
Courtesy of CNBCIndonesia
Banjir Besar Mengancam Punahnya Orang Utan Tapanuli di Sumatra
Artikel ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang dampak banjir besar terhadap kelangsungan hidup orang utan Tapanuli yang sudah sangat terancam punah, serta mendesak tindakan konservasi yang lebih serius dan perlindungan habitat yang lebih luas.
15 Des 2025, 10.45 WIB
89 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Banjir di Sumatra telah menyebabkan kerugian besar bagi populasi orangutan Tapanuli yang terancam punah.
- Pentingnya upaya konservasi dan perlindungan habitat untuk kelangsungan hidup orangutan Tapanuli.
- Deforestasi dan perubahan lahan terus menjadi ancaman serius bagi spesies langka di Sumatra.
Sumatra Utara, Indonesia - Banjir hebat di Sumatra Utara pada akhir November 2025 mengakibatkan kerusakan besar pada habitat satwa liar, terutama orang utan Tapanuli yang populasinya sudah sangat kecil. Kejadian ini menyebabkan kematian tidak hanya manusia tapi juga banyak hewan di hutan tersebut.
Orang utan Tapanuli yang jumlahnya kurang dari 800 ekor di alam liar sangat terdampak oleh bencana ini, bahkan seekor individu ditemukan mati. Para ahli memperkirakan antara 6-11 persen dari populasi orang utan hilang akibat banjir besar tersebut.
Kerusakan habitat yang parah dilaporkan, dengan wilayah hutan yang luas rusak karena terbawa banjir, lumpur, dan pepohonan. Area yang menjadi tempat tinggal orang utan ini makin menyusut karena banjir dan juga akibat alih fungsi lahan ke perkebunan atau industri.
Para konservasionis mendesak pemerintah menghentikan proyek-proyek yang merusak habitat dan memperluas kawasan lindung serta memperbaiki kondisi hutan yang rusak agar orang utan Tapanuli memiliki kesempatan lebih baik untuk bertahan hidup.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251215100009-37-694176/ancaman-di-tapanuli-sempat-disorot-peneliti-asing-kini-makin-parah
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251215100009-37-694176/ancaman-di-tapanuli-sempat-disorot-peneliti-asing-kini-makin-parah
Analisis Ahli
Panut Hadisiswoyo
"Kehilangan seekor orang utan merupakan pukulan telak bagi kelangsungan hidup spesies ini."
Erik Meijaard
"Kematian individu dewasa di atas 1% akan membuat spesies menuju kepunahan, apalagi dalam kondisi ini mencapai 6-11%."
David Gaveau
"Kerusakan akibat banjir sangat ekstrem dan belum pernah saya lihat sebelumnya dalam dua dekade memantau deforestasi di Indonesia."
Amanda Hurowitz
"Status baru orang utan Tapanuli semestinya memicu upaya penyelamatan massif, tapi kenyataannya ancamannya sama sejak dulu."
Analisis Kami
"Banjir ini memperlihatkan betapa rapuhnya keberadaan orang utan Tapanuli yang sudah berada di ambang kepunahan, dan kerusakan habitat yang terus terjadi semakin memperparah situasi. Tanpa respons konservasi yang cepat dan tegas, kita bisa kehilangan salah satu kera besar yang paling unik di dunia dalam waktu dekat."
Prediksi Kami
Jika tidak ada peningkatan signifikan dalam upaya konservasi dan perlindungan habitat, populasi orang utan Tapanuli kemungkinan akan semakin menurun tajam hingga mendekati kepunahan dalam beberapa generasi mendatang.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa dampak banjir di Sumatra terhadap orangutan Tapanuli?A
Banjir di Sumatra menyebabkan kematian orang utan Tapanuli dan mengganggu habitat mereka.Q
Berapa jumlah orangutan Tapanuli yang tersisa di alam liar?A
Tersisa sekitar 800 orangutan Tapanuli di alam liar.Q
Mengapa orangutan Tapanuli dianggap terancam punah?A
Orangutan Tapanuli dianggap terancam punah karena kehilangan habitat yang signifikan dan dampak bencana alam.Q
Siapa yang menyatakan bahwa kehilangan satu individu orangutan Tapanuli adalah pukulan telak?A
Panut Hadisiswoyo menyatakan bahwa kehilangan satu individu orangutan Tapanuli adalah pukulan telak.Q
Apa rekomendasi para ahli untuk konservasi orangutan Tapanuli?A
Para ahli merekomendasikan untuk menghentikan proyek yang merusak habitat dan melakukan perluasan kawasan lindung.



