
Courtesy of CNBCIndonesia
China Bangun Mesin Hipergravitasi Terbesar untuk Simulasi Bencana Ekstrem
Menciptakan lingkungan eksperimental hipergravitasi untuk mensimulasikan bencana ekstrem dan mempercepat penelitian fenomena alam dalam waktu singkat, sehingga dapat menemukan fenomena atau teori baru.
07 Jan 2026, 19.20 WIB
32 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- CHIEF1900 merupakan mesin hipergravitasi terbesar yang dirancang untuk penelitian bencana.
- Mesin ini mampu menciptakan kondisi ekstrem yang mempercepat eksperimen fisik.
- Proyek ini melibatkan kolaborasi antara universitas, lembaga riset, dan industri untuk pengembangan teknologi baru.
Zhejiang, Cina - China berhasil mengembangkan sebuah mesin hipergravitasi bernama CHIEF1900 yang bisa menciptakan gaya gravitasi sampai 100 kali lipat dari gravitasi Bumi. Mesin ini adalah sentrifugal terbesar di dunia dengan kapasitas 1.900 g-ton dan dibuat oleh Shanghai Electric Nuclear Power Group. Mesin ini dikirim ke Universitas Zhejiang pada 22 Desember untuk diteliti dan digunakan dalam eksperimen ilmiah.
Tujuan utama dari CHIEF1900 adalah mensimulasikan bencana besar seperti kegagalan bendungan dan gempa bumi di laboratorium dengan kondisi yang terkendali. Fasilitas ini dapat mempercepat proses fisika yang biasa terjadi jutaan tahun menjadi eksperimen singkat, sehingga penelitian ilmiah jauh lebih efisien dan akurat.
CHIEF1900 dibangun 15 meter di bawah tanah agar minim getaran dan stabil saat beroperasi. Sistem pendingin canggih yang menggunakan vakum, pompa vakum, pendingin gletser, dan ventilasi udara paksa juga dipasang untuk mengatasi panas yang dihasilkan dari rotasi berkecepatan tinggi mesin ini.
Peneliti dapat melakukan pengujian simulasi dengan model bendungan setinggi tiga meter yang diberi tekanan serupa dengan struktur aslinya. Hal ini memberi gambaran lebih nyata tentang potensi kegagalan struktur dan bagaimana desain bisa diperbaiki demi keamanan infrastruktur kritis.
Selain simulasi bencana, ambisi besar China dengan CHIEF1900 adalah menciptakan lingkungan percobaan yang mampu menguji rentang waktu dari milidetik hingga ribuan tahun dan skala dari atom sampai kilometer. Ini memberi peluang untuk menemukan fenomena atau teori baru dalam fisika yang selama ini belum terjamah.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260107171933-37-700458/china-pamer-mesin-masa-depan-kuatnya-100-kali-bumi
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260107171933-37-700458/china-pamer-mesin-masa-depan-kuatnya-100-kali-bumi
Analisis Ahli
Chen Yunmin
"Pengembangan CHIEF1900 memungkinkan percepatan proses fisik dengan memadatkan waktu eksperimen dari skala ribuan tahun menjadi hitungan detik, membuka peluang riset fenomena baru."
South China Morning Post
"CHIEF1900 memperkuat posisi China dalam riset hipergravitasi dengan teknologi mutakhir yang tidak hanya fokus pada simulasi bencana tapi juga pengembangan teori fisika baru."
Analisis Kami
"CHIEF1900 menandai lompatan besar dalam kemampuan simulasi fisika ekstrem yang dapat merevolusi cara kita memahami dan memodelkan bencana alam sekaligus peristiwa fisika yang sulit dipelajari. Pendekatan China ini menunjukkan komitmen kuat dalam riset teknologi canggih meski biaya dan tantangan teknis sangat besar."
Prediksi Kami
Dengan adanya CHIEF1900, penelitian terkait bencana alam dan fenomena fisik ekstrem akan meningkat drastis dan dapat membuka teori baru serta teknologi yang sebelumnya tidak terbayangkan, memperkuat posisi China dalam riset teknologi tinggi.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa itu CHIEF1900?A
CHIEF1900 adalah mesin hipergravitasi yang mampu menciptakan gaya gravitasi hingga 100 kali lebih kuat dari Bumi.Q
Siapa yang membangun CHIEF1900?A
CHIEF1900 dibangun oleh Shanghai Electric Nuclear Power Group.Q
Apa tujuan dari mesin hipergravitasi ini?A
Tujuan dari mesin ini adalah untuk mensimulasikan bencana ekstrem dan mempercepat penelitian fenomena alam.Q
Di mana CHIEF1900 akan digunakan?A
CHIEF1900 akan digunakan di Universitas Zhejiang.Q
Apa manfaat dari penelitian yang dilakukan dengan CHIEF1900?A
Penelitian dengan CHIEF1900 dapat memberikan gambaran lebih akurat mengenai potensi kegagalan struktur dan cara meningkatkan desain infrastruktur.


