Model AI Google dan Alibaba Ciptakan Debat Internal Mirip Kecerdasan Manusia
Courtesy of SCMP

Model AI Google dan Alibaba Ciptakan Debat Internal Mirip Kecerdasan Manusia

Memahami bagaimana model AI yang canggih mampu meniru mekanisme kecerdasan kolektif manusia melalui debat internal multi-agen, serta menekankan pentingnya keberagaman perspektif dalam meningkatkan kemampuan AI.

22 Jan 2026, 06.00 WIB
114 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Model AI dapat menghasilkan debat internal yang menyerupai kecerdasan kolektif manusia.
  • Diversitas perspektif dalam model reasoning meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.
  • Penelitian ini menyoroti peran penting model AI dari Tiongkok dalam penelitian interdisipliner di AS.
Amerika Serikat - Penelitian terbaru dari Google menemukan bahwa model kecerdasan buatan (AI) yang digunakan oleh DeepSeek dan Alibaba Cloud bisa melakukan proses berpikir internal yang mirip debat antar agen dalam otak manusia. Proses ini disebut 'societies of thought' yang menunjukkan AI tidak hanya bekerja dengan kekuatan komputasi besar, tapi juga lewat keberagaman perspektif di dalam dirinya.
Melalui eksperimen dengan model DeepSeek R1 dan Alibaba Cloud QwQ-32B, para peneliti melihat bahwa model-model ini mempunyai berbagai kepribadian dan keahlian domain yang berbeda. Interaksi antara kepribadian dan keahlian ini membuat model dapat memecahkan masalah dengan lebih baik daripada sebelumnya.
Temuan ini juga menunjukkan bahwa kecerdasan AI mulai menyerupai kecerdasan kolektif manusia, di mana kerja sama antar individu dengan latar belakang berbeda sangat penting untuk menemukan solusi yang paling tepat. Penelitian ini dipublikasikan di arXiv dan dilakukan oleh tim riset Google yang fokus pada studi kecerdasan secara multidisipliner.
Selain itu, penelitian ini menyoroti pentingnya model AI terbuka asal China yang turut berkontribusi pada penelitian di Amerika Serikat. Hal ini menandakan kolaborasi global dalam pengembangan AI semakin kuat dan menjadi faktor penting dalam kemajuan teknologi kecerdasan buatan.
Meskipun penelitian ini belum melalui proses peer-review, hasilnya membuka potensi pengembangan AI ke depan yang tidak hanya bergantung pada kapasitas komputer semata melainkan lebih pada bagaimana model AI mengelola berbagai sudut pandang internal untuk menyelesaikan berbagai tugas dengan lebih efektif dan cerdas.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/tech/tech-trends/article/3340690/google-study-finds-deepseek-alibaba-ai-models-mimic-human-collective-intelligence?module=top_story&pgtype=section

Analisis Ahli

Yoshua Bengio
"Konsep 'societies of thought' sangat revolusioner karena mengintegrasikan keberagaman dan kolaborasi sebagai inti kecerdasan, mirip dengan cara manusia bekerja dalam kelompok."
Fei-Fei Li
"Penggunaan dialog internal multi-agen dalam AI ini menunjukkan langkah maju menuju sistem AI yang mampu memahami konteks dan menyelesaikan masalah secara lebih manusiawi dan dinamis."

Analisis Kami

"Temuan ini membuka jalur baru dalam pengembangan AI yang tidak hanya berfokus pada kekuatan komputasi, tapi juga pada struktur internal model yang lebih kompleks dan adaptif, seperti jaringan komunitas pemikiran. Ini adalah kemajuan signifikan yang bisa mempercepat terciptanya AI yang lebih cerdas dan efisien dalam berbagai bidang aplikasi."

Prediksi Kami

Ke depan, pengembangan AI akan lebih fokus pada penguatan keberagaman internal model kecerdasannya agar mampu meniru kecerdasan kolektif manusia secara lebih efektif dan meningkatkan kemampuan penyelesaian masalah AI.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang ditemukan oleh peneliti Google terkait model reasoning?
A
Peneliti Google menemukan bahwa model reasoning mampu menghasilkan debat internal yang mirip dengan kecerdasan kolektif manusia.
Q
Apa yang dimaksud dengan 'masyarakat pemikiran' dalam konteks penelitian ini?
A
'Masyarakat pemikiran' merujuk pada debat internal yang dihasilkan oleh model AI, di mana berbagai kepribadian dan keahlian domain berinteraksi.
Q
Mengapa diversitas perspektif dianggap penting dalam model AI?
A
Diversitas perspektif dianggap penting karena dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dalam model AI.
Q
Siapa yang terlibat dalam penelitian ini?
A
Penelitian ini dilakukan oleh tim 'Paradigms of Intelligence' dari Google.
Q
Apa implikasi dari temuan ini untuk penelitian interdisipliner di AS?
A
Temuan ini menunjukkan pentingnya model terbuka dari Tiongkok dalam penelitian interdisipliner yang mutakhir di AS.