Google Chrome Tambah Fitur AI Deteksi Penipuan dengan Opsi Nonaktifkan
Courtesy of Forbes

Google Chrome Tambah Fitur AI Deteksi Penipuan dengan Opsi Nonaktifkan

Memberikan informasi mengenai fitur AI baru pada Google Chrome yang berfokus pada deteksi penipuan secara real-time dengan perlindungan data pengguna, serta menginformasikan perubahan dari model opt-in ke opt-out dan bagaimana hal ini berdampak pada privasi dan kontrol pengguna.

18 Jan 2026, 14.53 WIB
245 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Pembaruan AI di Google Chrome berfokus pada deteksi penipuan dan perlindungan pengguna.
  • Pengguna memiliki kekhawatiran mengenai pemrosesan data pribadi dalam fitur AI yang diaktifkan secara default.
  • Fitur baru ini menawarkan opsi untuk menghapus model GenAI dari perangkat jika pengguna memilih untuk menonaktifkannya.
California, Amerika Serikat - Google terus mengembangkan teknologi kecerdasan buatannya, termasuk dalam produk populer seperti Gmail dan browser Chrome. Di versi terbaru Chrome yang masih dalam tahap pre-release, ada fitur AI baru yang membantu mendeteksi situs palsu, unduhan berbahaya, dan pesan penipuan secara real-time menggunakan model AI yang berjalan langsung di perangkat pengguna.
Fitur AI ini didesain agar data pengguna tetap aman karena tidak dikirim ke server cloud Google. Ini berarti privasi pengguna lebih terjaga sambil menikmati lapisan perlindungan ekstra terhadap ancaman siber. Awalnya, fitur ini diaktifkan secara default, tapi Google kini membuat pengaturan untuk mematikan fitur AI tersebut secara keseluruhan, meski pengaturan ini bersifat all-or-nothing.
Pengaturan yang ditemukan oleh peneliti keamanan Leopeva64 menunjukkan bahwa mematikan AI ini juga akan menghapus model AI yang terpasang di perangkat, sehingga fitur deteksi penipuan tidak akan berfungsi lagi. Ini menimbulkan perdebatan mengenai keseimbangan antara keamanan dan privasi pengguna, terutama karena kurangnya opsi pengaturan yang lebih rinci dan transparan.
Penggunaan kecerdasan buatan dalam browser sangat penting untuk melindungi pengguna dari serangan siber yang semakin canggih. Namun, Google harus lebih jelas dan terbuka mengenai bagaimana AI akan dipakai di Chrome selain deteksi penipuan, mengingat potensi penggunaan AI dalam iklan, personalisasi, dan fungsi lain yang mungkin menimbulkan risiko privasi.
Ke depannya, diharapkan Google mengembangkan pengaturan yang lebih fleksibel sehingga pengguna bisa memilih fitur AI apa yang ingin mereka aktifkan tanpa harus kehilangan seluruh perlindungan atau data AI yang sudah tersimpan. Langkah ini akan meningkatkan kepercayaan sekaligus memastikan keamanan terbaik tanpa mengorbankan privasi.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/zakdoffman/2026/01/18/new-chrome-update-deletes-googles-ai-data-on-your-device/

Analisis Ahli

Brian Krebs
"Menggunakan AI untuk mendeteksi penipuan adalah terobosan penting, tapi penting bagi Google untuk memastikan bahwa pengaturan pengguna jelas dan mudah diakses agar tetap menjaga privasi dan kepercayaan."
Travis Goodspeed
"Pemrosesan AI secara lokal adalah langkah positif dalam privasi, tapi opsi default yang berstatus opt-out dan penghapusan model secara menyeluruh bisa menjadi tantangan dalam implementasi keamanan yang berkelanjutan."

Analisis Kami

"Integrasi AI dalam browser adalah langkah maju bagi keamanan digital, terutama dalam memerangi penipuan online. Namun, desain yang hanya memungkinkan pengaturan all-or-nothing berpotensi mengurangi kepercayaan pengguna karena kurangnya transparansi dan kendali atas data pribadi mereka."

Prediksi Kami

Di masa depan, kemungkinan Google akan mengembangkan opsi pengaturan AI yang lebih fleksibel dan granular untuk memberi pengguna kontrol lebih besar atas fitur AI, sambil terus meningkatkan perlindungan dan privasi data pengguna di Chrome.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa tujuan utama pembaruan AI di Google Chrome?
A
Tujuan utama pembaruan AI di Google Chrome adalah untuk meningkatkan deteksi penipuan dan keamanan pengguna.
Q
Bagaimana AI dapat membantu dalam deteksi penipuan?
A
AI dapat membantu dalam deteksi penipuan dengan memberikan perlindungan waktu nyata terhadap situs web palsu, instalasi berbahaya, dan teks atau email penipuan.
Q
Apa yang dimaksud dengan toggle 'On-device GenAI Enabled'?
A
Toggle 'On-device GenAI Enabled' memungkinkan pengguna untuk mengaktifkan atau menonaktifkan fitur deteksi penipuan yang menggunakan model GenAI secara lokal di perangkat.
Q
Mengapa ada kontroversi mengenai pemrosesan AI yang diaktifkan secara default?
A
Ada kontroversi karena banyak pengguna khawatir tentang privasi dan apakah data mereka digunakan untuk melatih model AI.
Q
Apa yang diharapkan pengguna dari perlindungan on-device yang baru ini?
A
Pengguna mengharapkan perlindungan on-device yang baru ini dapat memberikan keamanan tambahan tanpa membahayakan data pribadi mereka.