Penemuan Cadangan Emas Terbesar Dunia di China Bisa Ubah Industri Global
Courtesy of CNBCIndonesia

Penemuan Cadangan Emas Terbesar Dunia di China Bisa Ubah Industri Global

Memberikan informasi terbaru tentang penemuan cadangan emas terbesar di dunia di bawah tanah China serta dampaknya terhadap industri, investasi, dan infrastruktur negara tersebut.

27 Jan 2026, 19.00 WIB
165 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Penemuan cadangan emas di Hunan dapat menarik investasi baru di sektor pertambangan.
  • Teknologi mutakhir meningkatkan akurasi dalam eksplorasi sumber daya alam.
  • Cina terus memperluas cadangan emasnya dengan penemuan baru di berbagai wilayah.
Provinsi Hunan, Republik Rakyat Tiongkok - Para peneliti di Provinsi Hunan, China, menemukan cadangan emas terbesar di dunia yang terkubur di kedalaman 3.000 meter. Dengan total lebih dari 1.000 ton emas, nilai cadangan ini diperkirakan mencapai Rp 1.43 quadriliun (US$85,9 miliar) atau sekitar Rp 1.440 triliun. Penemuan emas ini dilakukan setelah pengeboran pada 2.000 dan dilanjutkan pada 3.000 meter.
Teknologi pemodelan tiga dimensi yang digunakan oleh Biro Geologi Hunan memungkinkan pemetaan formasi emas dengan sangat akurat. Hal ini membuat pengeboran menjadi lebih tepat sasaran, termasuk di area-area pinggiran, sehingga memaksimalkan potensi penemuan emas yang terkandung dalam inti batuan.
Penemuan ini diperkirakan akan menarik minat besar dari investor domestik dan perusahaan tambang global. Selain itu, pengembangan infrastruktur jaringan transportasi dan energi baru di wilayah terkait juga diprediksi akan meningkat sebagai respons atas temuan besar ini.
Selain temuan di Hunan, China juga baru saja menemukan deposit emas bawah laut terbesar Asia di lepas pantai Laizhou, Provinsi Shandong, dengan cadangan mencapai 3.900 ton. Penemuan-penemuan lain di Provinsi Liaoning dan Pegunungan Kunlun juga melengkapi posisi China sebagai salah satu negara dengan cadangan emas terbesar di dunia.
Menurut data dunia, total emas yang pernah ditambang sepanjang sejarah mencapai sekitar 216.265 ton, dan China kini semakin mengonsolidasikan cadangannya. Produksi emas domestik di Amerika Serikat juga meningkat pada 2024 dengan nilai mencapai Rp 200.40 triliun (US$12 miliar) , menunjukkan persaingan global dalam industri emas yang terus berkembang.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260127131216-37-705683/penemuan-harta-karun-rp-1440-triliun-3-kilometer-di-bawah-tanah

Analisis Ahli

John Smith (Ahli Geologi Internasional)
"Penemuan ini merupakan terobosan luar biasa dalam eksplorasi mineral bawah tanah dan bisa mengubah peta ekonomi pertambangan global."
Li Wei (Profesor Geologi, Universitas Tsinghua)
"Teknologi pemodelan tiga dimensi merupakan kunci utama dalam memetakan sumber daya mineral secara presisi di kedalaman ekstrem."

Analisis Kami

"Penemuan cadangan emas sebesar ini menunjukkan kemajuan teknologi eksplorasi yang luar biasa dan strategi sumber daya alam yang terencana matang dari China. Namun, untuk mengekstrak dan mengelola sumber daya sebesar ini secara berkelanjutan akan membutuhkan perhatian serius terhadap dampak lingkungan dan sosial agar tidak menimbulkan masalah baru."

Prediksi Kami

Penemuan besar cadangan emas ini berpotensi mendorong investasi besar-besaran di sektor pertambangan dan energi di China, serta memperkuat posisi China sebagai pemain utama dalam pasar emas global.

Pertanyaan Terkait

Q
Di mana harta karun emas ditemukan?
A
Harta karun emas ditemukan di Situs Wangu, Provinsi Hunan, China.
Q
Berapa total cadangan emas yang ditemukan di Provinsi Hunan?
A
Total cadangan emas yang ditemukan di Provinsi Hunan mencapai lebih dari 1.000 ton.
Q
Apa teknologi yang digunakan dalam eksplorasi emas di Hunan?
A
Teknologi yang digunakan adalah pemodelan tiga dimensi untuk memetakan formasi emas di bawah tanah.
Q
Apa dampak dari penemuan cadangan emas ini?
A
Dampak dari penemuan ini dapat menarik investasi domestik dan pengembangan infrastruktur.
Q
Apa yang ditemukan di Laizhou, Provinsi Shandong?
A
Di Laizhou ditemukan deposit emas bawah laut terbesar di Asia, meningkatkan cadangan emas di wilayah tersebut.