
Courtesy of CNBCIndonesia
Tips Mudah Menghentikan Google Melacak Aktivitas dan Menghapus Jejak Digital
Memberikan panduan praktis kepada pengguna tentang cara menghentikan Google melacak aktivitas internet mereka serta bagaimana menghapus riwayat penelusuran agar dapat menjaga privasi dan keamanan data pribadi.
08 Jan 2026, 12.45 WIB
125 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Pengguna dapat mengontrol privasi mereka dengan mematikan pelacakan aktivitas di Google.
- Google mengumpulkan berbagai data pengguna yang dapat dimanfaatkan oleh pengiklan.
- Penghapusan riwayat penelusuran secara rutin dapat membantu menjaga jejak digital tetap minimal.
Jakarta, Indonesia - Google adalah salah satu layanan internet terbesar dan paling banyak digunakan di dunia, termasuk di Indonesia. Banyak dari kita menggunakan Google Search, Maps, Gmail, dan layanan lainnya setiap hari tanpa sadar bahwa setiap aktivitas itu meninggalkan jejak digital yang terekam oleh Google.
Jejak digital ini ternyata sangat berharga bagi pengiklan karena bisa digunakan untuk profil pengguna agar iklan yang muncul menjadi lebih sesuai dengan minat dan kebiasaan kita. Namun, hal ini juga menimbulkan kekhawatiran soal privasi dan keamanan data pribadi.
Untungnya, Google menyediakan fitur yang bisa dimatikan untuk menghentikan pelacakan aktivitas web dan aplikasi. Dengan menonaktifkan 'Web & App Activity', pengguna bisa mengurangi pengumpulan data oleh Google, walaupun data yang sudah ada sebelumnya tidak terhapus otomatis.
Selain itu, pengguna juga dapat melihat sendiri data apa saja yang disimpan Google, mulai dari informasi pribadi seperti nama dan tanggal lahir, hingga riwayat lokasi dan aktivitas di YouTube. Hal ini bisa dicek dengan masuk ke pengaturan iklan dan aktivitas akun Google.
Untuk menghapus jejak digital di internet, penting juga mengetahui cara membersihkan riwayat penelusuran di berbagai browser populer seperti Google Chrome, Mozilla Firefox, Safari, Microsoft Edge, dan Opera. Cara ini membantu mengurangi risiko data tersimpan dan menjaga privasi pengguna lebih baik.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260108121732-37-700657/google-pantau-anda-24-jam-cek-cara-setop-dilacak
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260108121732-37-700657/google-pantau-anda-24-jam-cek-cara-setop-dilacak
Analisis Ahli
Bruce Schneier
"User data is the new currency and companies like Google capitalize on it without adequate transparency. Users need stronger tools and awareness to regain control over their digital footprints."
Shoshana Zuboff
"The surveillance capitalism model thrives on behavioral data extracted from users. Unless regulatory and personal measures are improved, privacy erosion will continue unchecked."
Analisis Kami
"Google memang memberikan kemudahan akses layanan yang sangat dibutuhkan banyak orang, tetapi biaya yang harus dibayar adalah pengumpulan data pribadi secara masif yang mengancam privasi pengguna. Pengguna harus lebih aktif mengelola pengaturan privasi mereka agar tidak menjadi korban profil iklan yang berlebihan dan kehilangan kendali atas data pribadi."
Prediksi Kami
Kedepannya, semakin banyak pengguna yang akan sadar terkait privasi digital dan mulai menggunakan fitur pengaturan privasi Google serta menghapus riwayat penelusuran untuk melindungi data pribadinya.




