Kenapa Chris Pratt Lebih Disukai Penonton daripada Kritikus Film?
Courtesy of Forbes

Kenapa Chris Pratt Lebih Disukai Penonton daripada Kritikus Film?

Menjelaskan perbedaan besar antara ulasan kritikus dan penerimaan penonton terhadap karya Chris Pratt serta mengupas mengapa dia terus populer dan proyek-proyek yang akan datang yang melibatkan aktor ini.

24 Jan 2026, 21.37 WIB
218 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Ada perbedaan mencolok antara penilaian kritikus dan audiens terhadap film Chris Pratt.
  • Chris Pratt cenderung mendapatkan respon positif untuk proyek non-MCU.
  • Kolaborasi antara Chris Pratt dan The Rock diharapkan dapat menarik minat audiens.
Chris Pratt kembali dengan film sci-fi barunya berjudul Mercy yang mendapat perbedaan besar antara ulasan kritikus dan tanggapan penonton. Sementara kritikus hanya memberikan skor 20%, penonton malah memberikan skor sangat tinggi yaitu 81% di Rotten Tomatoes, menunjukkan betapa berbeda pandangan keduanya terhadap film ini.
Perbedaan ini bukanlah hal yang baru bagi Chris Pratt. Film-filmnya yang bukan bagian dari Marvel Cinematic Universe sering kali mendapat kritik kurang memuaskan, tetapi tetap dicintai oleh banyak orang. Hal ini suatu pola yang konsisten yang memperlihatkan jurang pemisah antara selera kritikus dan penonton biasa.
Beberapa proyek besar yang melibatkan Chris Pratt di masa depan termasuk The Super Mario Galaxy Movie, lanjutan dari serial The Terminal List, dan proyek Garfield yang baru. Dia juga masih berharap untuk tetap berperan sebagai Star-Lord di MCU, meskipun belum ada pengumuman resmi soal kembalinya dia dalam film Avengers berikutnya.
Chris Pratt sering dibandingkan dengan The Rock, aktor yang juga populer secara komersial tetapi mendapat kritik cukup keras dari para ahli film. Keduanya membuktikan bahwa popularitas yang didapatkan dari penonton bisa jauh lebih besar dari yang didapat dari para kritikus.
Fenomena ini membantu menjelaskan mengapa Chris Pratt terus mendapatkan banyak peran besar meskipun tidak mendapat pujian dari kritikus, karena pada akhirnya keputusan bisnis dan daya tarik penonton umum masih memegang peranan paling kuat dalam dunia perfilman saat ini.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/paultassi/2026/01/24/mercy-rotten-tomatoes-scores-break-a-common-chris-pratt-narrative/

Analisis Ahli

Film Critic
"Chris Pratt memang sering dipandang sebelah mata oleh kritikus karena banyak proyeknya yang mengusung hiburan ringan dan formulaik, tetapi itu tidak menurunkan nilai hiburannya untuk penonton umum."
Box Office Analyst
"Skor tinggi dari penonton menjelaskan mengapa studio terus mempercayai Pratt dan memberinya proyek besar, karena keuntungannya lebih menjanjikan daripada hanya mengandalkan ulasan kritikus."

Analisis Kami

"Chris Pratt adalah contoh klasik dari aktor yang pasarnya berada di level massa, di mana kepopuleran dan daya tarik komersialnya lebih penting daripada apresiasi kritikus yang lebih elit. Ini menunjukkan bahwa di industri film, popularitas dan koneksi emosional dengan penonton seringkali mengalahkan penilaian artistik murni dari para kritikus."

Prediksi Kami

Chris Pratt kemungkinan akan terus mendapatkan proyek besar meskipun kritik buruk terus berdatangan karena dukungan kuat dari penonton serta penggemar setianya.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang terjadi dengan film Mercy di box office?
A
Film Mercy tidak menunjukkan performa yang baik di box office.
Q
Bagaimana perbedaan antara skor kritikus dan audiens untuk film Mercy?
A
Film Mercy memiliki skor kritikus 20% dan skor audiens 81%, menunjukkan perbedaan yang signifikan.
Q
Apa yang menjadi pola umum dengan proyek non-MCU Chris Pratt?
A
Proyek non-MCU Chris Pratt sering kali lebih disukai oleh audiens dibandingkan kritikus.
Q
Apa proyek mendatang yang direncanakan oleh Chris Pratt?
A
Chris Pratt memiliki proyek mendatang seperti The Super Mario Galaxy Movie dan The Terminal List season 2.
Q
Mengapa Chris Pratt dianggap mirip dengan The Rock dalam hal penerimaan publik?
A
Chris Pratt dan The Rock sama-sama dikenal sebagai aktor yang lebih disukai oleh audiens dibandingkan kritikus.