Bahaya dan Solusi Menggunakan AI di Tempat Kerja: Hindari 'Slop at Scale'
Courtesy of Forbes

Bahaya dan Solusi Menggunakan AI di Tempat Kerja: Hindari 'Slop at Scale'

Mengedukasi organisasi agar menggunakan AI secara bijak dan strategis, dengan menerapkan kerangka kerja yang tepat untuk memaksimalkan manfaat AI sambil meminimalkan risiko produktivitas dan kepercayaan yang terkikis.

16 Des 2025, 18.30 WIB
149 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • AI harus diterapkan dengan strategi dan pemahaman yang tepat untuk menghindari kesalahan dan kehilangan produktivitas.
  • Penting untuk melatih karyawan agar mampu mengevaluasi dan memahami keterbatasan AI.
  • Organisasi perlu fokus pada tugas-tugas yang sesuai untuk automasi AI dan menciptakan umpan balik untuk perbaikan berkelanjutan.
Revolusi kecerdasan buatan (AI) dijanjikan dapat membebaskan pekerja pengetahuan dari tugas-tugas membosankan dan meningkatkan produktivitas secara luar biasa. Namun, kenyataannya banyak organisasi justru menemukan bahwa investasi AI mereka menambah pekerjaan, bukan menguranginya. Konten yang dihasilkan AI seringkali terlihat profesional, tapi kurang substansi dan banyak membutuhkan perbaikan berulang, menyebabkan kerugian besar dalam produktivitas.
Penelitian dari Stanford Social Media Lab dan BetterUp Labs menunjukkan bahwa lebih dari 40% pekerja mengalami harus merevisi konten AI, yang mengakibatkan perusahaan besar bisa kehilangan jutaan dolar setiap tahun. Ketika ahli harus menjadi korektor konten AI yang bermasalah, mereka tidak lagi fokus menciptakan nilai tambah, melainkan memperbaiki kesalahan mesin, sebuah kesalahpahaman dalam model keterlibatan manusia dengan AI.
Risiko utama dari penggunaan AI tanpa kontrol ketat mencakup kesalahan skala besar karena AI kurang mampu memahami konteks, potensi tanggung jawab hukum terutama di bidang sensitif seperti kesehatan dan keuangan, serta kerusakan kepercayaan antar rekan kerja karena konten AI yang kurang berkualitas. Hal ini membuat perusahaan harus berhati-hati dalam menyebarkan AI secara masif tanpa strategi yang jelas.
Sebagai solusi, AJ Bubb memperkenalkan kerangka kerja 'lampu lalu lintas' untuk mengklasifikasikan tugas-tugas yang sesuai untuk otomatisasi AI. Tugas berwarna hijau cocok untuk otomatisasi penuh, kuning memerlukan pengawasan manusia, sedangkan merah masih harus didominasi manusia dengan AI sebagai pendukung. Kerangka ini membantu organisasi memaksimalkan manfaat AI tanpa membebani tenaga ahli dengan tugas memperbaiki kesalahan AI.
Agar implementasi AI berhasil, perusahaan harus melakukan audit sebelum otomatisasi, melatih karyawan dalam penilaian kritis, mengukur hasil bukan sekadar volume keluaran, menciptakan mekanisme umpan balik untuk perbaikan, dan pemimpin perusahaan harus memberi contoh penggunaan AI yang bertanggung jawab. Pendekatan ini memungkinkan AI bekerja sebagai alat bantu yang efektif dan mengurangi risiko kesalahan, kerugian produktivitas, dan rusaknya kepercayaan tim.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/councils/forbestechcouncil/2025/12/16/ai-is-shepherding-the-next-generation-of-sas-slop-at-scale/

Analisis Ahli

Andrew Ng
"Implementasi AI harus memperhatikan konteks dan variabilitas tugas agar dapat membawa nilai nyata, bukan sekadar menggantikan aktivitas manusia secara mekanis."
Fei-Fei Li
"Manusia harus tetap menjadi pusat pengambilan keputusan dalam proses AI untuk menghindari penurunan kualitas dan kepercayaan di lingkungan kerja."

Analisis Kami

"Banyak perusahaan terlalu gegabah menerapkan AI tanpa memahami karakter tugas yang harus diotomasi sehingga malah menambah beban kerja karyawan. Pendekatan sistematis melalui pengklasifikasian dan pelatihan kritis sangat penting agar AI menjadi alat pemberdaya, bukan pemecah masalah baru."

Prediksi Kami

Di masa mendatang, organisasi yang gagal mengelola AI dengan baik akan mengalami penurunan produktivitas dan kepercayaan internal yang serius, sementara yang adaptif akan mendapatkan keunggulan kompetitif dengan mengoptimalkan kolaborasi AI dan manusia.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dimaksud dengan 'slop at scale' dalam konteks penggunaan AI?
A
'Slop at scale' merujuk pada fenomena di mana konten yang dihasilkan oleh AI tampak profesional tetapi tidak memberikan substansi yang cukup untuk mencapai tujuan bisnis.
Q
Apa dampak negatif dari penggunaan AI yang tidak tepat di organisasi?
A
Dampak negatif termasuk meningkatnya beban kerja, potensi kesalahan yang lebih besar, dan erosi kepercayaan antar rekan kerja.
Q
Bagaimana cara organisasi dapat menerapkan AI secara strategis?
A
Organisasi perlu membuat kerangka keputusan yang jelas dan mengaudit tugas sebelum mengotomatisasi, serta melibatkan umpan balik dari pengguna.
Q
Sebutkan tiga jenis tugas yang dapat diotomatisasi dengan AI sesuai dengan framework yang diajukan.
A
Tiga jenis tugas tersebut adalah tugas dengan variabilitas rendah yang dapat diotomatisasi, tugas yang memerlukan pengawasan manusia, dan tugas yang memerlukan pemahaman konteks yang mendalam.
Q
Mengapa penting untuk melatih karyawan mengenai literasi AI?
A
Penting untuk melatih karyawan agar mereka tidak hanya memahami cara menggunakan alat AI, tetapi juga dapat mengevaluasi keluaran dan mengenali kapan penilaian manusia diperlukan.