BMKG Peringatkan Hujan Ekstrem dan Angin Kencang di Jabodetabek Minggu Ini
Courtesy of CNBCIndonesia

BMKG Peringatkan Hujan Ekstrem dan Angin Kencang di Jabodetabek Minggu Ini

Memberikan peringatan dini tentang potensi hujan lebat hingga ekstrem dan angin kencang yang dapat terjadi di wilayah Jabodetabek serta wilayah lain di Indonesia agar masyarakat bisa lebih waspada dan siap menghadapi cuaca ekstrem.

22 Jan 2026, 10.19 WIB
23 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Jabodetabek mengalami hujan lebat dengan peringatan cuaca dari BMKG.
  • Siklon Tropis Nokaen dan Bibit 97S berkontribusi terhadap cuaca ekstrem di Indonesia.
  • Monsun Asia dapat mempengaruhi pola cuaca dan meningkatkan potensi hujan di wilayah selatan Indonesia.
Jakarta, Indonesia - Pada minggu terakhir Januari 2026, wilayah Jabodetabek mengalami hujan lebat hingga sangat lebat yang disebabkan oleh pengaruh siklon tropis dan monsun Asia. BMKG telah mengeluarkan peringatan dini untuk masyarakat agar selalu waspada terhadap cuaca ekstrim yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Siklon Tropis Nokaen di Laut Filipina dan bibit siklon 97S yang berpengaruh dalam pola angin di wilayah utara dan timur Indonesia menjadi penyebab utama terbentuknya awan hujan tebal. Hal ini memperbesar potensi terjadinya hujan deras di Jabodetabek dan beberapa daerah lain di Indonesia.
Selain siklon tropis, penguatan monsun Asia melalui seruan dingin dari Benua Asia juga memainkan peran penting dalam meningkatkan curah hujan, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Sumatera Selatan dan Pulau Jawa. Keadaan ini diperkirakan berlangsung hingga akhir Januari 2026.
BMKG secara khusus memetakan peringatan hujan lebat, hujan ekstrem, dan angin kencang di berbagai daerah dalam Jabodetabek, seperti Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Kota Tangerang, Kota Bekasi, hingga Kota Bogor. Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan diri.
Cuaca ekstrem ini sangat berpotensi menimbulkan risiko banjir dan gangguan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, penting untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui informasi resmi BMKG serta melakukan langkah-langkah antisipatif dari sekarang.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260122101532-37-704265/penyebab-hujan-lebat-guyur-jabodetabek-bmkg-keluarkan-peringatan

Analisis Ahli

Dr. Agus Santoso, Meteorolog Indonesia
"Penguatan siklon tropis di Laut Filipina dan keberadaan bibit siklon 97S menunjukkan dinamika atmosfer yang cukup kompleks, sehingga prakiraan cuaca di Jabodetabek harus terus diperbarui secara berkala untuk antisipasi maksimal."

Analisis Kami

"Faktor regional seperti siklon tropis dan penguatan monsun Asia sangat dominan mempengaruhi cuaca ekstrem kali ini, menunjukkan perlunya kesiapsiagaan yang matang dari pemerintah dan masyarakat. Peringatan dini BMKG sudah tepat dan harus direspon serius agar dampak bencana dapat diminimalisasi."

Prediksi Kami

Cuaca ekstrem dengan hujan sangat lebat dan angin kencang kemungkinan masih akan berlanjut hingga akhir Januari 2026, yang dapat menyebabkan banjir dan gangguan aktivitas masyarakat terutama di Jabodetabek dan wilayah selatan Indonesia.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang menjadi penyebab cuaca ekstrem di Jabodetabek?
A
Penyebab cuaca ekstrem di Jabodetabek adalah faktor regional seperti keberadaan sirkulasi siklonik dan penguatan monsun dingin Asia.
Q
Apa saja peringatan cuaca yang dikeluarkan BMKG untuk wilayah Jabodetabek?
A
BMKG mengeluarkan peringatan siaga hujan lebat-sangat lebat untuk beberapa kota di Jabodetabek serta peringatan dini angin kencang.
Q
Siklon Tropis Nokaen diperkirakan akan bergerak ke arah mana?
A
Siklon Tropis Nokaen diperkirakan akan bergerak ke arah Timur Laut.
Q
Apa yang dimaksud dengan Bibit 97S?
A
Bibit 97S adalah sistem cuaca yang dapat mempengaruhi pola angin dan meningkatkan potensi hujan di area sekitarnya.
Q
Mengapa monsun Asia berdampak pada cuaca di Indonesia?
A
Monsun Asia yang mempercepat masuknya udara dingin dari Benua Asia dapat menyebabkan peningkatan kejadian cuaca ekstrem di Indonesia.