Gugus Galaksi Muda dan Panas Tantang Teori Evolusi Alam Semesta
Courtesy of LiveScience

Gugus Galaksi Muda dan Panas Tantang Teori Evolusi Alam Semesta

Mengungkap dan memahami fenomena gugus galaksi muda dan panas yang menentang model evolusi galaksi saat ini agar dapat merevisi teori pembentukan gugus dan evolusi galaksi besar di alam semesta.

07 Jan 2026, 04.44 WIB
316 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Penemuan kluster galaksi panas di awal alam semesta menantang model pembentukan yang ada.
  • Keberadaan black hole supermasif dapat mempengaruhi pembentukan kluster galaksi lebih awal dari yang diperkirakan.
  • Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami dinamika dalam kluster galaksi muda yang kompleks ini.
Atacama, Chili - Para astronom baru-baru ini menemukan sebuah gugus galaksi yang sangat panas dan terbentuk lebih cepat dari yang selama ini diperkirakan. Gugus ini, yang bernama SPT2349-56, terdeteksi hanya 1,4 miliar tahun setelah Dentuman Besar, yang merupakan masa sangat awal dalam sejarah alam semesta. Penemuan ini mengejutkan para ilmuwan karena suhu medium intragugus jauh lebih tinggi dari prediksi model teori saat ini.
Gugus galaksi adalah kelompok besar yang terdiri dari gelap materi dan ratusan bahkan ribuan galaksi yang terkait satu sama lain oleh gaya gravitasi. Di antara galaksi-galaksi tersebut terdapat gas panas yang disebut medium intragugus, yang biasanya memanas perlahan seiring waktu akibat interaksi gravitasi dan aktivitas bintang dan lubang hitam.
Namun, di SPT2349-56, gas medium intragugus mencapai temperatur yang lima kali lebih tinggi dari yang diharapkan untuk usia gugus yang masih sangat muda ini. Gugus ini juga mengandung lebih dari 30 galaksi aktif yang sedang membentuk bintang dengan sangat cepat, hingga 5.000 kali laju pembentukan bintang di Bima Sakti, serta tiga lubang hitam supermasif yang mungkin menyumbang energi besar yang menyebabkan peningkatan suhu ekstrem tersebut.
Penemuan ini dilakukan dengan bantuan teleskop radio ALMA di Chili menggunakan efek thermal Sunyaev-Zeldovich yang memungkinkan pengukuran suhu gas panas di luar galaksi. Para peneliti berharap studi ini akan membuka wawasan baru tentang bagaimana gugus galaksi terbentuk dan berkembang lebih cepat dari teori yang ada saat ini.
Masa depan penelitian akan fokus untuk memahami interaksi antara pembentukan bintang yang intens, aktivitas lubang hitam supermasif, dan efek pemanasan pada medium intragugus. Temuan ini penting karena dapat mengubah cara kita memandang sejarah evolusi galaksi besar dan struktur kosmos secara keseluruhan.
Referensi:
[1] https://www.livescience.com/space/cosmology/how-can-all-of-this-be-happening-scientists-spot-massive-group-of-ancient-galaxies-so-hot-they-shouldnt-exist

Analisis Ahli

Scott Chapman
"Fenomena ini menunjukkan bahwa lubang hitam supermasif berperan sangat penting dalam memanaskan medium intragugus dan mempercepat pembentukan gugus galaksi pada tahap awal sejarah alam semesta."

Analisis Kami

"Penemuan ini membuka pintu bagi rekalibrasi model kosmologi yang selama ini mengabaikan efek energi cepat dari lubang hitam supermasif dalam pembentukan gugus galaksi. Ini menandai bahwa alam semesta muda sangat dinamis dan energi yang dilepaskan lebih besar dari perkiraan, yang dapat mengubah pemahaman kita tentang evolusi struktur kosmik."

Prediksi Kami

Kemungkinan besar teori pembentukan dan evolusi gugus galaksi akan mengalami revisi signifikan, dengan mempertimbangkan peran lubang hitam supermasif dan aktivitas bintang yang sangat intens pada masa awal alam semesta.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang ditemukan oleh astronom dalam kluster galaksi muda?
A
Astronom menemukan kluster galaksi yang lebih panas dan lebih awal dari yang diprediksi oleh model pembentukan kluster galaksi.
Q
Mengapa kluster SPT2349-56 dianggap panas dan muda?
A
Kluster SPT2349-56 diperkirakan berumur 1,4 miliar tahun setelah Big Bang dan memiliki suhu gas intracluster yang lebih tinggi dari yang diharapkan.
Q
Apa yang digunakan peneliti untuk mengamati kluster galaksi ini?
A
Peneliti menggunakan Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA) untuk mengamati kluster galaksi ini.
Q
Siapa yang terlibat dalam penelitian ini?
A
Scott Chapman dan Dazhi Zhou adalah beberapa peneliti yang terlibat dalam penelitian ini.
Q
Apa yang perlu diteliti lebih lanjut terkait kluster galaksi ini?
A
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami interaksi antara pembentukan bintang, black hole aktif, dan atmosfer yang terlalu panas di kluster ini.