Indonesia Siap Pacu Ekonomi Digital dengan Konsep Society 5.0 Hingga 2045
Courtesy of CNBCIndonesia

Indonesia Siap Pacu Ekonomi Digital dengan Konsep Society 5.0 Hingga 2045

Mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia melalui implementasi konsep Society 5.0 yang mengintegrasikan teknologi digital seperti AI, IoT, dan komputasi awan untuk mencapai kontribusi 20% terhadap PDB pada tahun 2045.

09 Jan 2026, 12.10 WIB
298 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Society 5.0 menjadi konsep utama untuk mendorong ekonomi digital di Indonesia.
  • Telkomsel dan PT Telkom Indonesia berperan penting dalam meningkatkan konektivitas dan infrastruktur digital.
  • Indonesia memiliki potensi untuk meningkatkan kontribusi digital ekonomi hingga 20% pada tahun 2045.
Jakarta, Indonesia - Indonesia sedang mengembangkan konsep Society 5.0 yang fokus pada manusia dan teknologi digital sebagai fondasi utama ekonomi digital. Berbeda dengan revolusi industri 4.0 yang mengedepankan otomasi mesin, Society 5.0 menggabungkan dunia maya dan fisik serta memanfaatkan kecerdasan buatan, Internet of Things, dan komputasi awan.
Saat ini, ekonomi digital Indonesia baru memberikan kontribusi sebesar 8% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dan pemerintah menargetkan angka ini meningkat menjadi 20% pada tahun 2045. Melalui dukungan perusahaan seperti Telkomsel dan PT Telkom Indonesia, optimisme pertumbuhan ekonomi digital terus meningkat, meski Indonesia masih kalah dari Vietnam dan China dalam hal ini.
Pentingnya pilar-pilar ekonomi digital seperti aplikasi, perangkat, konektivitas, dan talenta menjadi fokus utama. Keempat pilar ini harus saling terkait dan bersinergi untuk mendukung inovasi dan perkembangan di berbagai sektor, termasuk infrastruktur dan manufaktur serta edukasi.
Telkom Group berperan krusial sebagai penyedia konektivitas untuk memajukan digitalisasi di Indonesia. Selain itu, munculnya kreator konten dan pasar digital makin meningkatkan kemudahan distribusi produk dan layanan secara efisien, serta mendukung akses pembelajaran daring yang semakin luas.
Ke depan, dengan dukungan infrastruktur teknologi terbaru dan kecerdasan buatan, ekonomi digital Indonesia dapat tumbuh pesat. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan nilai tambah di sektor manufaktur, tetapi juga membuka peluang baru dalam pembelajaran dan edukasi, yang pada akhirnya mendorong kemajuan ekonomi nasional secara menyeluruh.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260109111716-37-700991/telkomsel-ungkap-potensi-ekonomi-digital-di-era-society-50

Analisis Ahli

Martha Tilaar
"Ekonomi digital harus didukung pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia agar inovasi dapat berkelanjutan dan merata di seluruh Indonesia."
Onno W. Purbo
"Infrastruktur konektivitas harus diperluas hingga ke daerah terpencil untuk memastikan inklusivitas dan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital."

Analisis Kami

"Penerapan konsep Society 5.0 adalah langkah strategis yang sangat tepat untuk mempercepat transformasi digital Indonesia. Namun, keberhasilan target 20% ekonomi digital tergantung pada sinergi semua pilar utama dan kesiapan talenta digital yang memadai di seluruh negeri."

Prediksi Kami

Dengan implementasi Society 5.0 dan dukungan infrastruktur digital yang semakin kuat, ekonomi digital Indonesia kemungkinan akan tumbuh cepat dan mencapai target 20% dari PDB pada 2045, sekaligus meningkatkan daya saing terhadap negara-negara di Asia Tenggara.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa itu Society 5.0?
A
Society 5.0 adalah konsep masyarakat yang berpusat pada manusia dan berbasis teknologi yang menggabungkan ruang siber dan fisik.
Q
Mengapa ekonomi digital penting bagi Indonesia?
A
Ekonomi digital penting bagi Indonesia karena dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kontribusi terhadap GDP.
Q
Apa peran Telkomsel dalam ekonomi digital?
A
Telkomsel berperan sebagai penyedia konektivitas yang mendukung digitalisasi dan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
Q
Bagaimana Indonesia dibandingkan dengan Vietnam dalam kontribusi digital ekonomi?
A
Indonesia masih kalah dibandingkan Vietnam, yang kontribusi digital ekonominya terhadap GDP sudah mencapai sekitar 16%.
Q
Apa saja pilar penumbuhan ekonomi digital yang disebutkan oleh Nugroho?
A
Pilar penumbuhan ekonomi digital terdiri dari aplikasi, perangkat, konektivitas, dan talenta.