Courtesy of YahooFinance
Smithfield Foods Siap Hadapi Kebijakan Imigrasi dan Perkuat Produk Olahan
29 Jan 2025, 06.00 WIB
210 dibaca
Share
CEO Smithfield Foods, Shane Smith, berharap bahwa langkah-langkah yang diambil perusahaan untuk meningkatkan kondisi kerja di pabrik-pabriknya setelah pandemi COVID-19 akan membantu mereka menghadapi dampak dari kebijakan deportasi massal yang dijanjikan oleh Presiden Donald Trump. Smithfield, yang merupakan produsen daging babi terbesar di dunia, baru saja meluncurkan penawaran umum perdana (IPO) dan berencana untuk tumbuh dalam beberapa tahun ke depan dengan fokus pada bisnis daging kemasan yang lebih menguntungkan. Meskipun ada kekhawatiran tentang kebijakan imigrasi, Smith menyatakan bahwa mereka telah mematuhi semua pedoman ketenagakerjaan dan berusaha menjadi pilihan utama bagi pekerja di komunitas lokal.
Perusahaan ini juga telah mengurangi penggunaan kontraktor untuk meningkatkan kontrol atas perekrutan dan biaya, serta mengurangi kemungkinan pekerja anak di pabrik-pabriknya. Meskipun ada ketakutan tentang penggerebekan imigrasi, angka pemotongan daging tetap stabil, menunjukkan bahwa banyak pekerja tidak tinggal di rumah. Smithfield juga telah menjual sebagian tanah pertanian yang dimilikinya untuk mengurangi biaya, dan meskipun dimiliki oleh investor China, Smith menegaskan bahwa bisnis mereka berfokus pada pekerja Amerika dan produk yang dijual di dalam negeri.
Referensi:
[1] https://finance.yahoo.com/news/pork-giant-smithfields-ceo-touts-230009938.html
[1] https://finance.yahoo.com/news/pork-giant-smithfields-ceo-touts-230009938.html
Analisis Kami
"Smithfield telah menunjukkan respons adaptif yang kuat dalam mengatasi tantangan pandemi dan kebijakan imigrasi yang ketat, yang seharusnya menjadi contoh bagi perusahaan lain di sektor agribisnis. Namun, ketergantungan pada tenaga kerja imigran tetap menjadi risiko strategis yang perlu dikelola dengan hati-hati, terutama di tengah sikap politik yang semakin proteksionis."
Analisis Ahli
Dr. Agus Santoso (Ekonom Agribisnis Universitas Indonesia)
"Langkah Smithfield dalam memfokuskan bisnis ke produk olahan yang bernilai tambah adalah strategi yang tepat untuk meningkatkan profitabilitas jangka panjang dan mengurangi dampak fluktuasi biaya produksi dan tenaga kerja."
Prediksi Kami
Smithfield akan mampu bertahan dan bahkan tumbuh meski ada ketidakpastian terkait kebijakan imigrasi dan tantangan operasional dengan mengandalkan produk olahan bernilai tinggi dan peningkatan efisiensi, serta hubungan yang lebih baik dengan pekerja lokal.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang diharapkan CEO Smithfield Foods terkait kebijakan imigrasi Donald Trump?A
CEO Smithfield Foods berharap bahwa upaya perusahaan untuk membuat lingkungan kerja lebih menarik dapat membantu mereka menghadapi dampak dari deportasi massal yang dijanjikan oleh Donald Trump.Q
Bagaimana Smithfield Foods beradaptasi setelah pandemi COVID-19?A
Smithfield Foods telah melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan hubungan dengan pekerja dan berinvestasi dalam otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi setelah pandemi COVID-19.Q
Apa dampak dari kepemilikan WH Group terhadap Smithfield Foods?A
Kepemilikan WH Group, perusahaan asal Tiongkok, sering kali menimbulkan kritik, tetapi CEO Smithfield menegaskan bahwa bisnis mereka tetap berfokus pada pekerja Amerika.Q
Apa langkah yang diambil Smithfield untuk meningkatkan biosecurity di peternakan mereka?A
Smithfield telah memperketat langkah-langkah biosecurity di peternakan mereka untuk melindungi babi dari penyakit, terutama setelah virus flu burung mulai menginfeksi ternak lainnya.Q
Bagaimana kinerja keuangan Smithfield Foods dalam sembilan bulan pertama tahun 2024?A
Dalam sembilan bulan pertama tahun 2024, Smithfield Foods mencatat pendapatan bersih sebesar $581 juta dari penjualan sebesar $10,2 miliar, menunjukkan pemulihan yang signifikan dari kerugian tahun sebelumnya.