Indonesia Puncaki Studi Harvard: Kesejahteraan Lebih dari Sekadar Uang
Courtesy of CNBCIndonesia

Indonesia Puncaki Studi Harvard: Kesejahteraan Lebih dari Sekadar Uang

Untuk menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan atau perkembangan manusia bukan hanya soal kekayaan dan kesehatan fisik, tetapi meliputi berbagai dimensi seperti hubungan sosial, makna hidup, dan karakter pro-sosial yang kuat, serta menginformasikan bahwa Indonesia unggul dalam aspek-aspek tersebut.

03 Jan 2026, 16.00 WIB
276 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Indonesia memiliki tingkat perkembangan tertinggi menurut studi Global Flourishing Study.
  • Kesejahteraan tidak hanya terkait dengan kekayaan, tetapi juga dengan hubungan sosial dan makna hidup.
  • Negara maju seperti Jepang dan Inggris memiliki skor rendah dalam aspek hubungan sosial dan makna hidup.
Jakarta, Indonesia - Studi baru yang dilakukan oleh Universitas Harvard mengungkap bahwa Indonesia menjadi negara dengan tingkat perkembangan masyarakat tertinggi di dunia, mengalahkan Amerika Serikat dan negara-negara maju lainnya. Studi ini mengukur aspek kesehatan mental, kebahagiaan, makna hidup, karakter, hubungan sosial, keamanan finansial, dan spiritual dari lebih dari 203 ribu responden di 22 negara.
Indonesia berhasil mendapatkan skor tertinggi yaitu 8,3, mengungguli Israel, Filipina, Meksiko, dan Polandia. Di sisi lain, Amerika Serikat hanya berada di peringkat ke-12, sementara Inggris berada di posisi ke-20. Hal ini menunjukkan bahwa kekayaan dan kemajuan ekonomi tidak otomatis menjamin kesejahteraan atau perkembangan manusia yang maksimal.
Para peneliti menyatakan bahwa kesejahteraan adalah sesuatu yang multidimensi, artinya setiap negara memiliki cara berkembang yang berbeda. Mereka menyoroti bahwa aspek-aspek seperti makna hidup, hubungan sosial, dan karakter pro-sosial sangat penting dalam menciptakan kondisi hidup yang benar-benar berkembang.
Sebaliknya, negara maju seperti Jepang dan Inggris justru memiliki skor rendah, khususnya karena masyarakatnya memiliki hubungan sosial yang kurang kuat. Contohnya, masyarakat Jepang dilaporkan paling kecil kemungkinannya memiliki teman dekat, yang menunjukkan rendahnya aspek hubungan sosial yang sangat penting dalam kesejahteraan.
Studi ini mengubah paradigma bahwa uang bukan segalanya dalam mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan. Dengan keunggulan Indonesia pada hubungan sosial dan pro-sosial, negara ini menjadi contoh bahwa keterhubungan dan kuatnya komunitas adalah kunci dalam mencapai kehidupan yang berkualitas dan berkembang.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260103103731-37-699337/indonesia-negara-nomor-satu-amerika-kalah

Analisis Ahli

Martin Seligman
"Konsep flourishing yang diperdebatkan dalam studi ini sangat sejalan dengan psikologi positif, dimana kesejahteraan ditentukan oleh banyak aspek termasuk hubungan sosial dan makna hidup, bukan hanya materi."
Viktor Frankl
"Makna hidup adalah pilar utama kesejahteraan psikologis, dan studi ini membuktikan bahwa aspek spiritual dan sosial menjadi kunci bagi masyarakat yang benar-benar berkembang."

Analisis Kami

"Hasil studi ini membuka mata bahwa kebahagiaan dan kesejahteraan sejati jauh melampaui materi dan keamanan finansial. Indonesia yang unggul dalam aspek sosial dan pro-sosial menunjukkan investasi budaya dan komunitas yang kuat jauh lebih mendukung kualitas hidup secara menyeluruh dibanding sekadar kemakmuran materi."

Prediksi Kami

Dengan semakin diakuinya pentingnya dimensi sosial dan makna hidup dalam kesejahteraan, negara-negara termasuk Indonesia akan terus mengembangkan kebijakan dan budaya yang mendukung hubungan sosial yang kuat dan kesejahteraan mental yang holistik.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa hasil studi yang dilakukan oleh Universitas Harvard?
A
Studi yang dilakukan oleh Universitas Harvard menunjukkan bahwa Indonesia menempati urutan teratas untuk tingkat perkembangan atau flourishing.
Q
Negara mana yang menempati urutan teratas dalam studi tersebut?
A
Negara yang menempati urutan teratas dalam studi tersebut adalah Indonesia dengan skor 8,3.
Q
Apa saja aspek yang dinilai dalam Global Flourishing Study?
A
Aspek yang dinilai dalam Global Flourishing Study meliputi kesehatan, kebahagiaan, makna hidup, karakter, hubungan sosial, keamanan finansial, dan spiritual.
Q
Mengapa Indonesia bisa mengalahkan Amerika Serikat dalam studi ini?
A
Indonesia bisa mengalahkan Amerika Serikat karena unggul dalam aspek hubungan sosial dan pro-sosial, yang menciptakan keterhubungan dan komunitas yang kuat.
Q
Apa yang ditemukan tentang Jepang dalam penelitian ini?
A
Jepang ditemukan menjadi negara dengan masyarakat yang paling tidak berkembang dengan skor 5,89, dengan rendahnya jumlah teman dekat.