
Courtesy of CNBCIndonesia
Samsung Kuasai Kembali Pasar Smartphone Indonesia, Persaingan Makin Sengit
Memberikan informasi terkait perubahan peta persaingan pasar smartphone di Indonesia pada kuartal III-2025 dan faktor yang mempengaruhi pergeseran dominasi merek smartphone.
27 Des 2025, 14.45 WIB
269 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Samsung berhasil merebut kembali posisi puncak di pasar smartphone Indonesia.
- Infinix menunjukkan pertumbuhan yang signifikan di segmen entry-level.
- Pasar smartphone Indonesia tumbuh 12% YoY dengan adopsi teknologi baru.
Jakarta, Indonesia - Pasar smartphone di Indonesia mengalami perubahan besar pada kuartal III-2025. Setelah beberapa waktu didominasi oleh merek-merek asal China, Samsung berhasil merebut kembali posisi puncak dengan pangsa pasar sebesar 20%, naik dari 17% tahun sebelumnya. Hal ini karena strategi produk dan harga yang tepat serta kemajuan teknologi.
Infinix juga menunjukkan performa yang mengesankan dengan lonjakan pengiriman sebesar 45% dan pangsa pasar naik dari 9% menjadi 12%, menyasar segmen entry-level yang semakin diminati. Sementara beberapa pemain besar seperti Xiaomi, Oppo, dan Vivo justru mengalami penurunan pangsa pasar meski masih mencatat pertumbuhan pengiriman yang berbeda-beda.
Pasar smartphone Indonesia tumbuh sekitar 12% year-on-year pada kuartal III-2025. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh meningkatnya minat konsumen terhadap perangkat entry-level, teknologi AI yang semakin diadopsi, serta banyaknya pilihan ponsel 5G dengan harga yang semakin terjangkau oleh masyarakat.
Menurut Ridwan Kusuma dari Counterpoint Research, perubahan ini mencerminkan bagaimana perilaku konsumen di Indonesia berevolusi. Mereka kini lebih mengandalkan smartphone bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga untuk produktivitas dan hiburan dengan dukungan teknologi canggih seperti AI dan konektivitas 5G.
Dengan tren ini, persaingan di pasar smartphone Indonesia diprediksi akan semakin ketat. Merek-merek harus terus berinovasi dan menyesuaikan harga agar bisa menarik konsumen yang makin selektif dan mengutamakan teknologi terbaru serta nilai ekonomis dalam pembelian smartphone.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251227112749-37-697554/raja-hp-indonesia-rebut-tahta-nomor-1-hp-china-minggir
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251227112749-37-697554/raja-hp-indonesia-rebut-tahta-nomor-1-hp-china-minggir
Analisis Ahli
Ridwan Kusuma
"Pertumbuhan pasar smartphone Indonesia didorong oleh adopsi teknologi Gen AI, semakin banyaknya smartphone 5G yang terjangkau, serta meningkatnya indeks kepercayaan konsumen, yang mencerminkan perubahan perilaku pengguna yang mengandalkan smartphone untuk produktivitas dan hiburan."
Analisis Kami
"Kembalinya Samsung ke puncak pasar smartphone Indonesia menunjukkan bahwa merek besar dengan inovasi teknologi kuat dan pengelolaan harga yang tepat masih sangat dihargai konsumen. Tren naiknya permintaan smartphone entry-level yang sudah dilengkapi teknologi canggih seperti AI dan 5G juga mengindikasikan bahwa konsumen Indonesia semakin cerdas dan selektif dalam memilih perangkat."
Prediksi Kami
Persaingan pasar smartphone di Indonesia akan semakin ketat dengan lebih banyak merek yang fokus pada teknologi AI dan 5G, serta menghadirkan produk entry-level yang kompetitif untuk merebut pangsa pasar yang lebih besar.
Pertanyaan Terkait
Q
Siapa yang kembali menguasai pasar smartphone di Indonesia?A
Samsung kembali menguasai pasar smartphone di Indonesia.Q
Berapa persen pertumbuhan pengiriman smartphone Samsung YoY?A
Pertumbuhan pengiriman smartphone Samsung adalah 30% YoY.Q
Apa yang menjadi pendorong pertumbuhan pasar smartphone Indonesia?A
Pertumbuhan pasar smartphone Indonesia dipengaruhi oleh adopsi Gen AI, semakin banyak smartphone 5G yang terjangkau, dan meningkatnya indeks kepercayaan konsumen.Q
Bagaimana kinerja pengiriman smartphone dari Infinix?A
Infinix mencatatkan lonjakan pengiriman hingga 45% YoY.Q
Apa yang terjadi dengan pangsa pasar Xiaomi dan Oppo?A
Pangsa pasar Xiaomi turun dari 19% menjadi 17%, sementara Oppo melemah dari 18% menjadi 16%.




