Penurunan 58 Persen Investasi Dana Negara di China, Peluang Terbuka di Masa Depan
Courtesy of SCMP

Penurunan 58 Persen Investasi Dana Negara di China, Peluang Terbuka di Masa Depan

Artikel ini bertujuan untuk menginformasikan tentang penurunan investasi dana kekayaan negara di China pada tahun 2025 karena faktor politik dan teknologi, sekaligus menunjukkan bahwa masih ada peluang selektif yang dapat dimanfaatkan di masa depan jika hubungan bilateral diperkuat.

14 Jan 2026, 18.30 WIB
298 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Investasi dari dana kekayaan negara ke China mengalami penurunan signifikan pada tahun 2025.
  • Risiko geopolitik dan sensitivitas politik menjadi faktor utama yang mempengaruhi keputusan investasi.
  • Meskipun ada penurunan, masih terdapat peluang selektif yang dapat dimanfaatkan oleh investor di China.
Beijing, China - Pada tahun 2025, investasi dari dana kekayaan negara, dana pensiun, dan bank sentral ke China mengalami penurunan besar, mencapai Rp 71.81 triliun (US$4,3 miliar) , turun 58 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 172.01 triliun (US$10,3 miliar) . Penurunan ini terutama disebabkan oleh ketatnya situasi politik dan geopolitik yang mempengaruhi keputusan investasi.
Investor-negara Barat seperti Kanada dan Eropa mulai mengurangi investasi mereka di China dan menahan diri dari membuat kesepakatan besar karena meningkatnya sensitivitas politik. Sementara itu, dana kekayaan negara China sendiri masih terus berkembang dan memperkuat hubungan dengan investor dari kawasan Teluk seperti Abu Dhabi dan Qatar.
Pada 2025, investor terbesar yang menanamkan modalnya ke China adalah Temasek dari Singapura dengan nilai investasinya mencapai Rp 21.71 triliun (US$1,3 miliar) , diikuti oleh Mubadala Investment dari Abu Dhabi dan Qatar Investment Authority. Meskipun volume investasi menurun, para investor ini tetap aktif mencari peluang yang muncul.
Salah satu faktor utama yang menyebabkan penurunan adalah geopolitik teknologi. Banyak startup teknologi China saat ini sudah masuk dalam daftar sanksi AS sejak fase awal, sehingga dana kekayaan negara yang terkait pemerintah harus lebih berhati-hati dalam memilih investasi agar menghindari risiko politik dan sanksi.
Walaupun ada penurunan besar, para ahli percaya bahwa peluang investasi selektif tetap ada jika hubungan bilateral antara China dan negara lain dapat diperkuat. Dengan pendekatan yang lebih hati-hati dan strategi diversifikasi, investasi dari dana kekayaan negara dapat kembali tumbuh di masa mendatang.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/business/banking-finance/article/3339836/sovereign-investors-cut-mainland-china-exposure-political-sensitivities-rise?module=top_story&pgtype=section

Analisis Ahli

Diego Lopez
"Investasi semakin dipolitikkan, sehingga dana kekayaan negara Barat mengurangi eksposur ke China dan menghindari transaksi besar."
Winston Ma
"Geopolitik teknologi sangat mempengaruhi volume transaksi dana kekayaan negara, dengan risiko sanksi AS terhadap startup teknologi China membuat investor lebih hati-hati."

Analisis Kami

"Penurunan signifikan dalam investasi dana kekayaan negara di China mencerminkan bagaimana geopolitik kini menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan investasi global. Meski demikian, peluang tetap ada dengan strategi yang lebih cermat dan fokus pada sektor teknologi non-sensitif serta peningkatan kerja sama bilateral yang dapat mengurangi risiko politik."

Prediksi Kami

Masa depan investasi dana kekayaan negara di China akan tetap berhati-hati dan selektif, dengan fokus pada sektor-sektor yang tidak terlalu terpengaruh oleh ketegangan geopolitik, dan mungkin akan mengalami peningkatan jika hubungan bilateral membaik dan risiko geopolitik mereda.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang terjadi dengan inflow investasi ke China pada tahun 2025?
A
Inflow investasi ke China pada tahun 2025 menurun 58 persen menjadi US$4,3 miliar.
Q
Siapa yang menjadi penyebab penurunan investasi oleh dana kekayaan negara?
A
Penurunan investasi disebabkan oleh meningkatnya sensitivitas politik, terutama dari investor negara Barat seperti Kanada dan Eropa.
Q
Apa yang menyebabkan investor menjadi lebih berhati-hati dalam berinvestasi di China?
A
Investor menjadi lebih berhati-hati karena risiko geopolitik dan adanya sanksi terhadap beberapa startup teknologi China.
Q
Dari mana saja asal inflow terbesar ke China pada tahun 2025?
A
Inflow terbesar ke China pada tahun 2025 berasal dari Temasek Singapura, Mubadala Investment, dan Qatar Investment Authority.
Q
Apa yang bisa mendukung outlook investasi di China di masa depan?
A
Outlook investasi di China dapat didukung oleh peluang selektif dan hubungan bilateral yang lebih erat.