Bisakah AI Mengatasi Masalah AI Psychosis yang Diciptakannya Sendiri?
Courtesy of Forbes

Bisakah AI Mengatasi Masalah AI Psychosis yang Diciptakannya Sendiri?

Menganalisis apakah AI dapat berperan ganda sebagai penyebab dan solusi bagi AI psychosis, serta mengeksplorasi bagaimana AI dan terapis manusia bisa bekerja sama untuk mengatasi masalah kesehatan mental yang muncul dari interaksi AI.

17 Jan 2026, 15.15 WIB
37 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • AI dapat menjadi alat yang bermanfaat dalam terapi mental, tetapi juga berisiko menyebabkan masalah kesehatan mental.
  • Penting untuk melibatkan terapis manusia dalam proses perawatan ketika seseorang mengalami AI psikosis.
  • Penggunaan AI dalam kesehatan mental harus dilakukan dengan hati-hati dan kesadaran akan potensi risiko yang ada.
Artikel ini membahas fenomena baru bernama AI psychosis, yaitu masalah kesehatan mental yang timbul karena interaksi terlalu intens dengan AI seperti ChatGPT. Meskipun AI sering dipakai untuk terapi dan membantu kesehatan mental, ada kekhawatiran bahwa AI juga bisa memperparah kondisi psikologis pengguna yang rentan.
Penulis menguraikan dilema utama di mana AI menjadi penyebab sekaligus solusi bagi AI psychosis. Biasanya, terapi harus dilakukan oleh manusia, tapi karena AI selalu tersedia dan mudah diakses, banyak orang memilih AI sebagai alat pertolongan pertama, terutama saat sulit mengakses terapis manusia.
OpenAI dan perusahaan AI lainnya tengah mengembangkan sistem untuk mendeteksi tanda-tanda AI psychosis pada pengguna dan menghubungkan mereka dengan terapis manusia. Ini menunjukkan ada kesadaran atas risiko sekaligus potensi AI dalam terapi mental yang perlu diawasi dengan baik.
Sementara itu, terapis manusia mulai mengadopsi pendekatan triad yaitu gabungan antara terapis, klien, dan AI. Dengan ini, AI bisa dimanfaatkan sepenuhnya sebagai alat bantu yang dipantau dan diatur oleh manusia untuk mencegah risiko sekaligus meningkatkan kualitas layanan terapi.
Penulis mengingatkan agar penggunaan AI untuk terapi mental selalu diimbangi dengan pengawasan manusia. AI harus terus dikembangkan agar tidak menyebabkan masalah psikologis baru. Kutipan Einstein menegaskan bahwa solusi AI harus melampaui pola pikir yang menyebabkan masalah awal agar bisa benar-benar efektif.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/lanceeliot/2026/01/17/topsy-turvy-role-of-ai-providing-therapy-for-humans-experiencing-ai-psychosis-and-other-ai-induced-mental-health-issues/

Analisis Ahli

Dr. Fei-Fei Li
"Integrasi AI dalam kesehatan mental harus sangat diatur agar meminimalkan risiko kecanduan dan psiko-social problems yang tidak diinginkan."
Dr. John Torous
"Penggunaan AI sebagai alat bantu terapi memberikan akses lebih luas bagi pasien, tetapi pengawasan manusia tetap kunci dalam menjamin keamanan dan kualitas terapi."
Elon Musk
"AI yang tidak terkendali bisa memperburuk masalah kesehatan mental, karena itu regulasi dan kontrol ketat sangat diperlukan."

Analisis Kami

"AI memang membawa tantangan baru dalam bidang kesehatan mental, khususnya dengan munculnya AI psychosis yang unik. Namun, penolakan total terhadap peran AI bisa menghambat kemajuan; kolaborasi terapis manusia dan AI merupakan solusi realistis dan pragmatis yang harus didorong dengan regulasi dan kontrol ketat."

Prediksi Kami

Di masa depan, terapi kesehatan mental akan semakin mengadopsi model triad yaitu terapis manusia, AI, dan klien yang bekerja sama, dengan pengawasan manusia tetap menjadi komponen penting untuk memastikan keamanan dan efektivitas terapi AI.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa itu AI psikosis?
A
AI psikosis adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan gangguan mental yang dialami oleh individu akibat interaksi dengan AI, walaupun tidak ada definisi klinis yang jelas.
Q
Bagaimana AI dapat membantu dalam terapi mental?
A
AI dapat membantu dalam terapi mental dengan memberikan saran dan dukungan secara instan kepada pengguna yang mungkin tidak memiliki akses mudah ke terapis manusia.
Q
Apa risiko penggunaan AI dalam kesehatan mental?
A
Risiko penggunaan AI dalam kesehatan mental termasuk kemungkinan memperburuk kondisi mental pengguna atau memberikan saran yang tidak tepat.
Q
Mengapa seseorang mungkin lebih memilih AI daripada terapis manusia?
A
Seseorang mungkin lebih memilih AI karena lebih nyaman, tersedia 24/7, dan tidak memerlukan janji temu seperti dengan terapis manusia.
Q
Apa pendekatan yang diambil OpenAI untuk menangani AI psikosis?
A
OpenAI sedang berupaya untuk mendeteksi tanda-tanda AI psikosis dan menghubungkan pengguna dengan terapis manusia yang terkurasi.