
Courtesy of Forbes
Mengungkap Peran AI dalam Terapi Kesehatan Mental dan Tantangannya
Memberikan wawasan kepada para terapis tentang pentingnya memahami dampak pemakaian AI generatif oleh klien untuk kesehatan mental, sehingga terapi bisa dimulai dengan pemahaman menyeluruh dan hubungan terapeutik yang efektif.
22 Jan 2026, 15.15 WIB
210 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Pentingnya memahami pengaruh AI dalam kesehatan mental dan terapi.
- Terapis perlu mengadaptasi pendekatan mereka untuk mengintegrasikan pengalaman klien dengan AI.
- AI memiliki potensi baik dan buruk dalam memberikan nasihat kesehatan mental, dan harus dikelola dengan hati-hati.
global, seluruh dunia - Banyak orang kini menggunakan AI generatif dan model bahasa besar (LLM) seperti ChatGPT untuk mendapatkan saran kesehatan mental secara mudah dan murah. Namun, tidak semua dampak dari penggunaan AI ini positif; beberapa orang bahkan mengalami kebingungan dan gangguan mental akibat informasi yang mereka dapatkan dari AI tersebut.
Para terapis sekarang menghadapi situasi unik di mana klien datang dengan 'bekal' saran dari AI. Terapi harus dimulai dengan sesi yang mendalam untuk menyelidiki apa yang telah dikatakan AI, bagaimana klien menafsirkannya, dan seberapa lama mereka mengandalkan AI sebagai sumber nasihat kesehatan mental.
Menolak secara keras penggunaan AI oleh klien dapat merusak hubungan dokter dan pasien karena klien akan merasa tidak didengarkan atau merasa bingung antara mempercayai manusia atau mesin. Terapis dianjurkan untuk membuka diskusi tentang AI dan menggunakannya sebagai bahan refleksi dalam terapi.
Terdapat beragam kesalahpahaman yang bisa muncul dari penggunaan AI dalam mental health, seperti klien yang percaya sepenuhnya pada diagnosis AI, menolak metode terapi tertentu karena pengalaman buruk dengan AI, atau menggunakan AI sebagai juri independen dalam proses terapi. Ini semua harus diperhatikan oleh terapis.
Secara besar-besaran, penggunaan AI dalam bidang kesehatan mental adalah sebuah eksperimen global yang memiliki potensi besar namun juga risiko signifikan. Terapis harus memandang AI sebagai bagian dari riwayat psikososial klien serta mempersiapkan diri untuk melakukan 'epistemic repair'—memperbaiki dan menyesuaikan harapan yang mungkin terdistorsi oleh interaksi AI.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/lanceeliot/2026/01/22/therapists-having-to-clean-up-the-human-mental-messes-created-by-ai-chatbots/
[1] https://www.forbes.com/sites/lanceeliot/2026/01/22/therapists-having-to-clean-up-the-human-mental-messes-created-by-ai-chatbots/
Analisis Ahli
Dr. Sherry Turkle
"Penggunaan teknologi dalam terapi memberikan kesempatan sekaligus tantangan besar, penting untuk menjaga keaslian hubungan manusia agar tidak tergantikan oleh mesin."
Dr. Rosalind Picard
"AI dapat membantu dalam mendeteksi pola kesehatan mental, namun saat ini belum cukup matang sebagai pengganti atau terapis utama karena kurangnya sensitivitas emosional manusia."
Analisis Kami
"Peranan AI dalam kesehatan mental bukan sesuatu yang bisa dihindari; sebagai terapis, kita harus belajar beradaptasi dan memanfaatkan teknologi ini secara kritis untuk memperkuat terapi manusia. Menghakimi atau menolak pakai AI secara mutlak hanya akan mengalienasi klien dan menghambat kemajuan terapi yang dibutuhkan."
Prediksi Kami
Di masa depan, penggunaan AI untuk kesehatan mental akan semakin meluas, dan regulasi serta standar keamanan AI di bidang ini akan diperketat untuk mengurangi risiko serta memaksimalkan manfaatnya.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa masalah utama yang dibahas dalam artikel ini?A
Masalah utama yang dibahas adalah dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh nasihat kesehatan mental yang diberikan oleh AI.Q
Mengapa beberapa orang mengalami masalah kesehatan mental akibat nasihat AI?A
Beberapa orang mengalami masalah karena nasihat yang diberikan AI bisa tidak tepat atau bahkan berbahaya, mengarah pada delusi atau masalah mental lainnya.Q
Apa yang harus dilakukan terapis ketika klien menggunakan nasihat dari AI?A
Terapis sebaiknya menggali dan memahami nasihat yang diberikan AI kepada klien untuk menilai pengaruhnya dan menyesuaikan pendekatan terapi.Q
Apa yang menjadi tantangan bagi terapis dalam memahami pengaruh AI terhadap klien?A
Tantangan bagi terapis adalah menemukan kesenjangan antara apa yang AI katakan dan apa yang klien percayai, serta mengatasi kemungkinan kesalahpahaman yang muncul.Q
Bagaimana AI dapat berfungsi sebagai 'co-terapis' dalam proses terapi?A
AI dapat berfungsi sebagai 'co-terapis' dengan memberikan nasihat yang perlu dievaluasi dan dikoreksi dalam konteks terapi oleh terapis manusia.




