
Courtesy of NatureMagazine
Pengalaman Jepang sebagai Peringatan atas Pengurangan Vaksin Anak di AS
Memberikan pelajaran dari pengalaman Jepang terkait dampak negatif pengurangan rekomendasi vaksin pada tingkat imunisasi dan kesehatan masyarakat, serta menyoroti kekhawatiran atas perubahan kebijakan vaksin di AS yang bisa menimbulkan masalah serupa.
16 Jan 2026, 07.00 WIB
284 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Penurunan rekomendasi vaksin di AS dapat memperburuk keraguan vaksin dan mempengaruhi kesehatan masyarakat.
- Pengalaman Jepang menunjukkan akibat negatif dari mengurangi dukungan untuk imunisasi, termasuk peningkatan kasus penyakit.
- Pentingnya komunikasi yang jelas dan dukungan pemerintah dalam program imunisasi untuk menjaga tingkat vaksinasi yang tinggi.
Tokyo, Jepang dan Amerika Serikat - Amerika Serikat baru-baru ini mengumumkan pengurangan dalam daftar vaksin yang direkomendasikan untuk anak-anak, termasuk vaksin influenza dan COVID-19. Ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan dokter dan ilmuwan tentang dampaknya terhadap tingkat imunisasi dan kesehatan masyarakat.
Dari pengalaman Jepang, diketahui bahwa menghentikan rekomendasi vaksin bisa membuat imunisasi menurun drastis. Jepang pernah menghentikan vaksin flu untuk anak-anak pada 1990-an, yang membuat kasus influenza dan kematian akibat pneumonia meningkat, terutama pada orang tua.
Selain itu, Jepang juga menghadapi wabah rubella akibat kebijakan vaksin yang berubah dan penurunan kepercayaan publik karena isu media negatif, terutama terkait vaksin HPV. Ini menunjukkan bahwa pesan pemerintah yang tidak jelas bisa memperparah keraguan vaksin.
Para ahli Jepang memandang keputusan AS ini sebagai langkah mundur yang berbahaya. Mereka menilai penghapusan beberapa rekomendasi vaksin yang sebelumnya dianjurkan dapat menimbulkan risiko jangka panjang, termasuk kemunculan kembali penyakit menular yang sudah bisa dicegah.
Meskipun vaksin-vaksin tersebut masih tersedia untuk kelompok berisiko dan tetap didukung oleh asuransi kesehatan, ketidakkonsistenan dukungan pemerintah dapat menimbulkan risiko hukum dan mengurangi antusiasme dokter dalam memberikan imunisasi, sehingga merugikan upaya pencegahan penyakit.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00146-2
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00146-2
Analisis Ahli
Akihiko Saitoh
"Kebijakan AS yang mengurangi rekomendasi vaksin sangat mengejutkan dan bertentangan dengan posisi AS sebagai pemimpin kebijakan imunisasi dunia."
Hiroshi Nishiura
"Penghapusan vaksinasi flu di AS mirip dengan pengalaman Jepang yang menyebabkan penurunan imunisasi dan lonjakan kematian akibat influenza."
Lauren Meyers
"Perubahan mendadak dalam kebijakan dan pesan vaksin berpotensi memperburuk keraguan vaksin yang sudah ada dan menimbulkan risiko bagi pelayanan imunisasi."
Analisis Kami
"Langkah penurunan rekomendasi vaksin di AS adalah pola yang berbahaya dan menyesatkan, apalagi dengan bukti nyata dari Jepang yang sudah merasakan dampaknya. Pemerintah seharusnya memperkuat, bukan melemahkan, kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi untuk mencegah epidemi yang bisa dicegah."
Prediksi Kami
Jika AS terus mengurangi dukungan pemerintah terhadap vaksinasi anak, kemungkinan besar tingkat vaksinasi akan menurun, memicu lonjakan penyakit menular dan kesulitan pemulihan kesehatan masyarakat di masa depan.



