Google Tutup Ribuan Akun Palsu di Maps, Waspadai Penipuan Digital
Courtesy of CNBCIndonesia

Google Tutup Ribuan Akun Palsu di Maps, Waspadai Penipuan Digital

Memberikan informasi tentang tindakan Google dalam menutup akun bisnis palsu di Google Maps dan mengingatkan pengguna agar lebih waspada terhadap penipuan online pada layanan peta digital.

25 Jan 2026, 11.15 WIB
138 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Google telah menutup lebih dari 10.000 akun palsu di Google Maps untuk melindungi pengguna.
  • Penipuan sering terjadi pada jasa yang dicari dalam kondisi darurat, sehingga pengguna perlu lebih berhati-hati.
  • Verifikasi informasi penting untuk mencegah penipuan, termasuk memeriksa alamat dan nomor telepon bisnis.
Jakarta, Indonesia - Google telah menutup lebih dari 10.000 akun palsu di Google Maps yang diduga sebagai bisnis fiktif atau akun yang telah diretas. Tindakan ini dilakukan setelah ada laporan dari sebuah perusahaan di Texas yang menemukan identitas bisnis mereka dipalsukan di platform itu.
Google kemudian melakukan penelusuran lebih mendalam untuk mengidentifikasi dan menghentikan aktivitas penipuan di layanan peta mereka. Halimah DeLaine Prado, penasihat umum Google, menyatakan bahwa perusahaan langsung bertindak agresif setelah menerima laporan penipuan tersebut.
Praktik penipuan ini umum terjadi pada jasa yang biasanya dicari dalam kondisi darurat, seperti tukang kunci dan bengkel kendaraan. Pelaku menggunakan agen dan memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan daftar usaha palsu kepada pengguna.
Modus penipuan ini dilakukan dengan cara mengalihkan panggilan korban ke penipu dan mengenakan tarif yang jauh lebih mahal daripada harga normal. Karena itu, Google mengimbau pengguna supaya lebih berhati-hati dan memverifikasi keabsahan informasi yang ditemukan di Google Maps.
Pengguna disarankan mengecek alamat situs dan nomor telepon, serta mencurigai jika bisnis meminta data pribadi atau pembayaran melalui metode tidak lazim. Edukasi ini penting agar pengguna tidak mudah tertipu oleh penipuan digital yang semakin canggih dan bertarget.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260125104222-37-705069/waspada-ada-modus-penipuan-baru-muncul-di-google-maps

Analisis Ahli

Krebs on Security (Brian Krebs)
"Kejahatan digital yang memanfaatkan layanan populer seperti Google Maps menunjukkan bahwa penipu terus beradaptasi dan mengeksploitasi celah keamanan, sehingga deteksi manual harus didukung oleh teknologi AI untuk efektivitas yang lebih tinggi."

Analisis Kami

"Penutupan akun-acount palsu oleh Google adalah langkah cepat dan positif yang menunjukkan keseriusan perusahaan dalam memberantas penipuan digital. Namun, tantangan utamanya adalah edukasi pengguna agar tidak mudah terjebak dan penerapan teknologi deteksi yang lebih canggih agar modus penipuan ini tidak berulang."

Prediksi Kami

Penipuan menggunakan platform digital seperti Google Maps kemungkinan akan terus muncul dengan modus baru, sehingga Google dan layanan serupa perlu memperkuat sistem deteksi dan edukasi pengguna secara berkala.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dilakukan Google terhadap akun di Google Maps?
A
Google menutup lebih dari 10.000 akun yang teridentifikasi sebagai bisnis fiktif atau telah diretas.
Q
Mengapa Google menutup lebih dari 10.000 akun?
A
Google menutup akun-akun tersebut setelah menerima laporan dari sebuah perusahaan di Texas mengenai akun palsu yang mengatasnamakan bisnis mereka.
Q
Siapa yang melaporkan adanya akun palsu di Google Maps?
A
Perusahaan di Texas yang melaporkan adanya akun palsu di Google Maps.
Q
Apa yang disarankan Google kepada pengguna untuk menghindari penipuan?
A
Google menyarankan pengguna untuk memverifikasi keabsahan informasi, termasuk alamat situs dan nomor telepon, serta waspada terhadap bisnis yang meminta data pribadi.
Q
Apa jenis jasa yang sering menjadi target penipuan di Google Maps?
A
Jasa yang sering menjadi target penipuan adalah jasa yang dicari dalam kondisi darurat, seperti tukang kunci atau bengkel kendaraan.