
Courtesy of CNBCIndonesia
Pertikaian Elon Musk dan Bos RyanAir Soal Layanan WiFi Starlink di Pesawat
Memberikan informasi tentang ketegangan antara Elon Musk dan Michael O'Leary terkait penggunaan teknologi internet Starlink di armada RyanAir, termasuk perdebatan soal biaya dan efisiensi bahan bakar.
19 Jan 2026, 08.25 WIB
229 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Elon Musk dan Michael O'Leary terlibat dalam pertikaian terkait layanan wifi pesawat.
- RyanAir menolak menggunakan layanan internet Starlink karena dampak biaya yang dianggap merugikan.
- Musk menilai kritik O'Leary tidak akurat dan menyatakan bahwa layanan Starlink dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar.
Jakarta, Indonesia - Elon Musk dan Michael O'Leary, bos maskapai penerbangan RyanAir, terlibat perselisihan terkait penggunaan layanan internet satelit Starlink di pesawat RyanAir. O'Leary menolak penggunaan Starlink karena dianggap menambah biaya bahan bakar yang cukup tinggi, sementara Musk membantah perhitungan tersebut.
Michael O'Leary menyatakan bahwa penggunaan antena tambahan untuk Starlink akan menyebabkan hambatan udara yang meningkatkan konsumsi bahan bakar maskapai RyanAir hingga Rp 3.34 juta (US$200) -250 juta per tahun, atau sekitar Rp 16.70 ribu (US$1) ekstra per penumpang.
O'Leary juga mengatakan bahwa Elon Musk tidak mengerti soal penerbangan dan menyebutnya 'idiot', yang kemudian dibalas oleh Musk dengan menyebut O'Leary 'idiot' juga dan meminta agar O'Leary dipecat dari jabatannya.
Elon Musk menegaskan bahwa hambatan tambahan dari antena Starlink sebenarnya hampir nol selama fase pendakian dan bahkan penggunaan teknologi ini dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar. Musk juga mempertimbangkan membeli RyanAir untuk mengganti kepemimpinan.
Perselisihan ini menyoroti ketegangan antara inovasi teknologi baru dari Starlink dan penilaian bisnis ketat dari maskapai penerbangan dalam mengelola biaya operasional mereka, dengan dampak yang berpotensi pada masa depan penggunaan internet di penerbangan.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260119082353-37-703212/alasan-raja-penerbangan-murah-sebut-elon-musk-idiot
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260119082353-37-703212/alasan-raja-penerbangan-murah-sebut-elon-musk-idiot
Analisis Ahli
Ahmad Fauzi (Analis Teknologi Penerbangan Indonesia)
"Perhitungan biaya dan hambatan aerodinamika harus dilakukan secara sangat akurat dalam penerbangan, sehingga kritik RyanAir bisa jadi berdasar, namun potensi efisiensi teknologi baru seperti Starlink tetap besar jika dikembangkan lebih lanjut."
Analisis Kami
"Pertengkaran ini mencerminkan benturan antara teknologi inovatif dan konservatisme bisnis yang sudah mapan, khususnya di industri penerbangan. Musk tampaknya terlalu agresif dalam memperkenalkan Starlink, sementara RyanAir fokus pada efisiensi operasional yang ketat, sehingga sulit menemukan titik temu."
Prediksi Kami
Ketegangan antara Elon Musk dan Michael O'Leary kemungkinan akan terus berlanjut, dan RyanAir mungkin tetap menolak layanan Starlink di armadanya meski Musk terus melakukan promosi dan penawaran.





