Tiga Bulan Ekspedisi Laut Dalam China-Chile untuk Temukan Kehidupan dan Pahami Gempa
Courtesy of SCMP

Tiga Bulan Ekspedisi Laut Dalam China-Chile untuk Temukan Kehidupan dan Pahami Gempa

Melakukan penelitian mendalam di Palung Atacama untuk menemukan kehidupan baru dan memahami proses subduksi yang menyebabkan gempa dan tsunami agar dapat memberikan informasi penting bagi negara-negara di sekitar Cincin Api Pasifik.

19 Jan 2026, 08.00 WIB
168 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Ekspedisi ini merupakan kolaborasi internasional antara China dan Chili.
  • Trench Atacama adalah area penting untuk penelitian geologi dan ekosistem laut.
  • Kapal Tan Suo Yi Hao dilengkapi teknologi canggih yang memungkinkan penelitian mendalam di laut.
Valparaiso, Chile - China dan Chile akan menjalankan ekspedisi selama tiga bulan di Samudera Pasifik timur khususnya sekitar Palung Atacama. Tujuan utama ekspedisi ini adalah mengeksplorasi wilayah laut yang sangat dalam dan jarang diteliti untuk menemukan makhluk hidup baru dan mendapatkan wawasan tentang proses geologis di bawah laut.
Kapal riset China, Tan Suo Yi Hao, akan menjadi pusat operasi sepanjang perjalanan yang mencakup wilayah sepanjang 700 km. Ini adalah kali pertama ekspedisi sebesar ini dilakukan di kawasan tersebut dan dianggap sangat penting untuk kemajuan ilmu pengetahuan laut.
Ekspedisi ini merupakan hasil kolaborasi lama antara Institut Ilmu dan Teknik Laut Dalam China dan Institut Oseanografi Milenium dari Universitas Concepcion, Chile. Melalui aliansi ini, para ilmuwan Chile dapat menggunakan teknologi canggih yang sebelumnya tidak tersedia.
Selama ekspedisi, para peneliti akan mengadakan 33 stasiun penelitian dan hampir 20 penyelaman menggunakan kapal selam untuk menggali lebih dalam kondisi dan kehidupan di dasar laut. Hasilnya diharapkan dapat memperjelas cara kerja subduksi lempeng yang menjadi penyebab gempa bumi dan tsunami besar di kawasan Pasifik.
Pengetahuan yang diperoleh dari ekspedisi ini akan berdampak luas bagi negara-negara selama jalur cincin api Pasifik termasuk China, Jepang, Korea, serta negara di Asia Tenggara. Informasi ini bisa sangat penting dalam upaya mitigasi bencana di masa depan.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3340328/china-chile-explore-atacama-trench-pacific-tools-no-other-country-possesses?module=top_story&pgtype=subsection

Analisis Ahli

Profesor Laut Dalam Li Wei (Chinese Academy of Sciences)
"Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi dapat melampaui batas geopolitik untuk menjawab tantangan global seperti mitigasi bencana. Penyelaman di Palung Atacama akan membuka wawasan baru tentang dinamika gempa bumi dan kehidupan ekstrim di kedalaman laut."
Dr. María González (Millennium Institute of Oceanography)
"Proyek ini merupakan terobosan besar dalam ilmu oseanografi dan akan mendorong inovasi dalam pemahaman bahaya alam yang berdampak pada jutaan orang di sepanjang Cincin Api Pasifik."

Analisis Kami

"Ekspedisi ini mewakili kemajuan signifikan dalam riset lautan yang sangat jarang dikaji secara mendalam, memungkinkan penemuan makhluk hidup yang belum dikenal dan data geologi yang krusial. Sinergi antara teknologi canggih China dan keahlian lokal Chile menjadi kunci keberhasilan yang akan mempercepat pemahaman kita akan risiko bencana di daerah rawan gempa."

Prediksi Kami

Penemuan baru dari ekspedisi ini dapat mengubah pemahaman tentang kehidupan laut dalam dan memicu pengembangan sistem peringatan dini yang lebih baik untuk gempa dan tsunami di wilayah Pasifik.