BMKG Imbau Waspada Curah Hujan Tinggi Jelang Natal dan Tahun Baru 2026
Courtesy of CNBCIndonesia

BMKG Imbau Waspada Curah Hujan Tinggi Jelang Natal dan Tahun Baru 2026

Memberikan informasi cuaca dan iklim terkini serta prediksi curah hujan selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan mendukung perencanaan mitigasi bencana serta aktivitas masyarakat dengan aman.

26 Des 2025, 13.00 WIB
17 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi hujan lebat menjelang akhir tahun.
  • BMKG dan BNPB bekerja sama untuk melakukan operasi modifikasi cuaca di wilayah yang terdampak bencana.
  • Prediksi iklim menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami cuaca normal sepanjang tahun 2026.
Jakarta, Indonesia - BMKG mengeluarkan peringatan kepada masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi curah hujan tinggi menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Hal ini disebabkan oleh aktifnya Monsun Asia yang membawa massa udara basah ke berbagai wilayah di Indonesia, yang bisa menyebabkan hujan lebat hingga sangat lebat.
Beberapa daerah yang diprediksi akan mengalami hujan intens termasuk wilayah Riau, Jawa Barat, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua Selatan. Namun, daerah-daerah seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang baru saja terkena bencana diperkirakan cuacanya relatif stabil dengan curah hujan ringan hingga sedang.
Untuk mempercepat pemulihan pascabencana, BMKG dan BNPB terus menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di beberapa wilayah seperti Aceh dan Sumatera yang terbukti efektif menurunkan intensitas hujan. Masyarakat juga dihimbau untuk tetap tenang dan waspada terhadap potensi bencana seperti banjir dan longsor selama aktivitas akhir tahun.
BMKG juga memberikan gambaran iklim tahun 2026 yang diprediksi normal di sebagian besar wilayah Indonesia dengan curah hujan tahunan antara 1.500 hingga 4.000 mm. Namun, risiko kebakaran hutan saat musim kemarau tetap perlu diwaspadai dan mitigasi dini diperlukan agar dampak buruk dapat diminimalkan.
Informasi mengenai cuaca dan iklim dapat dimanfaatkan oleh berbagai sektor seperti pertanian, sumber daya air, hingga kesehatan. BMKG mendorong masyarakat dan pemangku kepentingan untuk selalu memantau update cuaca melalui aplikasi InfoBMKG agar dapat merencanakan aktivitas dengan lebih aman dan bijak.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251226115107-37-697414/alasan-warga-ri-harus-siaga-penuh-sampai-awal-januari-2026-ada-apa

Analisis Ahli

Teuku Faisal Fathani
"Pandangan iklim yang komprehensif penting untuk perencanaan jangka panjang sektor pembangunan agar risiko iklim dapat diminimalisasi dan potensi dapat dioptimalkan."
Ardhasena Sopaheluwakan
"Iklim normal tahun 2026 mendukung kualitas udara lebih baik berkat curah hujan yang cukup, tetapi antisipasi kebakaran hutan musim kemarau harus menjadi prioritas melalui mitigasi sistematis."

Analisis Kami

"Situasi cuaca yang diprediksi oleh BMKG menunjukkan perlunya kesiapsiagaan ekstra dari masyarakat dan pemerintah untuk mengantisipasi bencana yang bisa terjadi secara mendadak. Penggunaan teknologi seperti Operasi Modifikasi Cuaca dan pemodelan AI patut diapresiasi sebagai langkah maju dalam mitigasi bencana, namun perlu terus diperkuat lewat kolaborasi lintas sektor."

Prediksi Kami

Peningkatan curah hujan dan cuaca ekstrem pada akhir tahun 2025 berpotensi memicu banjir dan longsor di wilayah rawan, sementara kondisi iklim normal pada 2026 dapat menjaga stabilitas beberapa sektor, meski risiko kebakaran hutan tetap ada saat musim kemarau.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang diimbau oleh BMKG menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026?
A
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan curah hujan.
Q
Wilayah mana saja yang diprediksi mengalami hujan lebat?
A
Wilayah yang diprediksi mengalami hujan lebat antara lain Riau, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Papua Selatan.
Q
Bagaimana kondisi cuaca di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat?
A
Kondisi cuaca di ketiga provinsi tersebut diprediksi relatif kondusif, meskipun beberapa titik masih masuk kategori hujan sedang.
Q
Apa tujuan dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan oleh BMKG?
A
Tujuan dari OMC adalah untuk mempercepat proses pemulihan di lapangan dengan menurunkan intensitas curah hujan.
Q
Bagaimana prediksi iklim di Indonesia untuk tahun 2026?
A
Prediksi iklim untuk tahun 2026 menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan dengan kategori normal.