Waabi Startup Kanada Siap Gempur Pasar Robotaxi Bersama Uber
Courtesy of Forbes

Waabi Startup Kanada Siap Gempur Pasar Robotaxi Bersama Uber

Artikel ini bertujuan menginformasikan tentang langkah besar Waabi dalam ekspansi teknologi otonomnya dari truk ke robotaxi, menunjukkan potensi disruptif bagi industri ride-hailing dan kendaraan otonom, serta bagaimana investasi besar dan kemitraan strategis menjadi kunci keberhasilan perusahaan baru ini.

28 Jan 2026, 18.00 WIB
82 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Waabi memasuki pasar robotaxi dengan rencana untuk meluncurkan 25.000 kendaraan.
  • Startup ini mendapatkan pendanaan sekitar $1 miliar untuk mengembangkan teknologi otonom.
  • Raquel Urtasan menekankan pentingnya penggunaan teknologi canggih seperti lidar dalam pengembangan kendaraan otonom.
Toronto, Kanada - Waabi, startup asal Kanada yang awalnya fokus pada teknologi truk otonom, kini mengumumkan ekspansinya ke pasar robotaxi yang selama ini didominasi oleh perusahaan seperti Waymo dari Alphabet. Langkah ini mendapatkan perhatian karena Waabi mempunyai pendekatan teknologi yang unik dan investor ternama yang mendukung ekspansi besar-besaran ini.
CEO Waabi, Raquel Urtasan, yang juga mantan chief scientist Uber ATG, mengungkapkan bahwa mereka akan menghadirkan minimal 25.000 robotaxis yang akan berjalan di platform Uber. Ini sebuah rencana yang ambisius mengingat Waymo sendiri baru beroperasi dengan kurang dari 3.000 kendaraan robotaxi.
Waabi mendapatkan suntikan dana sebesar 750 juta dolar dari berbagai investor seperti Khosla Ventures, G2 Venture Partners, Volvo Group, dan Porsche. Sebagai tambahan, Uber berkomitmen menginvestasikan 250 juta dolar secara berbasis pencapaian milestone untuk mengembangkan teknologi robotaxi Waabi.
Volvo, yang telah menjadi investor sejak 2023, turut bekerja sama untuk menguji dan akan segera menerapkan teknologi Waabi di truk otonom mereka. Waabi juga menekankan penggunaan sensor lidar dan radar selain kamera, berbeda dengan pendekatan Tesla yang hanya mengandalkan kamera untuk sistem Full Self-Driving.
Keunggulan teknologi dan kemitraan strategis dengan Uber dan Volvo memberi Waabi posisi unik untuk bersaing dan mungkin mengubah pasar robotaxi dan truk otonom secara global. Namun, detail kapan robotaxi Waabi akan mulai beroperasi dan merek mobil yang akan dipakai masih dirahasiakan.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/alanohnsman/2026/01/28/robot-trucker-waabi-wades-into-robotaxi-battle-with-billion-dollar-raise/

Analisis Ahli

Vinod Khosla
"Waabi memiliki platform AI fisik yang benar-benar terobosan dan merupakan lompatan fundamental dalam pengembangan teknologi kendaraan otonom generasi berikutnya."

Analisis Kami

"Waabi menunjukkan pendekatan strategi yang cerdas dengan menggabungkan kekuatan truk otonom dan robotaxi, memanfaatkan kemitraan kuat dengan Uber dan Volvo. Jika sukses, mereka bisa mendominasi dua segmen penting di pasar kendaraan otonom sekaligus, yang akan membawa revolusi dalam transportasi dan logistik."

Prediksi Kami

Dalam waktu dekat, Waabi akan mengoperasikan puluhan ribu robotaxis di jaringan Uber, mempercepat adopsi kendaraan otonom dan memicu persaingan yang lebih sengit dalam industri robotaxi global.

Pertanyaan Terkait

Q
Siapa pendiri Waabi?
A
Pendiri Waabi adalah Raquel Urtasan.
Q
Apa yang menjadi fokus utama Waabi?
A
Fokus utama Waabi adalah mengembangkan perangkat lunak untuk truk otonom dan robotaxi.
Q
Dengan siapa Waabi bekerja sama untuk meluncurkan robotaxi?
A
Waabi bekerja sama dengan Uber untuk meluncurkan robotaxi.
Q
Berapa jumlah robotaxi yang direncanakan akan diluncurkan oleh Waabi?
A
Waabi merencanakan untuk meluncurkan setidaknya 25.000 robotaxi.
Q
Apa yang membedakan teknologi Waabi dari Tesla?
A
Teknologi Waabi menggunakan lidar dan radar, sementara Tesla menggunakan kamera digital sebagai sensor utama.