Lubang Hitam Raksasa Mendadak Aktif Lagi Setelah Tidur 100 Juta Tahun
Courtesy of LiveScience

Lubang Hitam Raksasa Mendadak Aktif Lagi Setelah Tidur 100 Juta Tahun

Menjelaskan penemuan dan analisis lubang hitam supermasif yang memiliki aktivitas jet plasma episodik dan bagaimana interaksi jet ini dengan medium intrakluster dapat membantu memahami dinamika AGN serta evolusi galaksi dalam skala kosmik.

21 Jan 2026, 04.45 WIB
243 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Lubang hitam supermasif dapat mengalami periode aktivitas dan ketenangan yang berulang.
  • Interaksi antara jet radio dan medium intrakluster dapat membentuk struktur kompleks di luar angkasa.
  • Pengamatan galaksi seperti J1007+3540 memberikan wawasan tentang perilaku lubang hitam supermasif dan evolusi galaksi.
Midnapore, India - Para ilmuwan baru saja menemukan sebuah lubang hitam supermasif yang seolah bangun kembali setelah hampir 100 juta tahun tidak aktif. Lubang hitam ini berada di pusat sebuah galaksi sangat besar yang memancarkan gelombang radio kuat, tanda dari aktivitas jet plasma besar yang sebelumnya pernah berhenti dan kini kembali menyala.
Studi menggunakan jaringan teleskop radio Low-Frequency Array di Belanda menemukan bahwa galaksi bernama J1007+3540 memiliki jejak jet plasma lama yang berumur 240 juta tahun, di dalamnya juga terlihat jet baru yang berumur 140 juta tahun. Hal ini membuktikan bahwa aktivitas di sekitar lubang hitam memang bisa berhenti dan menyala kembali dalam skala waktu yang sangat panjang.
Jet-jet plasma ini berinteraksi dengan gas superpanas di ruang antar galaksi dalam gugusan galaksi, yang menyebabkan bentuk jet menjadi bengkok, tertekan, dan berubah arah. Interaksi ini memberikan gambaran tentang bagaimana energi dari lubang hitam berdampak langsung pada lingkungan sekitarnya.
Fenomena ini jarang ditemukan dan menunjukkan bahwa inti galaksi aktif (AGN) bisa bekerja secara episodik, yaitu hidup dan mati ulang secara berkala, yang memengaruhi evolusi galaksi secara keseluruhan. Mengenali pola ini penting untuk memahami bagaimana lubang hitam dan galaksi tumbuh bersama-sama selama miliaran tahun.
Tim peneliti berencana mengamati galaksi ini lebih lanjut dengan teknologi yang lebih detail agar bisa memetakan pergerakan jet plasma secara pasti dan memahami interaksi lebih dalam antara jet dengan medium intrakluster. Penemuan ini membuka peluang baru untuk studi tentang mekanisme lubang hitam supermasif di alam semesta.
Referensi:
[1] https://www.livescience.com/space/black-holes/like-watching-a-cosmic-volcano-erupt-scientists-see-monster-black-hole-reborn-after-100-million-years

Analisis Ahli

Shobha Kumari
"Fenomena episodik AGN ini sangat langka dan memberikan wawasan tentang bagaimana proses makan lubang hitam dan medan magnet di sekitar dapat berubah secara drastis sepanjang waktu kosmik."

Analisis Kami

"Penemuan lubang hitam yang aktif kembali setelah periode panjang ini sangat penting karena menantang pemahaman umum tentang keberlanjutan aktivitas AGN. Dengan adanya lapisan jet yang berbeda umur dalam satu galaksi, ini memperlihatkan bahwa inti galaksi sangat dinamis dan dapat berubah seiring waktu, sebuah aspek yang seringkali diabaikan dalam model evolusi galaksi."

Prediksi Kami

Penelitian lebih lanjut dengan resolusi tinggi akan mengungkap bagaimana jet AGN menyebar dan berinteraksi dengan gas di sekitarnya, yang dapat memperdalam pemahaman kita tentang siklus aktivitas lubang hitam dan pengaruhnya terhadap pembentukan serta evolusi galaksi.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang diamati oleh para ilmuwan tentang lubang hitam supermasif baru-baru ini?
A
Para ilmuwan mengamati lubang hitam supermasif yang bangkit kembali setelah tidur hampir 100 juta tahun.
Q
Apa yang menunjukkan bahwa J1007+3540 memiliki aktivitas jet baru?
A
J1007+3540 memiliki lobus plasma yang menunjukkan aktivitas jet yang lebih muda, menandakan bahwa pusat galaksi tersebut kembali aktif.
Q
Apa peran medium intrakluster dalam interaksi dengan jet dari galaksi J1007+3540?
A
Medium intrakluster berinteraksi dengan jet, membengkokkan dan membentuknya saat mereka meluas dari AGN.
Q
Mengapa hanya 10% hingga 20% lubang hitam supermasif memiliki jet yang memancarkan sinyal radio?
A
Hanya 10% hingga 20% lubang hitam supermasif memiliki jet karena perubahan dalam disk yang mengelilingi lubang hitam dapat menyebabkan jet mati atau aktif kembali.
Q
Apa rencana penelitian masa depan yang dilakukan oleh tim peneliti?
A
Tim peneliti berencana untuk mengumpulkan pengamatan resolusi tinggi untuk memetakan bagaimana jet bergerak melalui medium intrakluster.