
Courtesy of Forbes
Cara Melindungi Bisnis dari Ancaman Deepfake yang Mengancam Kepercayaan
Mengedukasi pemimpin bisnis dan tim pengembang aplikasi tentang pentingnya kesiapan dan protokol pencegahan deepfake agar dapat melindungi kepercayaan, kredibilitas, dan integritas produk serta memperkuat budaya tanggung jawab dalam menghadapi ancaman konten sintetis.
18 Nov 2025, 20.45 WIB
3 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Deepfake dapat merusak kepercayaan pengguna dan kredibilitas perusahaan.
- Penting untuk memiliki protokol dan rencana tanggap darurat untuk menghadapi insiden deepfake.
- Kesadaran dan pendidikan tentang deepfake harus menjadi bagian dari budaya perusahaan.
tidak disebutkan - Dan Haiem, CEO AppMakers USA, mengalami langsung bagaimana dampak negatif deepfake kepada bisnisnya ketika sebuah video palsu menunjukkan kebocoran data aplikasi mereka tersebar. Video ini hampir membuat klien menarik diri, mengancam reputasi dan kepercayaan terhadap perusahaan yang menangani data pengguna penting.
Deepfake kini lebih dari sekadar hiburan atau efek film; mereka telah menjadi alat manipulasi yang canggih dan berbahaya, mampu meniru suara dan gambar pemimpin bisnis untuk melakukan penipuan finansial dalam hitungan menit. Dampaknya terhadap keandalan informasi dan keamanan data sangat besar dan kompleks.
Setelah insiden tersebut, AppMakers mulai melakukan simulasi untuk menguji respon tim menghadapi insiden deepfake yang bisa terjadi. Simulasi ini membantu mereka menemukan kesenjangan komunikasi dan memperkuat koordinasi antar departemen sehingga saat terjadi insiden, tindakannya bisa cepat dan terorganisir.
Mereka juga membuat playbook khusus yang mengatur siapa bertanggung jawab atas setiap langkah dalam menghadapi deepfake, mulai dari PR, pengembangan produk, hingga komunikasi dengan klien. Mereka bekerja sama dengan ahli AI dan konsultan kepatuhan untuk membangun protokol deteksi, serta memasukkan klausul kontrak terkait deepfake.
Lebih dari itu, mereka meningkatkan edukasi terkait risiko deepfake dengan memasukkan modul kesadaran dalam pelatihan klien dan briefing rutin, sehingga seluruh ekosistem mitra bisa lebih tanggap dan bisa bersama-sama meminimalisir penyebaran konten palsu yang berbahaya.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/councils/forbestechcouncil/2025/11/18/what-deepfakes-taught-me-about-protecting-the-products-we-build/
[1] https://www.forbes.com/councils/forbestechcouncil/2025/11/18/what-deepfakes-taught-me-about-protecting-the-products-we-build/
Analisis Ahli
Hany Farid (Professor of Computer Science, expert in digital forensics)
"Deepfakes menuntut pendekatan multi-disiplin dalam mendeteksi dan mengantisipasi penyebarannya, karena teknologi ini berkembang sangat cepat dan bisa mengecoh sistem tradisional."
Nina Schick (Author & expert on synthetic media)
"Kunci mitigasi risiko deepfake adalah kesadaran dan pendidikan berkelanjutan di seluruh organisasi, serta pengembangan kerangka hukum dan etika yang jelas untuk penggunaan dan penangkalannya."
Analisis Kami
"Kasus ini membuktikan bahwa ancaman deepfake telah menggeser paradigma keamanan data menjadi lebih kompleks, yang menuntut kesiapan lintas departemen dan kolaborasi dengan ahli eksternal. Tanpa sikap proaktif dan pendidikan yang terus-menerus, banyak perusahaan akan kesulitan mempertahankan integritas produk dan kepercayaan pelanggan di era digital."
Prediksi Kami
Di masa depan, perusahaan yang tidak segera menerapkan protokol dan edukasi terkait deepfake akan mengalami penurunan kepercayaan dari pengguna dan investor, berpotensi kehilangan posisi di pasar dan bahkan menghadapi kerugian finansial yang signifikan akibat manipulasi konten digital.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dimaksud dengan deepfake?A
Deepfake adalah teknologi yang digunakan untuk membuat konten palsu yang tampak nyata, seperti video atau audio yang dimanipulasi.Q
Mengapa deepfake menjadi ancaman bagi perusahaan?A
Deepfake dapat merusak kepercayaan, kredibilitas, dan integritas produk, serta berpotensi menyebabkan kerugian finansial bagi perusahaan.Q
Apa langkah yang diambil oleh Dan Haiem setelah mengalami insiden deepfake?A
Setelah insiden deepfake, Dan Haiem mulai mengambil pendekatan terstruktur untuk mencegah deepfake dengan membuat playbook dan bekerja sama dengan spesialis etika AI.Q
Bagaimana perusahaan dapat meningkatkan kesadaran tentang deepfake?A
Perusahaan dapat meningkatkan kesadaran tentang deepfake dengan menyertakan modul kesadaran dalam orientasi klien dan briefing kuartalan.Q
Apa yang menjadi dasar kepercayaan dan integritas dalam pembangunan aplikasi?A
Kepercayaan dan integritas menjadi dasar dalam pembangunan aplikasi untuk melindungi apa yang dibangun dan memberi jaminan kepada klien.




