
Courtesy of CNBCIndonesia
Nvidia Siap Tingkatkan Produksi Chip AI H200 Meski Izin China Belum Jelas
Menginformasikan perkembangan terbaru terkait izin dan permintaan chip AI canggih Nvidia H200 di pasar China, serta dampaknya bagi produksi dan kebijakan perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian regulasi.
12 Jan 2026, 12.50 WIB
150 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Permintaan chip H200 dari China sangat tinggi, tetapi Nvidia kesulitan memenuhi pesanan.
- Nvidia mengandalkan TSMC untuk meningkatkan produksi chip canggihnya.
- Kebijakan pembayaran di muka diterapkan untuk mengatasi ketidakpastian izin ekspor dari pemerintah China.
Jakarta , Indonesia - Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memberikan lampu hijau untuk pengiriman chip Nvidia H200 ke China, meski pemerintah China belum memberikan izin resmi. Keputusan ini disambut baik oleh perusahaan teknologi terbesar di China karena mereka sangat membutuhkan chip canggih tersebut.
Permintaan dari perusahaan China terhadap chip H200 sangat tinggi, bahkan mencapai hingga 2 juta unit, tetapi Nvidia saat ini hanya memiliki stok 700 ribu unit. Karena itu, Nvidia meminta bantuan dari produsen chip Taiwan, TSMC, untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Sementara itu, Nvidia menetapkan harga chip H200 untuk pasar China sebesar Rp 450.90 ribu (US$27.000) atau sekitar Rp455 juta per unit dan menerapkan kebijakan pembayaran penuh di muka tanpa opsi pembatalan atau pengembalian dana. Ini dilakukan untuk mengantisipasi ketidakjelasan persetujuan dari pemerintah China.
Meski Xi Jinping belum memberikan pernyataan resmi terkait izin impor chip canggih tersebut, pesanan dari perusahaan China menunjukkan adanya sinyal positif bahwa impor chip AI ini diperbolehkan tanpa deklarasi formal. Nvidia pun berupaya menjaga rantai pasok agar tetap lancar di pasar lain seperti AS.
Diperkirakan produksi chip tambahan akan mulai rampung pada kuartal kedua tahun 2026. Hal ini menunjukkan Nvidia berencana memenuhi permintaan besar dari China, meski risiko ketidakpastian regulasi masih tetap ada dan menjadi tantangan bagi perusahaan serta pelanggannya.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260112112516-37-701518/amerika-minta-bantuan-taiwan-hadapi-serbuan-china
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260112112516-37-701518/amerika-minta-bantuan-taiwan-hadapi-serbuan-china
Analisis Ahli
Jensen Huang
"Kapasitas produksi Nvidia saat ini terbatas, dan meskipun pemerintah China mungkin tidak mengeluarkan izin formal, adanya pesanan sudah menandakan pembukaan pasar secara tidak resmi."
Analis Industri Semikonduktor
"Permintaan chip canggih di China yang terus meningkat menunjukkan perlunya ekspansi kapasitas produksi global, terutama dengan ketegangan geopolitik yang membatasi aliran teknologi."
Analisis Kami
"Nvidia berhasil memanfaatkan peluang besar di pasar China meskipun ada ketidakpastian regulasi yang cukup tinggi, menunjukkan strategi bisnis yang adaptif dan pragmatis. Namun, sikap lambat dan ketidakjelasan izin pemerintah China berpotensi menghambat pertumbuhan penuh pasar chip canggih di negara tersebut dalam jangka pendek."
Prediksi Kami
Bisa diperkirakan bahwa volume produksi chip Nvidia untuk pasar China akan meningkat signifikan mulai tahun 2026, meskipun izin resmi dari pemerintah China tetap tidak diumumkan secara formal, dan Nvidia akan terus memperketat aturan jual beli demi mengantisipasi risiko regulasi.



