Aflac Kena Serangan Siber, Data 22,65 Juta Pelanggan Dicuri Hacker
Courtesy of TechCrunch

Aflac Kena Serangan Siber, Data 22,65 Juta Pelanggan Dicuri Hacker

Memberikan informasi tentang pelanggaran data besar yang dialami Aflac dan dampaknya terhadap jutaan pelanggan, serta mengungkap kemungkinan kelompok peretas yang bertanggung jawab, untuk meningkatkan kesadaran akan risiko keamanan siber di industri asuransi.

24 Des 2025, 00.14 WIB
209 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Aflac mengalami pelanggaran data besar yang memengaruhi lebih dari 22 juta orang.
  • Informasi pribadi yang dicuri termasuk nomor Jaminan Sosial dan informasi kesehatan.
  • Scattered Spider diduga sebagai kelompok peretas yang menargetkan industri asuransi.
Amerika Serikat - Pada bulan Juni, perusahaan asuransi besar asal Amerika Serikat, Aflac, mengumumkan bahwa mereka mengalami pelanggaran data yang besar. Data pribadi jutaan pelanggan mereka, seperti nomor Jaminan Sosial dan informasi kesehatan, dicuri oleh peretas misterius. Awalnya, Aflac tidak menginformasikan berapa banyak pelanggan yang terdampak dari insiden ini.
Kemudian pada hari Selasa, Aflac mengonfirmasi bahwa mereka sudah mulai memberi tahu sekitar 22,65 juta orang yang datanya ikut dicuri dalam serangan siber tersebut. Informasi yang dicuri tidak hanya nama dan tanggal lahir, tetapi juga alamat rumah, nomor identitas resmi seperti paspor dan SIM, serta data kesehatan dan asuransi pelanggan.
Dalam laporan ke pejabat keamanan di Texas dan Iowa, Aflac menyebut bahwa pelaku serangan diduga berasal dari sebuah kelompok kriminal dunia maya yang sudah dikenal oleh pihak berwenang dan pakar keamanan siber. Diduga kelompok ini memang sengaja menargetkan perusahaan asuransi secara besar-besaran pada waktu yang bersamaan.
Berdasarkan investigasi dan waktu serangan, kemungkinan kelompok hacker yang bertanggung jawab adalah Scattered Spider, yaitu sebuah kelompok yang anggotanya kebanyakan adalah pemuda berbahasa Inggris. Selain Aflac, ada juga perusahaan asuransi lain seperti Erie Insurance dan Philadelphia Insurance Companies yang turut mengalami serangan serupa.
Aflac sendiri memiliki sekitar 50 juta pelanggan di seluruh Amerika Serikat. Serangan besar ini menjadi peringatan bagi semua perusahaan asuransi untuk lebih waspada dan memperkuat keamanan data pelanggannya agar tidak mudah menjadi korban pencurian informasi pribadi yang berbahaya.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2025/12/23/us-insurance-giant-aflac-says-hackers-stole-personal-and-health-data-of-22-6-million-people/

Analisis Ahli

Brian Krebs (Jurnalis keamanan siber)
"Serangan skala besar seperti ini menegaskan bahwa pelaku kejahatan siber semakin terorganisir dan terfokus pada sektor-sektor yang menyimpan data pribadi nilai tinggi. Perlu ada kerjasama erat antara perusahaan asuransi dan badan hukum untuk mencegah dan merespons insiden secepat mungkin."

Analisis Kami

"Pelaku serangan siber yang menargetkan data pelanggan asuransi menunjukkan betapa rentannya industri ini terhadap ancaman digital yang semakin canggih. Aflac dan perusahaan lain harus segera meningkatkan sistem keamanan mereka, serta transparansi dalam mengkomunikasikan insiden demi menjaga kepercayaan pelanggan."

Prediksi Kami

Dalam waktu dekat, kemungkinan akan terjadi peningkatan pengawasan dan penguatan keamanan siber di industri asuransi, serta potensi penindakan hukum lebih serius terhadap kelompok peretas yang menargetkan sektor tersebut.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang terjadi pada Aflac pada bulan Juni?
A
Aflac mengungkapkan bahwa mereka mengalami pelanggaran data di mana peretas mencuri informasi pribadi pelanggan.
Q
Berapa banyak orang yang diberitahu oleh Aflac tentang pelanggaran data?
A
Aflac mengonfirmasi bahwa mereka mulai memberitahu sekitar 22,65 juta orang.
Q
Informasi apa yang dicuri oleh peretas dari Aflac?
A
Informasi yang dicuri termasuk nama pelanggan, tanggal lahir, alamat rumah, nomor identifikasi pemerintah, dan informasi kesehatan.
Q
Siapa yang diduga bertanggung jawab atas pelanggaran ini?
A
Peretas yang terlibat diduga terkait dengan organisasi kriminal siber yang dikenal, kemungkinan Scattered Spider.
Q
Apa saja perusahaan lain yang juga mengalami pelanggaran data?
A
Perusahaan lain yang juga mengalami pelanggaran adalah Erie Insurance dan Philadelphia Insurance Companies.