
Courtesy of CNBCIndonesia
Taiwan Tetapkan CEO OnePlus Buronan Karena Bisnis Ilegal dan Perekrutan Karyawan
Memberitakan penetapan CEO OnePlus, Pete Lau, sebagai buronan oleh otoritas Taiwan karena menjalankan bisnis ilegal dan mempekerjakan karyawan Taiwan secara ilegal, serta menggambarkan ketegangan antara Taiwan dan China dalam bidang teknologi.
14 Jan 2026, 16.23 WIB
115 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Taiwan menegakkan hukum terhadap bisnis ilegal yang melibatkan perusahaan dari China.
- Perekrutan tenaga kerja oleh perusahaan teknologi China di Taiwan menjadi masalah politik yang sensitif.
- OnePlus dan CEO-nya, Pete Lau, menghadapi konsekuensi hukum atas tuduhan menjalankan operasi tanpa izin di Taiwan.
Jakarta, Indonesia - Taiwan menetapkan Pete Lau, CEO perusahaan HP China, OnePlus, sebagai buronan karena diduga menjalankan bisnis ilegal di negara tersebut. Kasus ini dilaporkan oleh Kantor Kejaksaan Distrik Shilin di Taiwan.
Lau dituduh merekrut sekitar 70 karyawan dari Taiwan untuk mengembangkan, memverifikasi, dan menguji aplikasi HP untuk OnePlus tanpa izin resmi. Dua warga Taiwan yang turut membantu perekrutan tersebut juga jadi tersangka.
OnePlus adalah perusahaan asal Shenzhen, China yang sebelumnya merupakan sub-brand Oppo hingga beroperasi mandiri sejak 2021. Kasus ini terjadi di tengah ketegangan politis antara Taiwan dan China yang saling menolak klaim wilayah.
Pemerintah Taiwan melarang aktivitas perekrutan karyawan oleh perusahaan China karena dikhawatirkan ada aksi pencurian teknologi. Namun, perusahaan China sering menggunakan perusahaan cangkang di Hong Kong agar bisa merekrut tenaga kerja Taiwan secara tidak langsung.
Pada Agustus 2025, otoritas Taiwan juga mengumumkan penyelidikan terhadap 16 perusahaan China yang diduga membajak talenta semikonduktor dari Taiwan, menandakan ketegangan yang sedang berlangsung di sektor teknologi.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260114121106-37-702271/ceo-oneplus-dari-china-jadi-buronan-taiwan-karena-buka-lowongan
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260114121106-37-702271/ceo-oneplus-dari-china-jadi-buronan-taiwan-karena-buka-lowongan
Analisis Ahli
Dr. Andi Wijaya (Pengamat Teknologi dan Politik Asia Timur)
"Penetapan buronan terhadap CEO OnePlus adalah upaya strategis Taiwan untuk mempertahankan keunggulan teknologi di tengah tekanan dari China. Ini juga menjadi tanda bahwa persaingan teknologi regional bukan hanya soal inovasi, tapi juga geopolitik."
Analisis Kami
"Langkah Taiwan menindak CEO OnePlus ini menunjukkan upaya serius untuk melindungi kedaulatan teknologi dan sumber daya manusia lokal dari dominasi China. Namun, penggunaan perusahaan cangkang di Hong Kong oleh perusahaan China akan membuat penegakan hukum lebih sulit dan bisa memicu eskalasi ketegangan politik serta ekonomi di kawasan."
Prediksi Kami
Konflik hukum dan ketegangan politik antara Taiwan dan perusahaan teknologi China seperti OnePlus akan meningkat, berpotensi memperketat regulasi perekrutan karyawan Taiwan oleh perusahaan China serta berdampak pada hubungan bisnis lintas Selat Taiwan.
Pertanyaan Terkait
Q
Mengapa Pete Lau ditetapkan sebagai buronan?A
Pete Lau ditetapkan sebagai buronan karena dituduh menjalankan bisnis ilegal di Taiwan.Q
Apa yang dilakukan OnePlus di Taiwan?A
OnePlus merekrut 70 karyawan di Taiwan untuk pengembangan dan penelitian aplikasi HP, verifikasi, dan pengujian.Q
Siapa saja yang juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini?A
Dua warga Taiwan juga ditetapkan sebagai tersangka karena membantu aktivitas Lau.Q
Apa yang menjadi latar belakang larangan perekrutan oleh Taiwan?A
Larangan perekrutan oleh Taiwan didasarkan pada kekhawatiran akan potensi pencurian teknologi oleh China.Q
Bagaimana reaksi pemerintah Taiwan terhadap perekrutan tenaga kerja oleh perusahaan teknologi China?A
Pemerintah Taiwan menanggapi dengan melarang aktivitas perekrutan ini untuk melindungi teknologi lokal.



