Courtesy of InterestingEngineering
Startup Paris Ciptakan Minyak Lab Cepat dan Bebas Deforestasi untuk Industri Kosmetik
Memperkenalkan teknologi produksi minyak kosmetik dan pangan yang diproduksi di laboratorium tanpa penebangan pohon, sehingga mendukung keberlanjutan, mengurangi deforestasi, dan memenuhi regulasi Uni Eropa yang ketat.
26 Agt 2025, 20.13 WIB
106 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- SMEY menawarkan solusi inovatif untuk menghasilkan minyak nabati tanpa deforestasi.
- Penggunaan fermentasi dan pembelajaran mesin dapat mempercepat proses pengembangan produk.
- Regulasi yang lebih ketat di Eropa mendorong pencarian alternatif yang lebih berkelanjutan untuk minyak nabati.
Paris, Perancis - Uni Eropa siap menerapkan aturan ketat terhadap impor minyak yang berkaitan dengan deforestasi mulai Desember, yang mendorong perusahaan mencari alternatif minyak yang lebih ramah lingkungan. Salah satu startup di Paris, SMEY, menawarkan solusi inovatif dengan menghasilkan minyak kelapa, sawit, dan shea di laboratorium tanpa perlu menebang pohon.
SMEY menggunakan teknologi fermentasi yang dipandu kecerdasan buatan dan perpustakaan ragi non-GMO yang disebut Neobank of Yeasts untuk menciptakan minyak dengan profil lipid yang sesuai kebutuhan pelanggan. Dengan cara ini, proses produksi yang sebelumnya memakan waktu 18-24 bulan dapat dipersingkat menjadi hanya sekitar 30 hari.
Teknologi ini bertujuan untuk mengurangi dampak negatif dari industri minyak nabati seperti deforestasi, hilangnya habitat alami, penggunaan pestisida dan pupuk, serta masalah sosial dalam tenaga kerja. Minyak yang dihasilkan juga ramah vegan dan bebas dari kekejaman terhadap hewan.
Meski menjanjikan, teknologi ini masih harus menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait persetujuan regulasi untuk produk makanan dan kosmetik, biaya produksi yang masih tinggi, dan konsumsi energi yang harus dikelola agar tetap berkelanjutan. SMEY menargetkan pangsa pasar awal di Eropa dan Amerika Utara.
Ke depan, lab minyak ini berpotensi mengubah rantai pasok minyak nabati dengan membuat produksi lebih lokal, stabil, dan terkontrol, meskipun tidak sepenuhnya menggantikan minyak nabati tradisional dalam waktu dekat. Perkembangan ini jadi penting dalam upaya perlindungan hutan dan mendukung produk yang lebih bertanggung jawab secara lingkungan dan sosial.
Referensi:
[1] https://interestingengineering.com/innovation/lab-grown-oils
[1] https://interestingengineering.com/innovation/lab-grown-oils
Analisis Kami
"Teknologi fermentasi dan pembelajaran mesin yang digunakan SMEY adalah lompatan revolusioner yang dapat mengurangi ketergantungan pada minyak nabati konvensional yang merusak lingkungan. Meskipun potensi keberlanjutannya besar, skala produksi dan dampak lingkungan dari penggunaan energi harus benar-benar diperhatikan agar solusi ini tidak malah menggantikan satu permasalahan dengan masalah lain."
Analisis Ahli
Marc Mazodier
"Minyak yang diproduksi di laboratorium dapat mengurangi dampak lingkungan dan etika negatif dari produksi minyak konvensional, tetapi mereka masih bergantung pada input pertanian dan energi yang harus diperhitungkan secara cermat."
Prediksi Kami
Dalam beberapa tahun ke depan, teknologi minyak yang diproduksi di laboratorium akan semakin berkembang dan diperluas penggunaannya, terutama di pasar kosmetik dan pangan di Eropa dan Amerika Utara, namun juga akan menghadapi tantangan regulasi, biaya produksi, dan kebutuhan energi terbarukan.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dikembangkan oleh SMEY?A
SMEY mengembangkan minyak kelapa, sawit, dan shea yang dihasilkan di laboratorium.Q
Bagaimana SMEY mengurangi waktu produksi minyak?A
SMEY dapat mengurangi waktu produksi minyak dari 18-24 bulan menjadi sekitar 30 hari.Q
Apa tujuan dari regulasi deforestasi Uni Eropa?A
Tujuan dari regulasi deforestasi Uni Eropa adalah untuk menghindari impor produk yang terkait dengan deforestasi.Q
Mengapa minyak yang diproduksi di laboratorium dianggap lebih berkelanjutan?A
Minyak yang diproduksi di laboratorium dianggap lebih berkelanjutan karena tidak melibatkan penebangan pohon dan penggunaan pestisida.Q
Apa tantangan yang dihadapi SMEY dalam skala produksi?A
Tantangan yang dihadapi SMEY termasuk mendapatkan persetujuan regulasi dan memastikan performa minyak yang setara atau lebih baik dari minyak konvensional.