SK Hynix Investasi Rp217 Triliun Atasi Krisis Chip AI dan Produksi Memori
Courtesy of CNBCIndonesia

SK Hynix Investasi Rp217 Triliun Atasi Krisis Chip AI dan Produksi Memori

Memberikan informasi tentang upaya SK Hynix dalam mengatasi krisis chip dengan investasi besar untuk fasilitas produksi baru demi memenuhi permintaan chip memori canggih khususnya untuk AI.

13 Jan 2026, 13.35 WIB
173 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Krisis chip yang dialami saat ini disebabkan oleh fokus produsen pada chip AI.
  • SK Hynix berinvestasi besar untuk memperluas produksi chip demi memenuhi permintaan yang terus meningkat.
  • Harga chip yang melonjak mempengaruhi biaya produksi dan pengembangan teknologi di sektor elektronik dan AI.
Cheongju, Korea Selatan - Dunia sedang menghadapi krisis chip yang semakin parah karena produsen chip lebih fokus pada produksi chip AI dibandingkan chip konvensional yang digunakan pada perangkat elektronik seperti HP dan komputer. Permintaan untuk kedua jenis chip terus meningkat tajam.
Akibat fokus pada chip AI, harga chip memori melonjak tinggi dan menimbulkan dilema bagi produsen perangkat elektronik antara menaikkan harga atau menurunkan kualitas komponen perangkatnya. Kenaikan biaya chip ini juga berimbas pada pengembangan teknologi AI yang semakin mahal.
SK Hynix, produsen chip memori besar asal Korea Selatan, mengumumkan akan menginvestasikan 19 triliun won atau sekitar Rp217 triliun untuk membangun fasilitas produksi chip baru di Cheongju. Pembangunan akan dimulai April dan rampung akhir 2027.
Fasilitas baru ini akan fokus pada teknologi pengemasan chip canggih seperti chip memori bandwidth tinggi (HBM) yang digunakan pada prosesor AI, termasuk produk Nvidia. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi permintaan HBM global yang terus meningkat.
Selain SK Hynix, Samsung Electronics juga berencana meningkatkan produksi chip HBM. Meski produksi chip HBM lebih sulit, kedua perusahaan ini berharap bisa menjawab permintaan pasar yang diperkirakan tumbuh 33% per tahun hingga 2030, meski suplai chip konvensional tetap mengalami krisis.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260113123225-37-701942/dunia-dihantam-krisis-korea-langsung-bangun-pabrik-rp-217-triliun

Analisis Ahli

Andrew Groves (Analyst Semiconductor)
"Investasi SK Hynix menunjukkan bahwa industri chip semakin berorientasi pada AI dan teknologi tinggi, yang memerlukan chip dengan performa dan efisiensi lebih tinggi seperti HBM. Meski demikian, produsen harus seimbangkan produksi agar tidak mengabaikan pasar chip konvensional yang tetap vital."

Analisis Kami

"Langkah SK Hynix untuk berinvestasi besar dalam produksi chip canggih merupakan respons yang tepat mengingat lonjakan permintaan AI yang sangat signifikan. Namun, fokus yang berlebihan pada chip AI bisa memperburuk kekurangan chip untuk perangkat elektronik sehari-hari, yang pada akhirnya merugikan konsumen secara umum."

Prediksi Kami

Investasi besar dari SK Hynix dan rencana ekspansi Samsung akan meningkatkan kapasitas produksi chip HBM dalam beberapa tahun ke depan, namun krisis suplai chip konvensional mungkin masih berlanjut karena fokus produsen pada teknologi AI.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang menyebabkan krisis chip saat ini?
A
Krisis chip disebabkan oleh meningkatnya permintaan untuk chip AI dan chip konvensional, sementara pabrikan lebih fokus pada chip AI.
Q
Mengapa produsen chip lebih memprioritaskan chip AI?
A
Produsen chip lebih memprioritaskan chip AI karena permintaan untuk teknologi kecerdasan buatan yang semakin meningkat.
Q
Apa rencana investasi SK Hynix?
A
SK Hynix berencana menginvestasikan 19 triliun won untuk membangun fasilitas produksi baru di Cheongju, yang akan fokus pada pengemasan chip canggih.
Q
Bagaimana harga chip mempengaruhi pasar elektronik?
A
Harga chip yang tinggi membuat produsen perangkat elektronik harus memilih antara menaikkan harga jual atau mereduksi kualitas komponen.
Q
Apa yang dilakukan Samsung Electronics terkait produksi chip?
A
Samsung Electronics juga berencana untuk meningkatkan produksi chip memori HBM dalam beberapa bulan ke depan.