di bulan secara langsung melalui misi Chang’e-7, sambil menghadapi tantangan teknis agar air tersebut tidak menguap saat pengambilan sampel, guna mendukung keberlangsungan aktivitas manusia di bulan seperti menyediakan air minum, oksigen, dan bahan bakar roket.
20 Jan 2026, 12.59 WIB
248 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Misi Chang'e-7 akan menjadi yang pertama untuk mengukur air di bulan.
- Air di bulan berada dalam bentuk es yang terperangkap dalam tanah beku, bukan di permukaan.
- Pengumpulan sampel es bulan memerlukan teknik yang sangat hati-hati untuk mencegah kehilangan material.
kutub selatan bulan, Bulan - Para ilmuwan kini menyadari bahwa air di bulan jauh berbeda dengan air di Bumi. Air di bulan terkunci dalam tanah beku dan tidak langsung terlihat atau terkena udara bebas. Kondisi dingin ekstrim dan vakum di bulan itulah yang menjaga air tersebut tetap ada.
Misi Chang’e-7 yang direncanakan oleh China tahun ini akan menjadi yang pertama berusaha mengumpulkan dan mengukur air secara langsung dari bulan. Misi ini mengirimkan rover dan alat pengumpul untuk mencari dan mengambil sampel air di dekat kawah Shackleton di kutub selatan bulan.
Namun, tim peneliti dari Harbin Institute of Technology dan Chinese Academy of Sciences memperingatkan bahwa proses pengambilan sampel air di bulan sangat rumit. Bahkan sedikit sentuhan atau panas dari gesekan bisa menyebabkan air menguap dan hilang.
Kenapa ini penting? Karena air di bulan sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas manusia di sana, seperti menyediakan air minum dan sumber oksigen, serta bahan bakar roket yang diperlukan untuk eksplorasi lebih jauh.
Misi ini akan menjadi ujian penting bagaimana teknologi kita mampu mengelola sumber daya air di lingkungan yang keras dan asing agar dapat digunakan manusia di masa depan, membuka jalan bagi kehidupan jangka panjang di bulan.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3340513/first-contact-quest-water-moon-chinese-team-flags-risk-touching-ice?module=top_story&pgtype=subsection
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3340513/first-contact-quest-water-moon-chinese-team-flags-risk-touching-ice?module=top_story&pgtype=subsection
Analisis Ahli
Zhang Wei (harbin institute)
"Mengambil sampel air di bulan sangat rumit karena sifat air yang terkunci dalam tanah beku — segala bentuk panas dapat menyebabkan evaporasi yang tidak diinginkan."
Li Ming (Chinese Academy of Sciences)
"Misi Chang’e-7 akan menjadi tonggak dalam pengukuran air bulan, dan keberhasilan teknik pengumpulan air ini penting untuk sumber daya eksplorasi masa depan."
Analisis Kami
"Pengambilan sampel air di bulan bukan hanya tantangan teknis, tapi juga memerlukan pendekatan yang sangat hati-hati dan inovatif agar sumber daya berharga ini tidak hilang begitu saja. Menjadi momen penting dalam eksplorasi luar angkasa karena keberhasilan misi ini akan memengaruhi cara kita menyiapkan manusia untuk tinggal di bulan lebih lama."
Prediksi Kami
Dalam waktu dekat, misi Chang’e-7 mungkin berhasil mengumpulkan sampel air dari bulan, tapi metode pengambilan sampel tersebut harus terus disempurnakan agar air tidak hilang selama pengumpulan, sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk misi luar angkasa di masa depan.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang akan dilakukan oleh misi Chang'e-7?A
Misi Chang'e-7 akan mengumpulkan dan mengukur sampel air di bulan.Q
Di mana misi Chang'e-7 akan mendarat?A
Misi ini akan mendarat di dekat tepi krater Shackleton di kutub selatan bulan.Q
Mengapa pengumpulan es bulan menjadi tantangan?A
Pengumpulan es bulan menjadi tantangan karena es terperangkap dalam tanah beku dan sensitif terhadap suhu dan tekanan.Q
Apa pentingnya air di bulan bagi aktivitas manusia di masa depan?A
Air di bulan penting untuk mendukung aktivitas manusia, seperti menyediakan air minum dan oksigen, serta untuk bahan bakar roket.Q
Siapa yang terlibat dalam pengembangan misi Chang'e-7?A
Harbin Institute of Technology dan Chinese Academy of Sciences terlibat dalam pengembangan misi ini.




