
Courtesy of SCMP
China Bangun Pulau Buatan Terapung Tahan Ledakan Nuklir untuk Riset Laut Dalam
Membangun fasilitas ilmiah laut dalam yang mampu bertahan dalam berbagai kondisi cuaca ekstrim dan ancaman militer, termasuk ledakan nuklir, untuk mendukung riset jangka panjang dan memperkuat proyek kekuatan maritim China.
20 Nov 2025, 20.39 WIB
112 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- China sedang membangun pulau buatan yang dapat bertahan dalam kondisi ekstrem.
- Fasilitas ini menggabungkan teknologi canggih untuk penelitian dan pertahanan.
- Desainnya memiliki kemampuan unik untuk menahan ledakan nuklir.
Shanghai, China - China sedang membangun sebuah fasilitas ilmiah yang sangat besar di laut dalam, yang berbentuk seperti pulau buatan terapung. Fasilitas ini dirancang agar bisa menampung banyak peneliti selama berbulan-bulan dan tetap berfungsi dengan baik tanpa perlu suplay dari luar.
Fasilitas ini sangat kuat dan unik karena mampu menahan ledakan nuklir. Hal ini dicapai dengan menggunakan bahan khusus yang disebut metamaterial, yang membuat tekanan ledakan bisa diserap dan tidak merusak bagian penting fasilitas.
Selain fungsi ilmiah, fasilitas ini juga bisa menunjang kekuatan militer China di laut. Dengan kemampuan bertahan terhadap cuaca berat dan serangan, pulau buatan ini bisa berada di tengah lautan dan menjaga komunikasi, navigasi, serta energi dengan aman.
Jumlah orang yang bisa tinggal di fasilitas ini cukup banyak, yaitu sekitar 238 orang, dan mereka bisa tinggal selama empat bulan tanpa perlu bantuan dari luar. Ini menunjukkan bahwa fasilitas ini benar-benar dibuat untuk jangka panjang.
Dengan target operasional pada tahun 2028, fasilitas ini diharapkan menjadi inovasi besar yang bukan hanya menambah kemampuan riset laut dalam tapi juga meningkatkan posisi China dalam persaingan global di laut.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3333501/china-building-worlds-first-floating-artificial-island-nuclear-proof-bunker?module=top_story&pgtype=subsection
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3333501/china-building-worlds-first-floating-artificial-island-nuclear-proof-bunker?module=top_story&pgtype=subsection
Analisis Ahli
Profesor Yang Deqing
"Penggunaan metamaterial sebagai pelindung ledakan nuklir menunjukkan kemajuan revolusioner dalam desain struktural yang bisa menjadi standar baru bagi fasilitas laut dalam masa depan."
Analisis Kami
"Pengembangan fasilitas seperti ini menandakan bahwa China tidak hanya fokus pada penguasaan wilayah tetapi juga pada kemampuan bertahan dari serangan ekstrem yang sebelumnya hanya dipikirkan oleh negara-negara adidaya. Namun, penggunaan teknologi metamaterial dalam konteks militer-ilmiah ini juga membuka babak baru perlombaan senjata tersembunyi yang berpotensi meningkatkan ketegangan global."
Prediksi Kami
Fasilitas ini kemungkinan akan memperkuat dominasi China di wilayah laut sengketa dan bisa memicu peningkatan kompetisi teknologi dan kekuatan militer di kawasan maritim global.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa tujuan utama dari fasilitas ilmiah yang sedang dibangun oleh China?A
Tujuan utama dari fasilitas ilmiah ini adalah untuk menyediakan infrastruktur penelitian yang dapat bertahan dalam berbagai cuaca dan untuk tinggal jangka panjang.Q
Mengapa desain tahan ledakan nuklir dianggap penting untuk fasilitas ini?A
Desain tahan ledakan nuklir penting untuk memastikan keamanan ruang-ruang kritis yang mendukung daya, komunikasi, dan kontrol navigasi dalam keadaan darurat.Q
Berapa jumlah penghuninya dan berapa lama mereka dapat tinggal tanpa pasokan tambahan?A
Fasilitas ini dapat menampung 238 penghuni selama empat bulan tanpa resupply.Q
Siapa yang memimpin tim penelitian untuk proyek ini?A
Tim penelitian untuk proyek ini dipimpin oleh Profesor Yang Deqing dari Shanghai Jiao Tong University.Q
Apa yang dimaksud dengan 'metamaterial' dalam konteks desain fasilitas ini?A
Metamaterial dalam konteks desain fasilitas ini merujuk pada panel sandwich yang dirancang untuk mengubah guncangan dahsyat menjadi tekanan lembut.




