
Courtesy of Forbes
Curah Hujan Ekstrem dan Kegagalan Tanggul Picu Ancaman Banjir di Seattle
Menginformasikan tentang ancaman banjir berat akibat curah hujan ekstrem dan kegagalan infrastruktur air di kawasan Pacific Northwest serta menjelaskan pentingnya pengelolaan operasi bendungan yang diperbarui untuk menghadapi ketidakpastian iklim modern.
17 Des 2025, 02.39 WIB
182 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Hujan ekstrem dan banjir menjadi ancaman serius di Pacific Northwest.
- Atmosfer sungai membawa kelembapan yang signifikan, tetapi juga dapat menyebabkan risiko banjir.
- Proyek FIRO bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan reservoir dalam menghadapi perubahan iklim.
Seattle , Amerika Serikat - Wilayah Pacific Northwest di sekitar Seattle tengah dilanda curah hujan bersejarah yang menyebabkan banjir parah dan kerusakan pada tanggul serta bendungan. Evakuasi dilakukan di banyak kawasan karena risiko ancaman banjir terus meningkat akibat kondisi cuaca buruk yang dipicu oleh beberapa gelombang atmospheric river, yaitu sungai atmosfer yang membawa uap air dari Samudra Pasifik.
National Weather Service menaikkan tingkat peringatan banjir untuk beberapa sungai penting di Washington, termasuk White River. Kondisi bendungan juga semakin kritis karena perlu menjaga tingkat aliran air yang tinggi di bawah bendungan untuk mengelola ruang banjir, meskipun curah hujan baru meningkatkan volume air yang masuk ke reservoir secara signifikan.
Atmospheric rivers dikenal membawa uap air dalam jumlah sangat besar dan terkonversi menjadi hujan saat mencapai daratan. Meski berbahaya, fenomena ini juga menyumbang sebagian besar hujan yang diterima wilayah Barat Amerika Serikat. Namun, frekuensi dan intensitasnya yang tinggi selama beberapa hari terakhir menimbulkan ancaman signifikan terhadap infrastruktur dan keselamatan masyarakat.
Para peneliti telah mengembangkan sistem rating untuk mengukur intensitas atmospheric river dari AR1 sampai AR5, yang memudahkan prediksi dan persiapan menghadapi cuaca ekstrem ini. Skala ini membantu para pengelola bendungan dan pemerintah daerah dalam mengambil keputusan terkait mitigasi risiko banjir.
Untuk mengatasi tantangan ini, proyek Forecast Informed Reservoir Operations (FIRO) menjadi sangat penting. FIRO menggabungkan teknologi peramalan cuaca dan pengelolaan bendungan secara cerdas agar dapat menyesuaikan operasional infrastruktur air dengan kondisi cuaca saat ini dan memperhitungkan ketidakpastian iklim masa depan, guna mengurangi risiko dan meningkatkan ketahanan di wilayah rawan banjir.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/marshallshepherd/2025/12/16/pacific-northwest-braces-for-more-atmospheric-rivers-and-flooding/
[1] https://www.forbes.com/sites/marshallshepherd/2025/12/16/pacific-northwest-braces-for-more-atmospheric-rivers-and-flooding/
Analisis Ahli
Dr. Brian Bledsoe
"Ketidakakuratan asumsi stationarity dalam perancangan infrastruktur mengurangi efektivitas perlindungan banjir, sehingga kebutuhan untuk melakukan peninjauan ulang dan modernisasi manajemen sumber daya air sangat mendesak."
Analisis Kami
"Situasi ini menunjukkan bahwa ketergantungan pada asumsi lama tentang pola cuaca sudah tidak relevan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang nyata. Investasi dan pengembangan sistem pengelolaan air berbasis data real-time dan perkiraan modern adalah kunci supaya infrastruktur kritis dapat beradaptasi dan mengurangi risiko bencana."
Prediksi Kami
Diperkirakan banjir dan kerusakan akibat cuaca ekstrem akan terus meningkat, sehingga risiko kegagalan infrastruktur seperti tanggul dan bendungan juga akan bertambah, memaksa penerapan manajemen air yang lebih adaptif dan teknologi canggih dalam pengendalian banjir.




