Keajaiban Teknik: Mesin Pengebor Terowongan China Bertemu dengan Presisi 2mm di Bawah Sungai Yangtze
Courtesy of SCMP

Keajaiban Teknik: Mesin Pengebor Terowongan China Bertemu dengan Presisi 2mm di Bawah Sungai Yangtze

Menggambarkan keberhasilan teknis teknologi pengeboran terowongan bawah tanah dengan presisi tinggi, yang berhasil mengatasi kegagalan mesin pengebor dan menyelamatkan proyek infrastruktur besar di bawah Sungai Yangtze.

11 Jan 2026, 09.00 WIB
192 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Keberhasilan pemulihan mesin pengeboran terowongan menunjukkan kemajuan teknologi dalam rekayasa bawah tanah.
  • Proyek ini memiliki dampak besar pada infrastruktur dan ekonomi di provinsi Jiangsu.
  • Keakuratan yang tinggi dalam pertemuan mesin pengeboran menjadi tolok ukur untuk proyek-proyek serupa di masa depan.
Jiangsu, China - China berhasil melakukan sebuah pencapaian teknis luar biasa dengan menggunakan mesin pengebor terowongan (TBM) untuk mengatasi masalah besar yang terjadi pada proyek terowongan bawah Sungai Yangtze. Proyek ini bertujuan membangun terowongan sepanjang 6,4 kilometer yang menghubungkan dua kawasan industri di Provinsi Jiangsu.
Pada Februari 2023, sebuah mesin pengebor berdiameter 16 meter tiba-tiba berhenti bekerja secara total ketika berada di tengah penggalian pada kedalaman 54 meter di bawah sungai. Karena tekanan air yang sangat besar, mesin berharga 50 juta dolar ini tidak mungkin diperbaiki atau dikembalikan, sehingga terjebak dan menghentikan seluruh proyek.
Untuk menyelamatkan proyek, China menggunakan mesin pengebor twin yang berjalan dari arah berlawanan dan berhasil bertemu dengan mesin yang terhenti tadi dengan kesalahan vertikal hanya 2 mm dan tanpa kesalahan horizontal. Hal ini menandai tingkat presisi yang sangat tinggi dalam rekayasa bawah tanah.
Keberhasilan ini bukan hanya menghindarkan proyek dari pembatalan yang mungkin terjadi, tapi juga menjadi bukti kemampuan teknologi pengeboran dan rekayasa bawah tanah modern di China serta memperlihatkan kekuatan teknik yang bisa diaplikasikan di proyek besar berikutnya.
Pencapaian ini membuka jalan bagi pengembangan teknologi konstruksi bawah tanah dengan presisi luar biasa, yang dapat digunakan untuk proyek infrastruktur besar di masa depan, mempercepat pembangunan dan mengurangi risiko kegagalan yang mahal.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3339450/how-china-turned-mega-project-failure-defining-moment-modern-engineering?module=top_story&pgtype=subsection#comments

Analisis Ahli

Prof. Zhang Wei (Ahli Teknik Sipil dan Infrastruktur)
"Penyambungan dengan tingkat presisi 2 mm di bawah sungai sangat menakjubkan dan menunjukkan kemajuan teknologi konstruksi bawah tanah di China. Ini bisa menjadi model bagi proyek serupa di seluruh dunia."

Analisis Kami

"Keberhasilan ini bukan hanya prestasi teknis, namun juga bukti bahwa investasi besar pada teknologi penggalian dan rekayasa presisi dapat menyelamatkan proyek-proyek vital yang sebelumnya dianggap gagal. Ini menjadi standar baru yang menuntut disiplin tinggi dan koordinasi sempurna antar tim engineering di lapangan."

Prediksi Kami

Keberhasilan teknik presisi ini akan mendorong lebih banyak proyek infrastruktur bawah tanah besar di China dan negara lain, serta membuka peluang pengembangan teknologi TBM lebih lanjut.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang terjadi pada mesin pengeboran terowongan di proyek Jiangyin-Jingjiang?
A
Mesin pengeboran terowongan mengalami kegagalan yang tidak terduga dan terhenti.
Q
Berapa kedalaman penggalian yang dicapai sebelum mesin pengeboran terhenti?
A
Kedalaman penggalian yang dicapai adalah 54 meter (177 kaki).
Q
Seberapa akurat pertemuan antara kedua mesin pengeboran terowongan tersebut?
A
Pertemuan antara kedua mesin pengeboran terowongan dicapai dengan kesalahan vertikal hanya 2mm.
Q
Apa tujuan dari proyek terowongan Jiangyin-Jingjiang?
A
Tujuan proyek ini adalah untuk menghubungkan dua zona industri di bawah standar jalan raya enam jalur ganda.
Q
Mengapa proyek ini dianggap sebagai megastruktur?
A
Proyek ini dianggap sebagai megastruktur karena ukuran dan kompleksitasnya yang besar.